alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Jalani Rapid Test sebelum Pelaksaan Pengambilan Darah

Melihat Antusiasme Warga Mendonorkan Darahnya

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada anjloknya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkurangnya stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak.

ARIEF NUGROHO, Pontianak

PAGI itu, Sabtu (16/5), ratusan orang terlihat mengantre di bawah tenda yang terpasang di halaman kantor unit donor darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak. Mereka adalah warga yang sudah mendaftar sebagai calon pendonor darah yang diinisiasi oleh Yayasan Bhakti Suci, RS Kharitas Bhakti, Forum Kebakaran Kalbar, dan Pontianak Post.

Ada yang berbeda dalam pelaksanaan donor darah kali ini. Berbagai protap kesehatan dilakukan secara ketat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Mulai dari pendaftaran dengan mengisi data pribadi di lembar formulir yang sudah disiapkan, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, tensi tubuh, hingga uji sample darah menggunakan alat rapid test. Bagi calon pendonor yang dinyatakan masuk kriteria, akan dilakukan pengambilan darah. Selain itu, pihak PMI juga mengatur pembatasan ruang dengan skema jaga jarak antarcalon pendonor sehingga physical distancing tetap berjalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengakui, selama wabah Covid-19, stok darah di Kota Pontianak cenderung menurun. Hal itu, menurut dia, disebabkan penerapan physical distancing dan pembatasan aktivitas di luar rumah. Selain itu, juga diakui dia bertepatan dengan bulan Ramadan. Sehingga banyak kegiatan donor darah terhenti.

Baca Juga :  Pulang dengan Tiga Gelar Juara, Perlu Evaluasi Menyeluruh

“Selama pandemi ini, kita kekurangan stok (darah). Ini disebabkan karena memang ada pembatasan aktivitas masyarakat di rumah dan juga bertepatan dengan bulan Ramadan,” katanya kepada Pontianak Post, kemarin.

Menurut Handanu, jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, tahun ini penurunan stok darah mencapai 30 hingga 40 persen. Padahal, diakui dia, kebutuhan darah di Kota Pontianak mencapai 25 ribu hingga 30 ribu kantong darah pertahun. “Itu untuk melayani sekitar 19 rumah sakit yang tersebar di Kota Pontianak,” jelasnya.

Nah yang menjadi pertanyaan, apakah kegiatan donor darah aman saat masa pandemi?

Handanu mengatakan, hingga saat ini tidak ada laporan kasus yang menyebutkan bahwa virus yang menyerang sistem pernapasan, termasuk virus korona, menular melalui transfusi atau donor darah. Dalam hal ini, PMI sendiri telah mengeluarkan protokol agar donor darah tetap aman. Menurut protokol tersebut, orang yang akan mendonorkan darahnya perlu melakukan beberapa hal.

Sebelum melakukan donor, harus menjalani pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu, mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir. Kemudian, menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter, menjalani pengecekan kadar hemoglobin (Hb) dan tekanan darah, serta menerapkan physical distancing selama proses donor darah.

Baca Juga :  Bakal Ambil Langkah Hukum

“Selain itu, kami juga menyiapkan alat rapid test sebanyak 100 unit. Rapid test ini dilakukan sekaligus untuk memetakan penyebaran Covid-19,” jelasnya. “Alhamdulilah selama tiga hari terakhir, sudah terkumpul lebih dari 200 kantong darah. Dan rencananya ini kan berlangsung hingga H-1 lebaran,” sambungnya.

Handanu mengucapkan terima kasih kepada pihak panitia karena sudah membantu dalam penyediaan kantong darah di PMI Kota Pontianak.

Sementara itu Ketua Panitia, Eric Muliawan, mengatakan, semula pihaknya menargetkan sekitar 100 kantong darah. Namun, karena melihat animo masyarakat yang begitu besar, pihaknya akan memperpanjang masa pelaksaan kegiatan donor darah hingga H-1 lebaran dengan target sekitar 500 kantong darah.

“Awalnya kami hanya menargetkan sekitar 100 kantong darah saja. Dan hari ini (kemarin, Red) sudah lebih dari 200 kantong darah. Melihat animo masyarakat yang cukup besar, maka pelaksanaan donor darah kami perpajang hingga sehari menjelang lebaran nanti,” katanya.

Demikian juga dengan paket sembako yang didibagikan kepada para pendonor darah. Yayasan Bhakti Suci akan men-support ucapan terima kasih berupa paket sembako sebanyak 500 paket berupa beras, mi instan, dan minyak goreng. (*)

Melihat Antusiasme Warga Mendonorkan Darahnya

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada anjloknya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkurangnya stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak.

