alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Berharap Anak Usia di Bawah 12 Tahun Bisa Segera Divaksin

PONTIANAK—Sejumlah orang tua mempertanyakan kapan anak usia di bawah 12 tahun bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

Murni (40), warga Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, berharap secepatnya pemerintah bisa merealisasikan vaksin Covid-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun. Tentunya setelah melalui penelitian dan diyakini aman, tanpa efek samping yang membahayakan.

“Yang saya ketahui, negara lain sudah mulai melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak usia 3 tahun. Sementara, Indonesia baru mengizinkan vaksinasi untuk anak di atas 12 tahun. Mudah-mudahan bisa secepatnya,” kata ibu rumah tangga ini.

Apalagi, anak-anak, mulai TK dan SD  di Pontianak sudah melakukan pembelajaran tatap muka sejak beberapa bulan lalu. Murni yakin, dengan adanya vaksin untuk anak di bawah 12 tahun maka akan meredam kekhawatiran para orang tua akan terjangkitnya anak-anak mereka dari Covid-19 di sekolah.

“Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa terealisasi. Apapun mereknya tidak masalah. Yang penting sudah teruji dan tidak membahayakan,” katanya.

Baca Juga :  LPP RRI Pontianak MoU dengan Polda Kalbar Terkait Materi Siaran

Senada itu, warga lainnya Sri Rianti (34) juga berharap serupa. Warga Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat ini yakin bahwa protokol sekolah tatap muka sudah sangat ketat. Di mana, di sekolah dasar negeri, anak-anak hanya sekitar 2 jam di kelas dan wajib menggunakan masker. Bahkan ada yang menambahkan face shiled. Selain itu, pembelajaran tatap muka pun hanya seminggu dua kali.

“Memang prokes di sekolah sudah sangat ketat. Tapi dengan adanya vaksin untuk anak di bawah 12 tahun, akan semakin membuat orang tua tenang melepas anaknya ke sekolah. Dan juga, dengan adanya vaksin, semoga sekolah tatap muka bisa kembali normal,” harap ibu yang kesehariannya juga berprofesi sebagai penjahit ini.

Sementara itu, dalam acara #GoodTalkSeries IG Live kolaborasi Good Doctor dengan Sentra Vaksinasi Serviam, Kamis malam (14/10), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak dan Dokter Spesialis Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Rini Sekartini mengatakan vaksinasi anak di negara lain sudah sejak usia 3 tahun menggunakan vaksin Sinovac. Di Indonesia, belum dibolehkan untuk anak di bawah 12 tahun.

Baca Juga :  Ramadan Tetap Jalankan Prokes

“Namun, saat ini tengah dilakukan penelitan vaksin buatan Biofarma di mana anak-anak dilibatkan. Namun, penelitian dilakukan bertahap mulai dari dewasa, lansia, dan baru anak-anak. Diharapkan tahun depan sudah ada hasilnya,” katanya.

Karena anak-anak belum bisa divaksin, menurut Rini, salah satu upaya melindungi dari infeksi Covid-19 dengan memberikan nutrisi yang sehat. Selain itu, karena anak-anak lebih banyak berkegiatan di rumah, berikan vitamin secukupnya saja jangan berlebihan, cukup vitamin D dan Vitamin C. Atau cukup multivitamin dan Vitamin D. Anak-anak tidak membutuhkan vitamin E secara khusus.

“Jangan berlebihan karena akan dibuang kelebihannya melalui urine. Vitamin D penting karena banyak anak kekurangan vitamin D terlebih setelah pandemi jarang aktivitas fisik di bawah sinar matahari,” jelasnya. (zan)

PONTIANAK—Sejumlah orang tua mempertanyakan kapan anak usia di bawah 12 tahun bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

Murni (40), warga Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, berharap secepatnya pemerintah bisa merealisasikan vaksin Covid-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun. Tentunya setelah melalui penelitian dan diyakini aman, tanpa efek samping yang membahayakan.

“Yang saya ketahui, negara lain sudah mulai melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak usia 3 tahun. Sementara, Indonesia baru mengizinkan vaksinasi untuk anak di atas 12 tahun. Mudah-mudahan bisa secepatnya,” kata ibu rumah tangga ini.

Apalagi, anak-anak, mulai TK dan SD  di Pontianak sudah melakukan pembelajaran tatap muka sejak beberapa bulan lalu. Murni yakin, dengan adanya vaksin untuk anak di bawah 12 tahun maka akan meredam kekhawatiran para orang tua akan terjangkitnya anak-anak mereka dari Covid-19 di sekolah.

“Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa terealisasi. Apapun mereknya tidak masalah. Yang penting sudah teruji dan tidak membahayakan,” katanya.

Baca Juga :  Radio Mujahidin FM Raih 3 Piala KPID Kalbar Award 2019

Senada itu, warga lainnya Sri Rianti (34) juga berharap serupa. Warga Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat ini yakin bahwa protokol sekolah tatap muka sudah sangat ketat. Di mana, di sekolah dasar negeri, anak-anak hanya sekitar 2 jam di kelas dan wajib menggunakan masker. Bahkan ada yang menambahkan face shiled. Selain itu, pembelajaran tatap muka pun hanya seminggu dua kali.

“Memang prokes di sekolah sudah sangat ketat. Tapi dengan adanya vaksin untuk anak di bawah 12 tahun, akan semakin membuat orang tua tenang melepas anaknya ke sekolah. Dan juga, dengan adanya vaksin, semoga sekolah tatap muka bisa kembali normal,” harap ibu yang kesehariannya juga berprofesi sebagai penjahit ini.

Sementara itu, dalam acara #GoodTalkSeries IG Live kolaborasi Good Doctor dengan Sentra Vaksinasi Serviam, Kamis malam (14/10), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak dan Dokter Spesialis Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Rini Sekartini mengatakan vaksinasi anak di negara lain sudah sejak usia 3 tahun menggunakan vaksin Sinovac. Di Indonesia, belum dibolehkan untuk anak di bawah 12 tahun.

Baca Juga :  Tegakkan Prokes selama Ramadan

“Namun, saat ini tengah dilakukan penelitan vaksin buatan Biofarma di mana anak-anak dilibatkan. Namun, penelitian dilakukan bertahap mulai dari dewasa, lansia, dan baru anak-anak. Diharapkan tahun depan sudah ada hasilnya,” katanya.

Karena anak-anak belum bisa divaksin, menurut Rini, salah satu upaya melindungi dari infeksi Covid-19 dengan memberikan nutrisi yang sehat. Selain itu, karena anak-anak lebih banyak berkegiatan di rumah, berikan vitamin secukupnya saja jangan berlebihan, cukup vitamin D dan Vitamin C. Atau cukup multivitamin dan Vitamin D. Anak-anak tidak membutuhkan vitamin E secara khusus.

“Jangan berlebihan karena akan dibuang kelebihannya melalui urine. Vitamin D penting karena banyak anak kekurangan vitamin D terlebih setelah pandemi jarang aktivitas fisik di bawah sinar matahari,” jelasnya. (zan)

Most Read

Artikel Terbaru

/