alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Wakil ketua KPK Apresiasi Penerapan Siskuedes Online 

SUNGAI RAYA-Dengan Aplikasi Siskeudes secara online dan melalui cash management system yang terkoneksi dengan Bank Kalbar, penyaluran Dana Desa dan BLTnya di desa-desa Kubu Raya langsung dikirim antar rekening. Pencegahan korupsi dengan sendirinya terbangun dan warga yang dibantu dapat lebih nyaman serta tidak harus berkerumun. Dalam kunjungan kerja ke Desa Parit Raya, Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, yang didampingi Kaper BPKP Kalbar, Bupati Kubu Raya dan Dirut Bank Kalbar, sampaikan apresiasinya.

“Dari beberapa desa yang saya kunjungi, baru di sini saya melihat adanya inovasi yang luar biasa dalam menjaga penyaluran dana desa sehingga dapat sesuai dengan aturan yang berlaku dan terjaga dari korupsi,” demikian disampaikan Lili Pintauli Siregar di Kantor Desa Parit Baru Kubu Raya, Kamis (16/7)

Didampingi Kaper BPKP Kalbar Dikdik Sadikin, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Dirut Bank Kalbar Samsir Ismail dan Kepala Desa Kubu Raya beserta jajaran, aparat desa mendemonstrasikan penggunaan Siskeudes yang telah dilakukan dengan Cash Management System secara online dan terintegrasi dengan Bank Kalbar. Dengan cara ini, penyaluran dana desa (DD) dapat langsung dikirim dari rekening kas negara ke rekening kas desa. Demikian juga penyaluran dana desa yang menjadi bagian bantuan dari DD dapat langsung diterima di rekening masing-masing warga terdampak Covid-19 secara online. Di samping terjaga fisik uang dari risiko perampokan, juga terjaga dari korupsi, berupa penyalahgunaan keuangan ataupun pemotongan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Pulang Lah Nak!

Ada video testimoni dari Kepala Desa dan para warga yang dibantu. Bagi kepala desa sistem online ini akan memudahkan mengambil dana desa ke ibu kota yang bukan saja bisa menempuh perjalanan  berjam-jam, antara lain ada yang harus menggunakan speed boat,tapi juga aman dari perampokan. “Dapat dibayangkan bagaimana riskannya membawa uang ratusan juta rupiah secara fisik dengan perjalanan yang jauh,” ujar seorang Kepala Desa di video testimoni.

Adapun dalam testimoni warga yang mendapat bantuan BLT, diakui sistem online yang dananya langsung masuk ke rekening, memberikan kenyamanan. Tanpa harus antri dan langsung menggunakan bantuan pemerintah itu melalui kartu ATM.

Kabid Bina Keuangan dan Aset Desa DPMD Kabupaten Kubu Raya Rini Kurnia Solehat, mengatakan, sistem Siskeudes online itu juga selaras dengan tujuan protokol kesehatan Covid-19, dalam menghindari adanya kerumunan massa. “Biasanya, apabila dilakukan pembagian secara fisik, masyarakat berjejal antri dalam mendapatkan

Wakil ketua KPK Lili Pintauli mengapresiasi inovasi dari Bupati atas sistem online dengan BPD yang dapat mengendalikan sekaligus memudahkan penyaluran dana desa dan juga penyaluran bantuan sosialnya. Diharapkan dana desa yang disalurkan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Kepala Perwakilan BPKP Dikdik Sadikin dalam kesempatan itu mengingatkan kembali kepada Bupati dan aparat desa untuk mendorong penyaluran Dana Desa. Sesuai PMK No 50/PMK.07/2020 tahun 2020 perubahan kedua PMK Nomor 205 tentang Pengelolaan Dana Desa, terdapat relaksasi atau kelonggaran dalam rangka penyaluran dana desa dikaitkan dengan pandemi. Sehingga penyaluran Dana Desa tahap 1 dan tahap 2 disalurkan ke rekening desa nyaris tanpa desa harus menyampaikan persyaratan penyaluran.

Baca Juga :  Masih Rendah, DJPb Kalbar Dorong Penyerapan Dana Desa

“Bisa dipahami, kondisi warga terdampak Covid-19 harus dilakukan bantuan sesegera mungkin. Sehingga untuk tahap-tahap awal penyaluran Dana Desa ada kelonggaran persyaratan atau relaksasi. Yang penting, dana desa yang di dalamnya terdapat bagian untuk bantuan kepada warga dapat segera disalurkan,” jelas Dikdik.

Namun, tidak berarti persyaratan itu ditinggalkan. Sebelum penyaluran tahap 3, sebagai tahap akhir, dilakukan, seluruh persyaratan dan pertanggungjawaban dokumen tahap 1 dan yahap 2, termasuk perubahan APBDesnya, akan ditagih. Namun, melihat sistem online yang sudah dilaksanakan di Desa Parit Baru, Kaper BPKP Kalbar optimis dengan desa-desa di Kubu Raya, bahwa penyelesaian persyaratan yang dibutuhkan untuk penyaluran bantuan tahap 3, yang paling cepat Juli 2020 itu, dapat disampaikan segera.

“Sehingga, semua desa di Kubu Raya dapat menjadi terdepan dalam hal penyampaian semua persyaratan, yang pada gilirannya penyaluran dana desa dapat segera dilakukan dan diterima manfaatnya oleh masyarakat desa,” ujar Dikdik.

