alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Kredit UMKM Masih Prioritas

PONTIANAK – Penyaluran kredit bagi pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih menjadi prioritas lembaga jasa keuangan di Kalimantan Barat. Tak terkecuali bagi Perumda BPR Khatulistiwa. Dengan berbagai program yang ditawarkan, perusahaan milik Pemerintah Kota Pontianak ini berupaya meningkatkan penyaluran kredit pada tahun ini.

“Kami berharap tahun penyaluran bisa mengalami kenaikan. Apalagi kabarnya Pemkot Pontianak menganggarkan tahun ini penyertaan modalnya sebesar Rp7,5 miliar,” tutur Direktur Utama Perumda BPR Khatulistiwa, Agus Subardi, belum lama ini.

Dirinya optimistis terhadap penyaluran kredit pada tahun ini, mengingat apabila berkaca pada tahun lalu, realisasi penyaluran kredit mengalami kenaikan meski diterpa pandemi Covid-19. Dia menyebut, tahun 2020 lalu, realisasi penyaluran kredit Perumda BPR Khatulistiwa mengalami kenaikan 20 persen.

Baca Juga :  Perumda BPR Khatulistiwa Prioritaskan Kredit UMKM

“Ada peningkatan 20 persen dan ini di luar ekspektasi kami. Posisi kredit kami dari 41 miliar ke 51 miliar (rupiah),” pungkas dia.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menyebut, Pemkot Pontianak terus berupaya mendorong pelaku UMKM, baik melalui pelatihan maupun penguatan modal. Salah satu program kredit yang saat ini diimplementasikan Perumda BPR Khatulistiwa, disebutkan dia yakni Program Kredit Usaha Rakyat Makmur (Kurma). Produk Kurma, kata dia, adalah salah satu produk yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha mikro untuk memperkuat permodalan.

“Kami melakukan berbagai upaya agar syarat (mengakses kurma) mudah dan tentu suku bunga yang ditawarkan lewat program Kurma ini rendah. Inilah yang terus kami dorong,” tutur Bahasan.

Baca Juga :  PLN Kalbar Gelar Pelatihan Branding Produk di Pasar Digital

Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura, Muhammad Fahmi mengatakan, berbagai intervensi yang dilakukan oleh pemerintah, baik itu bagi masyarakat dalam bentuk bantuan sosial maupun stimulus bagi pelaku usaha adalah untuk memperkuat dari sisi daya beli dan produksi. “Dari sisi produksi, pelaku usaha dihadapkan tantangan, seperti kapabilitas dan modal. Kemudahan kredit menjadi salah instrumen yang bagus untuk memperkuat modal bagi UMKM,” tutur Fahmi. (sti)

PONTIANAK – Penyaluran kredit bagi pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih menjadi prioritas lembaga jasa keuangan di Kalimantan Barat. Tak terkecuali bagi Perumda BPR Khatulistiwa. Dengan berbagai program yang ditawarkan, perusahaan milik Pemerintah Kota Pontianak ini berupaya meningkatkan penyaluran kredit pada tahun ini.

“Kami berharap tahun penyaluran bisa mengalami kenaikan. Apalagi kabarnya Pemkot Pontianak menganggarkan tahun ini penyertaan modalnya sebesar Rp7,5 miliar,” tutur Direktur Utama Perumda BPR Khatulistiwa, Agus Subardi, belum lama ini.

Dirinya optimistis terhadap penyaluran kredit pada tahun ini, mengingat apabila berkaca pada tahun lalu, realisasi penyaluran kredit mengalami kenaikan meski diterpa pandemi Covid-19. Dia menyebut, tahun 2020 lalu, realisasi penyaluran kredit Perumda BPR Khatulistiwa mengalami kenaikan 20 persen.

Baca Juga :  Atap Terbang Seperti Layangan

“Ada peningkatan 20 persen dan ini di luar ekspektasi kami. Posisi kredit kami dari 41 miliar ke 51 miliar (rupiah),” pungkas dia.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menyebut, Pemkot Pontianak terus berupaya mendorong pelaku UMKM, baik melalui pelatihan maupun penguatan modal. Salah satu program kredit yang saat ini diimplementasikan Perumda BPR Khatulistiwa, disebutkan dia yakni Program Kredit Usaha Rakyat Makmur (Kurma). Produk Kurma, kata dia, adalah salah satu produk yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha mikro untuk memperkuat permodalan.

“Kami melakukan berbagai upaya agar syarat (mengakses kurma) mudah dan tentu suku bunga yang ditawarkan lewat program Kurma ini rendah. Inilah yang terus kami dorong,” tutur Bahasan.

Baca Juga :  Dorong Ekonomi Rakyat, KUR BRI Perkuat UMKM di Masa Pandemi

Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura, Muhammad Fahmi mengatakan, berbagai intervensi yang dilakukan oleh pemerintah, baik itu bagi masyarakat dalam bentuk bantuan sosial maupun stimulus bagi pelaku usaha adalah untuk memperkuat dari sisi daya beli dan produksi. “Dari sisi produksi, pelaku usaha dihadapkan tantangan, seperti kapabilitas dan modal. Kemudahan kredit menjadi salah instrumen yang bagus untuk memperkuat modal bagi UMKM,” tutur Fahmi. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/