alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Enam Ton BBM akan Diselundupkan

PONTIANAK – Direktorat Polair Polda Kalbar mengamankan sebanyak enam ton bahan bakar minyak diduga ilegal yang diangkut oleh sebuah kapal motor di perairan Muara Laut Telok Batang, Kabupaten Kayong Utara.

Direktur Polair Polda Kalbar, Kombes Pol Benyamin Sapta melalui Kasubdit Gakkum, AKBP Jamhury mengatakan, penangkapan kapal motor pengangkut bahan bakar minyak tersebut berawal dari informasi masyarakat. Dari informasi itu kemudian dilakukan penyelidikan.

Sekitar pada pukul 16.30 di Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Telok Batang, Kabupaten Kayong Utara didapati kapal KM Karya Bersama 1A GT 30 yang dicurigai membawa bahan bakar minyak.

“Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat, yang kemudian kami lakukan penyelidikan dan penindakan pada Jumat, 13 Maret 2020,” katanya, Senin 16/3.

Baca Juga :  Warga Kecewa BBM Tidak Turun, Malah BPJS Kes Dinaikan

Kemudian, lanjut Jamhury, berdasarkan pemeriksaan terhadap kapal tersebut, tim berhasil menemukan 30 drum yang terdiri atas 28 drum berisi solar dan 2 drum berisi pertalite. Setelah dilakukan pemeriksaan singkat di lokasi, KM Karya Bersama ini juga tidak dilengkapi surat izin berlayar.

Selain mengamankan barang bukti, pihaknya juga mengamankan tujuh anak buah kapal dan selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap pemilki kapal berinisial TTS, warga Pontianak.

“Saat ini barang bukti, berupa BBM sebanyak 30 drum, 1 buah kapal dan ABK-nya sudah dibawa ke dermaga Dit Polair Polda Kalbar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan BBM subsidi sebagaimana dimaksud dalam pasal 55 UU RI no. 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman 6 tahun penjara. (arf)

Baca Juga :  Pemerintah Saling Lempar Tanggung Jawab Kelola Rusun

PONTIANAK – Direktorat Polair Polda Kalbar mengamankan sebanyak enam ton bahan bakar minyak diduga ilegal yang diangkut oleh sebuah kapal motor di perairan Muara Laut Telok Batang, Kabupaten Kayong Utara.

Direktur Polair Polda Kalbar, Kombes Pol Benyamin Sapta melalui Kasubdit Gakkum, AKBP Jamhury mengatakan, penangkapan kapal motor pengangkut bahan bakar minyak tersebut berawal dari informasi masyarakat. Dari informasi itu kemudian dilakukan penyelidikan.

Sekitar pada pukul 16.30 di Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Telok Batang, Kabupaten Kayong Utara didapati kapal KM Karya Bersama 1A GT 30 yang dicurigai membawa bahan bakar minyak.

“Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat, yang kemudian kami lakukan penyelidikan dan penindakan pada Jumat, 13 Maret 2020,” katanya, Senin 16/3.

Baca Juga :  Midji Soroti Antrean Migor Abai Prokes, Pastikan Stok Aman Sebelum Ramadan

Kemudian, lanjut Jamhury, berdasarkan pemeriksaan terhadap kapal tersebut, tim berhasil menemukan 30 drum yang terdiri atas 28 drum berisi solar dan 2 drum berisi pertalite. Setelah dilakukan pemeriksaan singkat di lokasi, KM Karya Bersama ini juga tidak dilengkapi surat izin berlayar.

Selain mengamankan barang bukti, pihaknya juga mengamankan tujuh anak buah kapal dan selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap pemilki kapal berinisial TTS, warga Pontianak.

“Saat ini barang bukti, berupa BBM sebanyak 30 drum, 1 buah kapal dan ABK-nya sudah dibawa ke dermaga Dit Polair Polda Kalbar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan BBM subsidi sebagaimana dimaksud dalam pasal 55 UU RI no. 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman 6 tahun penjara. (arf)

Baca Juga :  Wali Kota: Kerensia Valeria Role Model Pelajar Berprestasi

Most Read

Artikel Terbaru

/