alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

Midji Dorong Profesi Perawat Bisa Mandiri

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengungkapkan, keberadaan tenaga kesehatan perawat, saat ini jumlahnya sudah cukup banyak. Ia berharap adanya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Kalbar, bisa mencari terobosan agar perawat semakin mandiri dalam menjalankan profesinya.  “Ke depan perawat juga seharusnya menjadi profesi yang mandiri,” katanya saat membuka musyawarah PPNI wilayah Kalbar beberapa waktu lalu.

Midji sapaan akrabnya mencontohkan, di luar negeri keberadaan dan fungsi perawat sudah semakin luas. Seperti perawat khusus orang tua dan anak-anak, yang seharusnya hal serupa juga bisa diterapkan di Indonesia.  “Harusnya ada profesi yang seperti itu dan orang-orang yang sibuk bisa menggunakan tenaga perawat untuk menjaga orang tuanya tidak harus dari asisten rumah tangga tetapi harus dari tenaga perawat dan keperawatan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diaspora Zuriat Alkadrie Minta Maaf

Selain itu orang nomor satu di Kalbar itu melihat masih cukup banyak peluang untuk tenaga perawat. Dalam mewujudkan desa mandiri misalnya, dari Indeks Desa Membangun (IDM) ada 52 indikator yang mengisi di dalamnya. Salah satu indikatornya yaitu akses kesehatan.

Untuk mewujudkannya, jika harus menempatkan dokter tentu jumlah yang dibutuhkan tidak akan cukup. Midji ingin tenaga-tenaga kesehatan yang lain, termasuk perawat bisa mengisi peluang itu. “Kalau tidak maka indikator mencapai desa mandiri itu akan sulit (tercapai),” katanya.  Menurutnya pemerintah pusat harus bisa memperhatikan hal itu. Dan banyak sekali sebenarnya program-program untuk pembinaan kesehatan yang seharusnya bisa dimulai dari desa. “Pembangunan Indonesia ini kalau tidak serius membangun dari desa maka sulit untuk ada suatu percepatan,” pungkasnya.(bar)

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengungkapkan, keberadaan tenaga kesehatan perawat, saat ini jumlahnya sudah cukup banyak. Ia berharap adanya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Kalbar, bisa mencari terobosan agar perawat semakin mandiri dalam menjalankan profesinya.  “Ke depan perawat juga seharusnya menjadi profesi yang mandiri,” katanya saat membuka musyawarah PPNI wilayah Kalbar beberapa waktu lalu.

Midji sapaan akrabnya mencontohkan, di luar negeri keberadaan dan fungsi perawat sudah semakin luas. Seperti perawat khusus orang tua dan anak-anak, yang seharusnya hal serupa juga bisa diterapkan di Indonesia.  “Harusnya ada profesi yang seperti itu dan orang-orang yang sibuk bisa menggunakan tenaga perawat untuk menjaga orang tuanya tidak harus dari asisten rumah tangga tetapi harus dari tenaga perawat dan keperawatan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kwarda Pramuka Mesti Sinergi dengan Pemerintah

Selain itu orang nomor satu di Kalbar itu melihat masih cukup banyak peluang untuk tenaga perawat. Dalam mewujudkan desa mandiri misalnya, dari Indeks Desa Membangun (IDM) ada 52 indikator yang mengisi di dalamnya. Salah satu indikatornya yaitu akses kesehatan.

Untuk mewujudkannya, jika harus menempatkan dokter tentu jumlah yang dibutuhkan tidak akan cukup. Midji ingin tenaga-tenaga kesehatan yang lain, termasuk perawat bisa mengisi peluang itu. “Kalau tidak maka indikator mencapai desa mandiri itu akan sulit (tercapai),” katanya.  Menurutnya pemerintah pusat harus bisa memperhatikan hal itu. Dan banyak sekali sebenarnya program-program untuk pembinaan kesehatan yang seharusnya bisa dimulai dari desa. “Pembangunan Indonesia ini kalau tidak serius membangun dari desa maka sulit untuk ada suatu percepatan,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/