alexametrics
24 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

177 Hotspot Papar Kalbar, Atmosfer Tak Stabil, Monsun Asia Dominasi Wilayah Indonesia

PONTIANAK–Sebaran titik Hotspot (titik panas) di Kalimantan Barat sepertinya makin bertambah besar. Kalau sebelumnyah tercatat hanya 3-5 kabupaten saja, sekarang terpantau menjadi 7 kabupaten/kota di Kalbar. Sebaran datanya direlease oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Supadio Pontianak dari data olahan LAPAN tanggal 15 dan 16 Februari pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). “Terpantau sebanyak 177 titik api. Sebarannya berada di 7 kabupaten/kota,” kata Sutikno Forecaster BMKG Supadio Pontianak, Selasa(16/2).

Berdasarkan data olahan BMKG dari data LAPAN, selasa pagi hari terpantau bahwa Hotspot terbanyak berada di Kabupaten Kubu Raya. Kabupaten terbungsu di Kalbar ini terdeteksi sebanyak 131 titik panas. Selanjutnya disusul Kabupaten Mempawah 21 titik hotspot, Kota Pontianak 12 titik panas. Sementara Kayong Utara, Ketapang, Kabupaten Landak dan Sambas terpantau dari 5 hingga 1 titik hotspot. Sehari sebelumnya titik panas hanya 8 titik panas pagi hari, 50 lebih pada sore hari kemudian menjadi 177 titik hotspot.

Baca Juga :  Imbau Semua Pihak Mencegah Terjadinya Karhutla

Meski demikian, release BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia (96 persen dari 342 Zona Musim) saat ini telah memasuki musim hujan. Hal ini juga telah diprediksi sejak Oktober 2020 lalu, bahwa terkait dengan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari – Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.
Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan.

Analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh monsun Asia yang masih mendominasi wilayah Indonesia dan diperkuat oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di sebagian wilayah Indonesia. Selain itu, adanya pusat tekanan rendah di wilayah utara Indonesia dan di Australia bagian utara dapat mempengaruhi pola arah dan kecepatan angin sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Satgas Optimis Bisa Cegah Covid

Di beberapa ruas wilayah Kabupaten Kubu Raya terlihat bahwa pemadam kebakaran dari aparat negara sampai sipil bahu membahu menyirami lahan-lahan kering, terutama gambut. di Daerah Parit Bugis Darat, Sungai Raya Dalam, hingga wilayah ladang warga, sirine pemadam kebakaran swasta dan polisi saling bersahutan. Mereka menuju lokasi, dimana titikm api muncul. “Banyak titik api. Luas sekali lahan terbakar,” kata Darman, salah satu petugas sipil pemadam kebakaran.(den)

Sebaran Hotspot di Kalbar
Sambas 1
Mempawah 21
Ketapang 4
Landak 3
Kayong Utara 5
Kubu Raya 131
Kota Pontianak 12
======================
Total Hotspot 177
======================

Data BMKG dari Olahan LAPAN tanggal 15-16 Februari Pukul 07.00 Wib

PONTIANAK–Sebaran titik Hotspot (titik panas) di Kalimantan Barat sepertinya makin bertambah besar. Kalau sebelumnyah tercatat hanya 3-5 kabupaten saja, sekarang terpantau menjadi 7 kabupaten/kota di Kalbar. Sebaran datanya direlease oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Supadio Pontianak dari data olahan LAPAN tanggal 15 dan 16 Februari pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). “Terpantau sebanyak 177 titik api. Sebarannya berada di 7 kabupaten/kota,” kata Sutikno Forecaster BMKG Supadio Pontianak, Selasa(16/2).

Berdasarkan data olahan BMKG dari data LAPAN, selasa pagi hari terpantau bahwa Hotspot terbanyak berada di Kabupaten Kubu Raya. Kabupaten terbungsu di Kalbar ini terdeteksi sebanyak 131 titik panas. Selanjutnya disusul Kabupaten Mempawah 21 titik hotspot, Kota Pontianak 12 titik panas. Sementara Kayong Utara, Ketapang, Kabupaten Landak dan Sambas terpantau dari 5 hingga 1 titik hotspot. Sehari sebelumnya titik panas hanya 8 titik panas pagi hari, 50 lebih pada sore hari kemudian menjadi 177 titik hotspot.

Baca Juga :  Pengusaha Tempe Keluhkan Kenaikan Kedelai

Meski demikian, release BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia (96 persen dari 342 Zona Musim) saat ini telah memasuki musim hujan. Hal ini juga telah diprediksi sejak Oktober 2020 lalu, bahwa terkait dengan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari – Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.
Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan.

Analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh monsun Asia yang masih mendominasi wilayah Indonesia dan diperkuat oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di sebagian wilayah Indonesia. Selain itu, adanya pusat tekanan rendah di wilayah utara Indonesia dan di Australia bagian utara dapat mempengaruhi pola arah dan kecepatan angin sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Polnep Gelar FGD Skema Sertifikasi Nasional

Di beberapa ruas wilayah Kabupaten Kubu Raya terlihat bahwa pemadam kebakaran dari aparat negara sampai sipil bahu membahu menyirami lahan-lahan kering, terutama gambut. di Daerah Parit Bugis Darat, Sungai Raya Dalam, hingga wilayah ladang warga, sirine pemadam kebakaran swasta dan polisi saling bersahutan. Mereka menuju lokasi, dimana titikm api muncul. “Banyak titik api. Luas sekali lahan terbakar,” kata Darman, salah satu petugas sipil pemadam kebakaran.(den)

Sebaran Hotspot di Kalbar
Sambas 1
Mempawah 21
Ketapang 4
Landak 3
Kayong Utara 5
Kubu Raya 131
Kota Pontianak 12
======================
Total Hotspot 177
======================

Data BMKG dari Olahan LAPAN tanggal 15-16 Februari Pukul 07.00 Wib

Most Read

Artikel Terbaru

/