alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Polda Kirim Surat Panggilan Hendropriyono

Terkait Pernyataan Kontroversial Mengenai Sultan Hamid

PONTIANAK– Kepolisian Daerah Kalimantan Barat telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Hendropriyono atas dugaan tindak pidana Undang Undang ITE (Informasi Transaksi Elektronik) melalui video yang menyebutkan Sultan Hamid II sebagai Penghianat Bangsa pada kanal youtube.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar telah melayangkan surat panggilan klarifikasi kepada terlapor (Hendropriyono).

“Surat panggilan klarifikasi sudah dilayangkan. Hanya saja, dijawab oleh pengacaranya agar dijadwalkan ulang karena Covid-19,” katanya.

Selain itu, kata Donny, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari pihak pelapor, melakukan permintaan keterangan dari saksi ahli sejarah, ahli Bahasa Indonesia dan saksi ahli UU ITE. Selanjutnya, kata Donny, pihaknya akan melakukan gelar perkara.

“Intinya, perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Selanjutnya, akan dilakukan gelar perkara. Namun kapan waktunya, kami masih belum tahu,” terangnya.

Baca Juga :  Sultan Adukan Hendropriyono ke Polisi

Sementara itu, Pangeran Sri Negara Kesultanan Pontianak Syarif Mahmud Alkadrie mengaku telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar.

“SP2HP sudah saya terima. Sejauh ini ada empat surat. Termasuk pemanggilan Hendropriyono,” kata Mahmud.

Hanya saja, dalam isi tersebut, penyidik Polda Kalbar tidak menyebutkan kapan surat panggilan klarifikasi Hendropriyono itu dilayangkan, dan kapan yang bersangkutan akan menghadiri panggilan. “Saya sebagai pelapor, berhak mempertanyakan hal itu,” katanya.

“Saya juga minta Polda Kalbar segera memanggil yang bersangkutan dan meminta dia membuktikan omongannya karena Sultan Hamid II adalah tokoh kebanggaan masyarakat Pontianak dan Kalbar bahkan Indonesia,” sambungnya.

Sementara di sisi lain, Syarif Mahmud Alkadrie mengaku telah mendapat surat panggilan dari Bareskrim Mabes Polri perihal video Hendropriyono yang dilaporkannya ke Polda Kalbar. “Saya dituding melakukan tindak pidana pengaduan palsu, pencemaran nama baik dan fitnah,” katanya.

Baca Juga :  Bayi 1,5 tahun Tenggelam di Saluran Air

Syarif Mahmud dilaporkan ke Bareskrim oleh seseorang bernama Supriyadi pada 17 Juni 2020. “Saya heran, apakah Bareskrim tidak salah alamat? Kasus UU ITE atas Hendropriyono saja belum selesai. Kalau pun mau melaporkan saya, silakan selesaikan dulu,” katanya.

Sebelumnya,  Kesultanan Pontianak resmi melaporkan A.M. Hendropriyono ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Sabtu (13/6) malam, atas pernyataannya di dalam sebuah video yang beredar di kanal youtube yang menyebutkan Sultan Hamid II sebagai penghianat bangsa.

“Saya sebagai Pangeran Sri Negara Kesultanan Kadariyah Pontianak mewakili keluarga besar Sultan Hamid II melaporkan A.M. Hendropriyono atas pernyataannya itu,” kata Syarif Mahmud usai mendatangi Polda Kalbar, Sabtu (13/6).

Menurutnya, saat ini banyak pihak di Pontianak yang tidak terima atas pernyataan mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) itu. Ia sendiri, yang merupakan kerabat Kesultanan Kadariyah Pontianak, mengaku tersinggung atas pernyataan A.M Hendropriyono dalam video tersebut. (arf)

 

Terkait Pernyataan Kontroversial Mengenai Sultan Hamid

PONTIANAK– Kepolisian Daerah Kalimantan Barat telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Hendropriyono atas dugaan tindak pidana Undang Undang ITE (Informasi Transaksi Elektronik) melalui video yang menyebutkan Sultan Hamid II sebagai Penghianat Bangsa pada kanal youtube.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar telah melayangkan surat panggilan klarifikasi kepada terlapor (Hendropriyono).

“Surat panggilan klarifikasi sudah dilayangkan. Hanya saja, dijawab oleh pengacaranya agar dijadwalkan ulang karena Covid-19,” katanya.

Selain itu, kata Donny, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari pihak pelapor, melakukan permintaan keterangan dari saksi ahli sejarah, ahli Bahasa Indonesia dan saksi ahli UU ITE. Selanjutnya, kata Donny, pihaknya akan melakukan gelar perkara.

“Intinya, perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Selanjutnya, akan dilakukan gelar perkara. Namun kapan waktunya, kami masih belum tahu,” terangnya.

Baca Juga :  Sultan Adukan Hendropriyono ke Polisi

Sementara itu, Pangeran Sri Negara Kesultanan Pontianak Syarif Mahmud Alkadrie mengaku telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar.

“SP2HP sudah saya terima. Sejauh ini ada empat surat. Termasuk pemanggilan Hendropriyono,” kata Mahmud.

Hanya saja, dalam isi tersebut, penyidik Polda Kalbar tidak menyebutkan kapan surat panggilan klarifikasi Hendropriyono itu dilayangkan, dan kapan yang bersangkutan akan menghadiri panggilan. “Saya sebagai pelapor, berhak mempertanyakan hal itu,” katanya.

“Saya juga minta Polda Kalbar segera memanggil yang bersangkutan dan meminta dia membuktikan omongannya karena Sultan Hamid II adalah tokoh kebanggaan masyarakat Pontianak dan Kalbar bahkan Indonesia,” sambungnya.

Sementara di sisi lain, Syarif Mahmud Alkadrie mengaku telah mendapat surat panggilan dari Bareskrim Mabes Polri perihal video Hendropriyono yang dilaporkannya ke Polda Kalbar. “Saya dituding melakukan tindak pidana pengaduan palsu, pencemaran nama baik dan fitnah,” katanya.

Baca Juga :  Syarif Mahmud Alkadrie Hadirkan Saksi Ahli Sejarah

Syarif Mahmud dilaporkan ke Bareskrim oleh seseorang bernama Supriyadi pada 17 Juni 2020. “Saya heran, apakah Bareskrim tidak salah alamat? Kasus UU ITE atas Hendropriyono saja belum selesai. Kalau pun mau melaporkan saya, silakan selesaikan dulu,” katanya.

Sebelumnya,  Kesultanan Pontianak resmi melaporkan A.M. Hendropriyono ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Sabtu (13/6) malam, atas pernyataannya di dalam sebuah video yang beredar di kanal youtube yang menyebutkan Sultan Hamid II sebagai penghianat bangsa.

“Saya sebagai Pangeran Sri Negara Kesultanan Kadariyah Pontianak mewakili keluarga besar Sultan Hamid II melaporkan A.M. Hendropriyono atas pernyataannya itu,” kata Syarif Mahmud usai mendatangi Polda Kalbar, Sabtu (13/6).

Menurutnya, saat ini banyak pihak di Pontianak yang tidak terima atas pernyataan mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) itu. Ia sendiri, yang merupakan kerabat Kesultanan Kadariyah Pontianak, mengaku tersinggung atas pernyataan A.M Hendropriyono dalam video tersebut. (arf)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/