alexametrics
26 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Sembilan Hari Mengungsi di Kebun Karet, Warga Kekurangan Lauk dan Bumbu Masak

SINTANG – Warga Kelurahan Batu Lalau, Kecamatan Sintang sudah sembilan hari terpaksa harus mengungsi di kebun karet akibat banjir. Basri (74 Tahun) salah seorang warga menyampaikan, lokasi pengungsian warga Kelurahan Batu Lalau tersebar di beberapa tempat.

“Kami sudah sembilan hari mengungsi. Yang penting aman dululah. Air di dalam rumah kami sedada orang dewasa. Kami buat sendiri pondok sederhana untuk mengungsi. Kami ada dapat bantuan beras, ikan asin, telur dan mi instan. Bahan makanan cukuplah. Bahan lain yang kurang. Lauk yang ndak ada,” terang Basri

Pemerintah Kabupaten Sintang, melalui Camat Sintang Siti Musrikah meninjau lokasi pengungsian yang bukan di rumah warga atau bangunan pemerintah tetapi merupakan pengungsian mandiri masyarakat yang ada di kebun karet.
“Inilah wajah pengungsi banjir yang terpaksa keluar meninggalkan rumahnya yang terendam banjir dan mencari daratan yang tinggi. Mereka membangun tenda seadanya, menggunakan atap terpal. Saya sudah berkeliling lokasi pengungsian di Kecamatan Sintang, yang kita lihat hari ini jauh lebih baik tendanya,” ucap Siti, Senin (15/11).

Baca Juga :  Evakuasi Warga Terdampak Banjir, Para Pengungsi Jalani Swab Rapid Antigen

Ia menjelaskan, kebutuhan mendesak pengungsi mandiri ini adalah tenda. Jika tidak ada tenda, terpal pun cukup memadai supaya mereka bisa berlindung saat hujan dan panas. Apalagi jika mengingat di pengungsian juga ada bayi dan anak-anak. Jika ada donasi untuk sembako, kata dia, sebaiknya dialihkan dalam bentuk uang atau terpal/tenda serta lauk.

Stok mi instan dan beras sejauh ini dinilai cukup. Hanya lauk dan bumbu-bumbuan yang terbilang kurang. “Pelayanan kesehatan sudah rutin melakukan monitor dan kesehatan pengungsi mandiri pun terawasi dengan baik. Hari ini kita langsung membawa mi instan dan telur untuk pengungsi di Batu Lalau,” ujarnya.

Di Kelurahan Batu Lalau, hampir semua warga terdampak banjir besar ini. Hanya dua persen saja yang tidak terkena banjir. Hal ini karena warga Batu Lalau permukimannya berada di tepian sungai.

Baca Juga :  Masyarakat Sungai Pinyuh Dikepung Banjir

Di kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syarief Yasser Arafat menyampaikan bahwa bantuan sembako dan pelayanan kesehatan sudah diterima oleh warga Kelurahan Batu Lalau.

“Beras dan mi instan sudah cukup. Hanya lauk dan bumbu yang tidak ada. Kita membawa bantuan juga hari ini berupa telur. Kita mendata kebutuhan pengungsi di Batu Lalau ini untuk menjadi bahan laporan kita dalam rapat evaluas satgas. Sayur-sayuran juga mereka perlu bantuan. Soal tenda, akan kita cek persediaan yang ada. Karena memang kasihan juga, kalau hujan,” tandasnya.

Hingga saat ini, ada 12 kecamatan terdampak banjir di Sintang dengan jumlah KK mencapai 35.807 atau 124.497 jiwa. Jumlah yang mengungsi sebanyak 7.545 KK atau 25. 884 jiwa. Kemudian ada lima lima posko (1 utama 4 terpadu), 36 dapur umum, dan 32 posko pengungsian yang telah didirikan. Pemkab juga mendata hingga saat ini sudah terdapat empat korban meninggal.(var) 

SINTANG – Warga Kelurahan Batu Lalau, Kecamatan Sintang sudah sembilan hari terpaksa harus mengungsi di kebun karet akibat banjir. Basri (74 Tahun) salah seorang warga menyampaikan, lokasi pengungsian warga Kelurahan Batu Lalau tersebar di beberapa tempat.

“Kami sudah sembilan hari mengungsi. Yang penting aman dululah. Air di dalam rumah kami sedada orang dewasa. Kami buat sendiri pondok sederhana untuk mengungsi. Kami ada dapat bantuan beras, ikan asin, telur dan mi instan. Bahan makanan cukuplah. Bahan lain yang kurang. Lauk yang ndak ada,” terang Basri

Pemerintah Kabupaten Sintang, melalui Camat Sintang Siti Musrikah meninjau lokasi pengungsian yang bukan di rumah warga atau bangunan pemerintah tetapi merupakan pengungsian mandiri masyarakat yang ada di kebun karet.
“Inilah wajah pengungsi banjir yang terpaksa keluar meninggalkan rumahnya yang terendam banjir dan mencari daratan yang tinggi. Mereka membangun tenda seadanya, menggunakan atap terpal. Saya sudah berkeliling lokasi pengungsian di Kecamatan Sintang, yang kita lihat hari ini jauh lebih baik tendanya,” ucap Siti, Senin (15/11).

Baca Juga :  Aktivitas Warga Lumpuh

Ia menjelaskan, kebutuhan mendesak pengungsi mandiri ini adalah tenda. Jika tidak ada tenda, terpal pun cukup memadai supaya mereka bisa berlindung saat hujan dan panas. Apalagi jika mengingat di pengungsian juga ada bayi dan anak-anak. Jika ada donasi untuk sembako, kata dia, sebaiknya dialihkan dalam bentuk uang atau terpal/tenda serta lauk.

Stok mi instan dan beras sejauh ini dinilai cukup. Hanya lauk dan bumbu-bumbuan yang terbilang kurang. “Pelayanan kesehatan sudah rutin melakukan monitor dan kesehatan pengungsi mandiri pun terawasi dengan baik. Hari ini kita langsung membawa mi instan dan telur untuk pengungsi di Batu Lalau,” ujarnya.

Di Kelurahan Batu Lalau, hampir semua warga terdampak banjir besar ini. Hanya dua persen saja yang tidak terkena banjir. Hal ini karena warga Batu Lalau permukimannya berada di tepian sungai.

Baca Juga :  Banjir Kiriman Rendam Sengah Temila, Puluhan Warga Mengungsi

Di kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syarief Yasser Arafat menyampaikan bahwa bantuan sembako dan pelayanan kesehatan sudah diterima oleh warga Kelurahan Batu Lalau.

“Beras dan mi instan sudah cukup. Hanya lauk dan bumbu yang tidak ada. Kita membawa bantuan juga hari ini berupa telur. Kita mendata kebutuhan pengungsi di Batu Lalau ini untuk menjadi bahan laporan kita dalam rapat evaluas satgas. Sayur-sayuran juga mereka perlu bantuan. Soal tenda, akan kita cek persediaan yang ada. Karena memang kasihan juga, kalau hujan,” tandasnya.

Hingga saat ini, ada 12 kecamatan terdampak banjir di Sintang dengan jumlah KK mencapai 35.807 atau 124.497 jiwa. Jumlah yang mengungsi sebanyak 7.545 KK atau 25. 884 jiwa. Kemudian ada lima lima posko (1 utama 4 terpadu), 36 dapur umum, dan 32 posko pengungsian yang telah didirikan. Pemkab juga mendata hingga saat ini sudah terdapat empat korban meninggal.(var) 

Most Read

Artikel Terbaru

/