alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 22, 2022

Sinergikan SMK dengan Industri dan Dunia Kerja Melalui Sistem Informasi Bisa Kerja 

PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat menggelar acara penggunaan sistem Bisa Kerja yang dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimnatna Barat, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat, Selasa (16/11).

Hadir pula perwakilan dari perguruan tinggi, antara lain Rektor IKIP PGRI Pontianak, dan Politeknik Negeri Pontianak, serta pimpinan dari dunia usaha dan industry seperti PT Akcaya Utama Press, Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat, pimpinan perusahaan-perusahan terbesar di Kalimantan Barat, Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia Kalimantan Barat, Pengurus Bursa Kerja Khusus (BKK) Kalimantan Barat, dan Kepala SMK se Kalimantan Barat.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng Hariadi, dilanjutkan materi dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, penandatangan kesepakatan kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat dengan beberapa pimpinan perguruan tinggi dan perusahaan yang ada di Kalimantan Barat. Acara diakhiri dengan dukungan penggunaan system informasi Bisa Kerja oleh seluruh peserta yang hadir 

Baca Juga :  Santri Munzalan Terkonfirmasi Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

Sistem Bisa Kerja merupakan sistem yang menghubungkan antara pihak sekolah dengan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA) dalam hal memberikan layanan dan informasi Praktik Kerja Lapangan (PKL), penelusuran lulusan dan  pemenuhan  kebutuhan  ketenagakerjaan  yang  terintegrasi  dengan  seluruh perusahaan yang ada di provinsi Kalimantan Barat.

Sebagai jawaban dari tantangan industri yang semakin besar, penggalian kompetensi lulusan SMK harus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh IDUKA ke depannya. Kurikulum Pendidikan  Kejuruan  di Indonesia  sudah  saatnya  sesuai  dengan  kebutuhan  dunia  kerja (Link-and-SuperMatch). Pada hakitatnya, konsep Link-and-Match dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan relevansi Pendidikan Kejuruan dengan kebutuhan Industri.

Baca Juga :  BRG: Konflik Bisa Picu Kebakaran di Lahan Gambut

Sebagai salah satu bentuk pendukung konsep Link-and-SuperMatch, Sistem Informasi Bisa Kerja menawarkan berbagai macam fitur yang menghubungkan pihak sekolah dengan Industri, dalam hal memberikan layanan PKL, penelusuran lulusan, dan pemenuhan kebutuhan ketenagakerjaan. Sistem Informasi Bisa Kerja, bekerjasama dan sudah terintegrasi dengan lebih dari 1000 perusahaan  di Kalimantan  Barat  (dan  terus  bertambah),  dalam  memberikan  informasi lowongan pekerjaan, PKL, magang siswa, magang guru dan penyediaan guru tamu. (/r)

PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat menggelar acara penggunaan sistem Bisa Kerja yang dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimnatna Barat, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat, Selasa (16/11).

Hadir pula perwakilan dari perguruan tinggi, antara lain Rektor IKIP PGRI Pontianak, dan Politeknik Negeri Pontianak, serta pimpinan dari dunia usaha dan industry seperti PT Akcaya Utama Press, Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat, pimpinan perusahaan-perusahan terbesar di Kalimantan Barat, Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia Kalimantan Barat, Pengurus Bursa Kerja Khusus (BKK) Kalimantan Barat, dan Kepala SMK se Kalimantan Barat.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng Hariadi, dilanjutkan materi dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, penandatangan kesepakatan kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat dengan beberapa pimpinan perguruan tinggi dan perusahaan yang ada di Kalimantan Barat. Acara diakhiri dengan dukungan penggunaan system informasi Bisa Kerja oleh seluruh peserta yang hadir 

Baca Juga :  Percepat Hibah Tanah PLBN Aruk

Sistem Bisa Kerja merupakan sistem yang menghubungkan antara pihak sekolah dengan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA) dalam hal memberikan layanan dan informasi Praktik Kerja Lapangan (PKL), penelusuran lulusan dan  pemenuhan  kebutuhan  ketenagakerjaan  yang  terintegrasi  dengan  seluruh perusahaan yang ada di provinsi Kalimantan Barat.

Sebagai jawaban dari tantangan industri yang semakin besar, penggalian kompetensi lulusan SMK harus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh IDUKA ke depannya. Kurikulum Pendidikan  Kejuruan  di Indonesia  sudah  saatnya  sesuai  dengan  kebutuhan  dunia  kerja (Link-and-SuperMatch). Pada hakitatnya, konsep Link-and-Match dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan relevansi Pendidikan Kejuruan dengan kebutuhan Industri.

Baca Juga :  Lelang Proyek Puskesmas Tekarang Rp5,8 Miliar Dipersoalkan

Sebagai salah satu bentuk pendukung konsep Link-and-SuperMatch, Sistem Informasi Bisa Kerja menawarkan berbagai macam fitur yang menghubungkan pihak sekolah dengan Industri, dalam hal memberikan layanan PKL, penelusuran lulusan, dan pemenuhan kebutuhan ketenagakerjaan. Sistem Informasi Bisa Kerja, bekerjasama dan sudah terintegrasi dengan lebih dari 1000 perusahaan  di Kalimantan  Barat  (dan  terus  bertambah),  dalam  memberikan  informasi lowongan pekerjaan, PKL, magang siswa, magang guru dan penyediaan guru tamu. (/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/