alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Jangan Khianati Hasil Tes Lelang Jabatan

PONTIANAK – Proses lelang jabatan tinggi pimpinan tinggi pratama di Pemkab Bengkayang memasuki tahap akhir. Ada tiga nama dari hasil lelang jabatan itu yang kemudian dipilih salah satu untuk menempati jabatan tinggi pratama di Pemkab Bengkayang.

Lelang jabatan itu untuk Asisten Pemerintahan dan Hukum (Asisten 1), Asisten Administrasi dan Umum (Asisten III), Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Daerah Tertinggal serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Tokoh masyarakat Kabupaten Bengkayang, Herman Ivo meminta hasil lelang jabatan yang dilakukan itu haruslah objektif. Saat ini ada tiga nama yang dikirim untuk dipilih. Artinya yang dipilih tentulah mereka yang mendapatkan hasil terbaik.
“Jangan sampai ada pengkhianatan hasil tes, apapun alasannya. Kami ingin lelang jabatan ini betul-betul objektif,” tegas Ivo di Pontianak, kemarin.

Baca Juga :  Wali Kota Apresiasi Warga Patuhi Larangan Rayakan Malam Tahun Baru

Herman menjelaskan secara teknis ini dari tiga nama yang dikirim itu, user dalam hal ini Bupati Bengkayang menggunakan hak preogatifnya untuk menentukan pilihan, maka ia mengingatkan bahwa hak itu harus digunakan secara benar.
“Tiga nama yang dikirim itukan agar mengetahui potensi yang ada dari hasil tes sehingga tidak membuat dalih-dalih untuk mengambil keputusan,” kata mantan Anggota DPRD Kalimantan Barat ini.

Ia mencontohkan proses lelang jabatan yang dilakukan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, dimana yang terpilih untuk memegang jabatan adalah memiliki kompetensi yang terbaik dari tiga nama yang dikirim.
“Apa yang dilakukan Pak Sutarmidji itu sebagai contoh dan membanggakan. Seleksi ini yang terbuka secara umum, sehingga yang terbaik itu diputuskan secara terbuka. Jadi jangan salah mengartikan hak preogatif,” jelas dia.

Baca Juga :  Wali Kota Minta Warga Taati Pembatasan Aktivitas

Selain itupun ia mengingatkan bahwa saat ini Bengkayang sedang dirundung duka, sehingga seleksi terbuka ini sebagai momemtum untuk memperbaiki kinerja sekaligus memaksimalkan potensi ASN di Bengkayang.

Upaya memaksimalkan potensi itu dengan menempatkan ASN dengan kemampuan baik leadership, integritas, wawasan dan komitmen terhadap daerah. “Proses perekrutan seperti ini mesti dipahami bahwa jika terjadi keputusan yang menyimpang maka masyarakat akan memberikan pandangan yang negatif,” ingatnya. (mse)

PONTIANAK – Proses lelang jabatan tinggi pimpinan tinggi pratama di Pemkab Bengkayang memasuki tahap akhir. Ada tiga nama dari hasil lelang jabatan itu yang kemudian dipilih salah satu untuk menempati jabatan tinggi pratama di Pemkab Bengkayang.

Lelang jabatan itu untuk Asisten Pemerintahan dan Hukum (Asisten 1), Asisten Administrasi dan Umum (Asisten III), Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Daerah Tertinggal serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Tokoh masyarakat Kabupaten Bengkayang, Herman Ivo meminta hasil lelang jabatan yang dilakukan itu haruslah objektif. Saat ini ada tiga nama yang dikirim untuk dipilih. Artinya yang dipilih tentulah mereka yang mendapatkan hasil terbaik.
“Jangan sampai ada pengkhianatan hasil tes, apapun alasannya. Kami ingin lelang jabatan ini betul-betul objektif,” tegas Ivo di Pontianak, kemarin.

Baca Juga :  Siap-siap Tilang Elektronik

Herman menjelaskan secara teknis ini dari tiga nama yang dikirim itu, user dalam hal ini Bupati Bengkayang menggunakan hak preogatifnya untuk menentukan pilihan, maka ia mengingatkan bahwa hak itu harus digunakan secara benar.
“Tiga nama yang dikirim itukan agar mengetahui potensi yang ada dari hasil tes sehingga tidak membuat dalih-dalih untuk mengambil keputusan,” kata mantan Anggota DPRD Kalimantan Barat ini.

Ia mencontohkan proses lelang jabatan yang dilakukan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, dimana yang terpilih untuk memegang jabatan adalah memiliki kompetensi yang terbaik dari tiga nama yang dikirim.
“Apa yang dilakukan Pak Sutarmidji itu sebagai contoh dan membanggakan. Seleksi ini yang terbuka secara umum, sehingga yang terbaik itu diputuskan secara terbuka. Jadi jangan salah mengartikan hak preogatif,” jelas dia.

Baca Juga :  Wali Kota Apresiasi Warga Patuhi Larangan Rayakan Malam Tahun Baru

Selain itupun ia mengingatkan bahwa saat ini Bengkayang sedang dirundung duka, sehingga seleksi terbuka ini sebagai momemtum untuk memperbaiki kinerja sekaligus memaksimalkan potensi ASN di Bengkayang.

Upaya memaksimalkan potensi itu dengan menempatkan ASN dengan kemampuan baik leadership, integritas, wawasan dan komitmen terhadap daerah. “Proses perekrutan seperti ini mesti dipahami bahwa jika terjadi keputusan yang menyimpang maka masyarakat akan memberikan pandangan yang negatif,” ingatnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/