Bupati Kubu Raya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua dan Kaper BPKP Kalbar atas kunjungannya, sehingga menjadi support dan semangat bagi desa-desa di Kubu Raya untuk dapat meningkatkan lagi kinerjanya bagi kesejahteraan masyarakat. (sti/r)

SUNGAI RAYA-Dengan Aplikasi Siskeudes secara online dan melalui cash management system yang terkoneksi dengan Bank Kalbar, penyaluran Dana Desa dan BLTnya di desa-desa Kubu Raya langsung dikirim antar rekening. Pencegahan korupsi dengan sendirinya terbangun dan warga yang dibantu dapat lebih nyaman serta tidak harus berkerumun. Dalam kunjungan kerja ke Desa Parit Raya, Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, yang didampingi Kaper BPKP Kalbar, Bupati Kubu Raya dan Dirut Bank Kalbar, sampaikan apresiasinya.

“Dari beberapa desa yang saya kunjungi, baru di sini saya melihat adanya inovasi yang luar biasa dalam menjaga penyaluran dana desa sehingga dapat sesuai dengan aturan yang berlaku dan terjaga dari korupsi,” demikian disampaikan Lili Pintauli Siregar di Kantor Desa Parit Baru Kubu Raya, Kamis (16/7)

Didampingi Kaper BPKP Kalbar Dikdik Sadikin, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Dirut Bank Kalbar Samsir Ismail dan Kepala Desa Kubu Raya beserta jajaran, aparat desa mendemonstrasikan penggunaan Siskeudes yang telah dilakukan dengan Cash Management System secara online dan terintegrasi dengan Bank Kalbar. Dengan cara ini, penyaluran dana desa (DD) dapat langsung dikirim dari rekening kas negara ke rekening kas desa. Demikian juga penyaluran dana desa yang menjadi bagian bantuan dari DD dapat langsung diterima di rekening masing-masing warga terdampak Covid-19 secara online. Di samping terjaga fisik uang dari risiko perampokan, juga terjaga dari korupsi, berupa penyalahgunaan keuangan ataupun pemotongan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga :  BPKP Kalbar Siap Reviu Anggaran Penanganan PMI

Ada video testimoni dari Kepala Desa dan para warga yang dibantu. Bagi kepala desa sistem online ini akan memudahkan mengambil dana desa ke ibu kota yang bukan saja bisa menempuh perjalanan  berjam-jam, antara lain ada yang harus menggunakan speed boat,tapi juga aman dari perampokan. “Dapat dibayangkan bagaimana riskannya membawa uang ratusan juta rupiah secara fisik dengan perjalanan yang jauh,” ujar seorang Kepala Desa di video testimoni.

Adapun dalam testimoni warga yang mendapat bantuan BLT, diakui sistem online yang dananya langsung masuk ke rekening, memberikan kenyamanan. Tanpa harus antri dan langsung menggunakan bantuan pemerintah itu melalui kartu ATM.

Kabid Bina Keuangan dan Aset Desa DPMD Kabupaten Kubu Raya Rini Kurnia Solehat, mengatakan, sistem Siskeudes online itu juga selaras dengan tujuan protokol kesehatan Covid-19, dalam menghindari adanya kerumunan massa. “Biasanya, apabila dilakukan pembagian secara fisik, masyarakat berjejal antri dalam mendapatkan

Wakil ketua KPK Lili Pintauli mengapresiasi inovasi dari Bupati atas sistem online dengan BPD yang dapat mengendalikan sekaligus memudahkan penyaluran dana desa dan juga penyaluran bantuan sosialnya. Diharapkan dana desa yang disalurkan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Kepala Perwakilan BPKP Dikdik Sadikin dalam kesempatan itu mengingatkan kembali kepada Bupati dan aparat desa untuk mendorong penyaluran Dana Desa. Sesuai PMK No 50/PMK.07/2020 tahun 2020 perubahan kedua PMK Nomor 205 tentang Pengelolaan Dana Desa, terdapat relaksasi atau kelonggaran dalam rangka penyaluran dana desa dikaitkan dengan pandemi. Sehingga penyaluran Dana Desa tahap 1 dan tahap 2 disalurkan ke rekening desa nyaris tanpa desa harus menyampaikan persyaratan penyaluran.

Baca Juga :  Pemprov Kalbar Terima Hasil Pengawasan BPKP

“Bisa dipahami, kondisi warga terdampak Covid-19 harus dilakukan bantuan sesegera mungkin. Sehingga untuk tahap-tahap awal penyaluran Dana Desa ada kelonggaran persyaratan atau relaksasi. Yang penting, dana desa yang di dalamnya terdapat bagian untuk bantuan kepada warga dapat segera disalurkan,” jelas Dikdik.

Namun, tidak berarti persyaratan itu ditinggalkan. Sebelum penyaluran tahap 3, sebagai tahap akhir, dilakukan, seluruh persyaratan dan pertanggungjawaban dokumen tahap 1 dan yahap 2, termasuk perubahan APBDesnya, akan ditagih. Namun, melihat sistem online yang sudah dilaksanakan di Desa Parit Baru, Kaper BPKP Kalbar optimis dengan desa-desa di Kubu Raya, bahwa penyelesaian persyaratan yang dibutuhkan untuk penyaluran bantuan tahap 3, yang paling cepat Juli 2020 itu, dapat disampaikan segera.

“Sehingga, semua desa di Kubu Raya dapat menjadi terdepan dalam hal penyampaian semua persyaratan, yang pada gilirannya penyaluran dana desa dapat segera dilakukan dan diterima manfaatnya oleh masyarakat desa,” ujar Dikdik.

Bupati Kubu Raya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua dan Kaper BPKP Kalbar atas kunjungannya, sehingga menjadi support dan semangat bagi desa-desa di Kubu Raya untuk dapat meningkatkan lagi kinerjanya bagi kesejahteraan masyarakat. (sti/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/