alexametrics
31.7 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Bangun Kesadaran Masyarakat

WAKIL Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Syarif Abdullah Alkadrie mengajak seluruh komponen membangun kesadaran masyarakat sebagai bentuk pertahanan utama pencegahan penularan Covid 19 sebagai hal utama.

“Jika masyarakatnya saja belum merata memahami bahanyanya Covid 19, berapapun petugas yang ditempatkan melakukan  pengaman, tidak akan cukup membendung mobilitas masyarakat terutama karena dorongan lebaran yang selama ini menjadi tradisi pulang kampung,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya pertama-tama hal yang harus didasari adalah bagaimana mindsetnya antara aturan dengan keselamatan harus tetap singkrong. Apalagi kepetingannyah untuk umum,

manusia dan kepentingan bersama seluruh elemen anak bangsa. “Bukan kepentingan siapa -siapa larangan ini diberlakukan. Di sini yang menjadi pemikiran adalah kenapa masyarakat  masih nekat mengejar penyakit, yang harus menjadi pemikiran bersama. Ataukah mindsetnya tidak nyambung atau mereka seolah-olah  tidak memperdulikan terhadap aturan itu,” ucapnya saat melalukan dialog bersama beberapa waktu lalu di TV Swasta Nasional. Dia menambahkan pemerintah dalam hal ini, sudah mengupayakan secara teknis sampai bentuk penyekatan ke beberapa titik. Namun tetap saja lonjakan para pemudik tidak bisa dibendung.

Baca Juga :  Prioritas Distribusi ke Apotek

Melonjaknya Covid 19 lantaran bolanya memang berada di daerah. Pemerintah dalam hal ini tidak ingin melihat lonjakan meningkat ke daerah-daerah dan tentunya

masyarakat setelah lebaran akan kembali ke kota besar karena kota besar menjadi kunci penularan yang sangat masif untuk Covid 19.

“Saya harapkan persepsi kita harus seirama dengan pelarangan ini. Harus berlaku secara keseluruhan, baik pendatang dari luar negeri, dan tempat – tempat wisata juga harus

diberlakukan sama. Selama larangan mudik  diberlakukan supaya iramanya sama, tujuannya yaitu untuk kesalamatan bersama,” pintanya.

Dengan demikian, kata politisi dari Dapil Kalimantan Barat 1 ini, harus ada koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, satgas Covid-19, pemerintah daerah, dan operator transportasi.

Baca Juga :  Warkop dan Kafe Tutup Pukul 21.00 WIB

Tujuanya juga agar operasi penyekatan berjalan baik. Di daerah juga tidak terjadi lonjakan penyebaran virus. Sebab beberapa ruas jalan darat ada yang sampai jebol dan akhirnya

pemudik bisa lepas dan bahkan hasil dari pemeriksaan swab acak dari 6000 pemudik separuh darinya, 4000 orang yang terpapar positif.

Untuk itu, sambujngnya, koordinasi dari pemerintah pusat sampai pemerintah provinsi dan kabupaten  sangat penting dilakukan. Sehingga nantinya pemerintah kabupaten

mengkordinasikan kepada aparat di bawah termasuk perangkat pemerintahan desa kemudian RT, RW dibangun kesepahaman sama. Tujuannyah juga agar tidak terjadi lonjakan besar

setelah melakukan tracking dan karantina bagi para pendatang.

“Hanya ini yang harus dilakukan  pemerintah daerah, untuk mencegah penularan Covid 19,” katanya.(den)

WAKIL Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Syarif Abdullah Alkadrie mengajak seluruh komponen membangun kesadaran masyarakat sebagai bentuk pertahanan utama pencegahan penularan Covid 19 sebagai hal utama.

“Jika masyarakatnya saja belum merata memahami bahanyanya Covid 19, berapapun petugas yang ditempatkan melakukan  pengaman, tidak akan cukup membendung mobilitas masyarakat terutama karena dorongan lebaran yang selama ini menjadi tradisi pulang kampung,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya pertama-tama hal yang harus didasari adalah bagaimana mindsetnya antara aturan dengan keselamatan harus tetap singkrong. Apalagi kepetingannyah untuk umum,

manusia dan kepentingan bersama seluruh elemen anak bangsa. “Bukan kepentingan siapa -siapa larangan ini diberlakukan. Di sini yang menjadi pemikiran adalah kenapa masyarakat  masih nekat mengejar penyakit, yang harus menjadi pemikiran bersama. Ataukah mindsetnya tidak nyambung atau mereka seolah-olah  tidak memperdulikan terhadap aturan itu,” ucapnya saat melalukan dialog bersama beberapa waktu lalu di TV Swasta Nasional. Dia menambahkan pemerintah dalam hal ini, sudah mengupayakan secara teknis sampai bentuk penyekatan ke beberapa titik. Namun tetap saja lonjakan para pemudik tidak bisa dibendung.

Baca Juga :  Warkop dan Kafe Tutup Pukul 21.00 WIB

Melonjaknya Covid 19 lantaran bolanya memang berada di daerah. Pemerintah dalam hal ini tidak ingin melihat lonjakan meningkat ke daerah-daerah dan tentunya

masyarakat setelah lebaran akan kembali ke kota besar karena kota besar menjadi kunci penularan yang sangat masif untuk Covid 19.

“Saya harapkan persepsi kita harus seirama dengan pelarangan ini. Harus berlaku secara keseluruhan, baik pendatang dari luar negeri, dan tempat – tempat wisata juga harus

diberlakukan sama. Selama larangan mudik  diberlakukan supaya iramanya sama, tujuannya yaitu untuk kesalamatan bersama,” pintanya.

Dengan demikian, kata politisi dari Dapil Kalimantan Barat 1 ini, harus ada koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, satgas Covid-19, pemerintah daerah, dan operator transportasi.

Baca Juga :  Prioritas Distribusi ke Apotek

Tujuanya juga agar operasi penyekatan berjalan baik. Di daerah juga tidak terjadi lonjakan penyebaran virus. Sebab beberapa ruas jalan darat ada yang sampai jebol dan akhirnya

pemudik bisa lepas dan bahkan hasil dari pemeriksaan swab acak dari 6000 pemudik separuh darinya, 4000 orang yang terpapar positif.

Untuk itu, sambujngnya, koordinasi dari pemerintah pusat sampai pemerintah provinsi dan kabupaten  sangat penting dilakukan. Sehingga nantinya pemerintah kabupaten

mengkordinasikan kepada aparat di bawah termasuk perangkat pemerintahan desa kemudian RT, RW dibangun kesepahaman sama. Tujuannyah juga agar tidak terjadi lonjakan besar

setelah melakukan tracking dan karantina bagi para pendatang.

“Hanya ini yang harus dilakukan  pemerintah daerah, untuk mencegah penularan Covid 19,” katanya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/