alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

BBPOM di Pontianak Raih Penghargaan

Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

BALAI Besar Pengawas Obat dan Makananan ( BBPOM) di Pontianak menjadi salah satu peraih penghargaan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Tahun 2019. Penghargaan ini merupakan apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sebagai leading sector dan prime mover reformasi birokrasi.

BBPOM di Pontianak merupakan salah satu dari tujuh unit kerja Badan POM yang menerima predikat WBK. Penghargaan ini diserahkan oleh Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Selasa (10/12) di Hotel Bidakara, Jakarta.

Penghargaan diberikan kepada 15 pimpinan kementerian, lembaga serta pemda atas komitmen dalam membangun ZI menuju WBK dan WBBM. Penny K. Lukito, Kepala Badan POM juga menerima penganugerahan sebagai Pemimpin Perubahan tahun 2019.

Baca Juga :  Ivermectin Diizinkan BPOM Sebagai Obat Terapi Covid-19

Sedangkan Dra. Susan Gracia Arpan, Apt., M.Si. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak meraih penghargaan sebagai pelopor perubahan pembangunan zona integritas (ZI) menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2019.

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini sesuai dengan momentum Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang merupakan sarana introspeksi dalam meningkatkan kualitas diri dan organisasi sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Unit kerja yang berhasil membangun ZI diharapkan menjadi role model bagi unit kerja lainnya untuk menuju WBK dan WBBM. Hal ini diharapkan sebagai upaya dalam mewujudkan birokrasi yang semakin bersih, akuntabel, berkinerja tinggi, efektif, efisien, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Baca Juga :  Sabun Lebih Efektif dari Hand Sanitizer

Susan Gracia Arpan, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak mengatakan penghargaan ini semakin menambah motivasi pihaknya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.

BBPOM Pontianak juga terus berupaya mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih obat, kosmetik, obat tradisional, dan pangan yang aman dan bermutu. Selain itu, pihaknya pun akan bekerja sama dengan banyak pihak, dan melibatkan kalangan millenial dalam mengawasi peredaran obat dan makanan agar jangkauan pengawasan menjadi lebih luas. (mrd)

Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

BALAI Besar Pengawas Obat dan Makananan ( BBPOM) di Pontianak menjadi salah satu peraih penghargaan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Tahun 2019. Penghargaan ini merupakan apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sebagai leading sector dan prime mover reformasi birokrasi.

BBPOM di Pontianak merupakan salah satu dari tujuh unit kerja Badan POM yang menerima predikat WBK. Penghargaan ini diserahkan oleh Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Selasa (10/12) di Hotel Bidakara, Jakarta.

Penghargaan diberikan kepada 15 pimpinan kementerian, lembaga serta pemda atas komitmen dalam membangun ZI menuju WBK dan WBBM. Penny K. Lukito, Kepala Badan POM juga menerima penganugerahan sebagai Pemimpin Perubahan tahun 2019.

Baca Juga :  Dorong Capaian Cakupan Jaminan Kesehatan Nasional

Sedangkan Dra. Susan Gracia Arpan, Apt., M.Si. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak meraih penghargaan sebagai pelopor perubahan pembangunan zona integritas (ZI) menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2019.

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini sesuai dengan momentum Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang merupakan sarana introspeksi dalam meningkatkan kualitas diri dan organisasi sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Unit kerja yang berhasil membangun ZI diharapkan menjadi role model bagi unit kerja lainnya untuk menuju WBK dan WBBM. Hal ini diharapkan sebagai upaya dalam mewujudkan birokrasi yang semakin bersih, akuntabel, berkinerja tinggi, efektif, efisien, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Baca Juga :  BBPOM di Pontianak Edukasi Masyarakat Cegah Penyebaran Covid-19

Susan Gracia Arpan, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak mengatakan penghargaan ini semakin menambah motivasi pihaknya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.

BBPOM Pontianak juga terus berupaya mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih obat, kosmetik, obat tradisional, dan pangan yang aman dan bermutu. Selain itu, pihaknya pun akan bekerja sama dengan banyak pihak, dan melibatkan kalangan millenial dalam mengawasi peredaran obat dan makanan agar jangkauan pengawasan menjadi lebih luas. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/