ARIEF NUGROHO, Pontianak

PAGI itu, Sabtu (16/5), ratusan orang terlihat mengantre di bawah tenda yang terpasang di halaman kantor unit donor darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak. Mereka adalah warga yang sudah mendaftar sebagai calon pendonor darah yang diinisiasi oleh Yayasan Bhakti Suci, RS Kharitas Bhakti, Forum Kebakaran Kalbar, dan Pontianak Post.

Ada yang berbeda dalam pelaksanaan donor darah kali ini. Berbagai protap kesehatan dilakukan secara ketat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Mulai dari pendaftaran dengan mengisi data pribadi di lembar formulir yang sudah disiapkan, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, tensi tubuh, hingga uji sample darah menggunakan alat rapid test. Bagi calon pendonor yang dinyatakan masuk kriteria, akan dilakukan pengambilan darah. Selain itu, pihak PMI juga mengatur pembatasan ruang dengan skema jaga jarak antarcalon pendonor sehingga physical distancing tetap berjalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengakui, selama wabah Covid-19, stok darah di Kota Pontianak cenderung menurun. Hal itu, menurut dia, disebabkan penerapan physical distancing dan pembatasan aktivitas di luar rumah. Selain itu, juga diakui dia bertepatan dengan bulan Ramadan. Sehingga banyak kegiatan donor darah terhenti.

Baca Juga :  Pulang dengan Tiga Gelar Juara, Perlu Evaluasi Menyeluruh

“Selama pandemi ini, kita kekurangan stok (darah). Ini disebabkan karena memang ada pembatasan aktivitas masyarakat di rumah dan juga bertepatan dengan bulan Ramadan,” katanya kepada Pontianak Post, kemarin.

Menurut Handanu, jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, tahun ini penurunan stok darah mencapai 30 hingga 40 persen. Padahal, diakui dia, kebutuhan darah di Kota Pontianak mencapai 25 ribu hingga 30 ribu kantong darah pertahun. “Itu untuk melayani sekitar 19 rumah sakit yang tersebar di Kota Pontianak,” jelasnya.

Nah yang menjadi pertanyaan, apakah kegiatan donor darah aman saat masa pandemi?

Handanu mengatakan, hingga saat ini tidak ada laporan kasus yang menyebutkan bahwa virus yang menyerang sistem pernapasan, termasuk virus korona, menular melalui transfusi atau donor darah. Dalam hal ini, PMI sendiri telah mengeluarkan protokol agar donor darah tetap aman. Menurut protokol tersebut, orang yang akan mendonorkan darahnya perlu melakukan beberapa hal.

Sebelum melakukan donor, harus menjalani pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu, mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir. Kemudian, menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter, menjalani pengecekan kadar hemoglobin (Hb) dan tekanan darah, serta menerapkan physical distancing selama proses donor darah.

Baca Juga :  Satu Pasien Diisolasi di Soedarso

“Selain itu, kami juga menyiapkan alat rapid test sebanyak 100 unit. Rapid test ini dilakukan sekaligus untuk memetakan penyebaran Covid-19,” jelasnya. “Alhamdulilah selama tiga hari terakhir, sudah terkumpul lebih dari 200 kantong darah. Dan rencananya ini kan berlangsung hingga H-1 lebaran,” sambungnya.

Handanu mengucapkan terima kasih kepada pihak panitia karena sudah membantu dalam penyediaan kantong darah di PMI Kota Pontianak.

Sementara itu Ketua Panitia, Eric Muliawan, mengatakan, semula pihaknya menargetkan sekitar 100 kantong darah. Namun, karena melihat animo masyarakat yang begitu besar, pihaknya akan memperpanjang masa pelaksaan kegiatan donor darah hingga H-1 lebaran dengan target sekitar 500 kantong darah.

“Awalnya kami hanya menargetkan sekitar 100 kantong darah saja. Dan hari ini (kemarin, Red) sudah lebih dari 200 kantong darah. Melihat animo masyarakat yang cukup besar, maka pelaksanaan donor darah kami perpajang hingga sehari menjelang lebaran nanti,” katanya.

Demikian juga dengan paket sembako yang didibagikan kepada para pendonor darah. Yayasan Bhakti Suci akan men-support ucapan terima kasih berupa paket sembako sebanyak 500 paket berupa beras, mi instan, dan minyak goreng. (*)

Most Read

Energi Ekstra di Balapan Kandang

Truk Pengangkut Sampah Terbalik

Solusi Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

Artikel Terbaru

/