alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Penghafal Quran Tak Lagi Berjalan Berkilo-Kilo Meter Untuk ke Masjid

Pondok Pesantren Thafizul Quran Syifaul Qulub di Jalan Ujung Pandang sudah berdiri sejak 2015 silam. Semakin berkembang kini pesantren itu juga mendirikan Masjid bagi para penghafal Al Quran.

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Peletakan batu pertama pembangunan masjid di Pondok Pesantren Tahfizul Quran Syifaul Qulub, Rabu (16/6) menjadi pertanda gerbong para penghafal Al Quran yang mondok di sini akan semakin ramai. Bermula di 2015 lalu, Muhammad Moechlas Syafi pendirinya membuat pondok pesantren penghafal Al Quran khusus laki-laki. Enam tahun berjalan, pondok  ini makin berkembang. Hingga kini, jumlah santrinya mencapai 50 orang. 10 orang santri telah hafal Al Quran.

Kini Pondok pesantren itu bakal mendirikan masjid. Posisinya tak jauh dengan lokasi pesantren. Tekad kuat Muhammad ingin mendirikan masjid disebabkan karena jarak pesantren dengan masjid cukup jauh. Ketika azan lima waktu berkumandang, para santri harus menempuh empat sampai lima kilometer menuju masjid. Pertimbangan jarak yang cukup jauh, membulatkan tekadnya untuk mendirikan masjid di sekitaran pesantren.

Baca Juga :  Kapal Vietnam Abaikan Tembakan Peringatan

Pondok pesantren yang ada ini, lanjut dia baru berdiri di 2017. Selama dua tahun belum miliki gedung, proses pembelajaran santri dilakukan di rumah. Sama dengan pembangunan masjid, akan dilakukan secara bertahap. Mudah-mudahan niatnya berjalan lancar. Sehingga dalam proses pembangunan masjid tidak memakan waktu lama. Untuk para santrinya, tidak hanya dari Pontianak. Beberapa dari Sambas, Sintang dan Ketapang. “Dari Malaysia juga ada,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Pontianak Zulfidar Zaidar Mochtar juga datang pada peletakan batu pertama pembangunan masjid Pondok Pesantren Thafizul Quran Syifaul Qulub. “Saya berharap adanya pesantren dan peletakan batu pertama masjid ini dapat mempengaruhi sifat, mental dan psikologis dari masayarakat setempat untuk memanfaatkan keberaadaan pesantren dan  masjid ini untuk salat. Yang dulunya masayarakat harus jauh ke masjid kini untuk salat sudah semakin dekat,” ujarnya. Ia berharap di masjid bisa menjadi tempat syiar agama  islam. Dengan begitu Islam bisa menjadi harapan bersama umat muslim. “Itu harapan saya,” ujarnya.(**)

Pondok Pesantren Thafizul Quran Syifaul Qulub di Jalan Ujung Pandang sudah berdiri sejak 2015 silam. Semakin berkembang kini pesantren itu juga mendirikan Masjid bagi para penghafal Al Quran.

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Peletakan batu pertama pembangunan masjid di Pondok Pesantren Tahfizul Quran Syifaul Qulub, Rabu (16/6) menjadi pertanda gerbong para penghafal Al Quran yang mondok di sini akan semakin ramai. Bermula di 2015 lalu, Muhammad Moechlas Syafi pendirinya membuat pondok pesantren penghafal Al Quran khusus laki-laki. Enam tahun berjalan, pondok  ini makin berkembang. Hingga kini, jumlah santrinya mencapai 50 orang. 10 orang santri telah hafal Al Quran.

Kini Pondok pesantren itu bakal mendirikan masjid. Posisinya tak jauh dengan lokasi pesantren. Tekad kuat Muhammad ingin mendirikan masjid disebabkan karena jarak pesantren dengan masjid cukup jauh. Ketika azan lima waktu berkumandang, para santri harus menempuh empat sampai lima kilometer menuju masjid. Pertimbangan jarak yang cukup jauh, membulatkan tekadnya untuk mendirikan masjid di sekitaran pesantren.

Baca Juga :  MTs dan MA Riyadhul Ulum Sungai Pinyuh Terbakar

Pondok pesantren yang ada ini, lanjut dia baru berdiri di 2017. Selama dua tahun belum miliki gedung, proses pembelajaran santri dilakukan di rumah. Sama dengan pembangunan masjid, akan dilakukan secara bertahap. Mudah-mudahan niatnya berjalan lancar. Sehingga dalam proses pembangunan masjid tidak memakan waktu lama. Untuk para santrinya, tidak hanya dari Pontianak. Beberapa dari Sambas, Sintang dan Ketapang. “Dari Malaysia juga ada,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Pontianak Zulfidar Zaidar Mochtar juga datang pada peletakan batu pertama pembangunan masjid Pondok Pesantren Thafizul Quran Syifaul Qulub. “Saya berharap adanya pesantren dan peletakan batu pertama masjid ini dapat mempengaruhi sifat, mental dan psikologis dari masayarakat setempat untuk memanfaatkan keberaadaan pesantren dan  masjid ini untuk salat. Yang dulunya masayarakat harus jauh ke masjid kini untuk salat sudah semakin dekat,” ujarnya. Ia berharap di masjid bisa menjadi tempat syiar agama  islam. Dengan begitu Islam bisa menjadi harapan bersama umat muslim. “Itu harapan saya,” ujarnya.(**)

Most Read

Artikel Terbaru

/