alexametrics
31 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Siap Sekolah Tatap Muka

PONTIANAK-Pembelajaran tatap muka dipastikan akan berjalan di Januari tahun depan. Saat ini segala persiapan pembelajaran tatap muka tengah disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak.  Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan sejauh ini pihaknya sudah siap untuk menggelar belajar tatap muka di kelas.  “Untuk sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan di sekolah saat ini telah siap, demikian juga dengan guru-gurunya,” timpalnya Rabu (16/12).

Pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait proses belajar tatap muka di sekolah. Dalam persiapannya, ia memastikan akan dilakukan secara demokratis dengan keterlibatan orang tua siswa dan komite sekolah. “Kesiapan sarana dan lainnya harus dipastikan sehingga proses pembelajaran tatap muka bisa dilakukan,” katanya.

Edi menambahkan, pembelajaran tatap muka di sekolah akan dilakukan secara bertahap. Artinya tidak diikuti seluruh siswa karena tempat harus dikurangi setengah dari kapasitas ruangan. Pihaknya juga akan memastikan persiapan segala sesuatu, mulai dari tempat cuci tangan, alat pengukur suhu dan sebagainya. Bagi sekolah yang belum siap, maka belum bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka. “Untuk siswa mungkin bisa dilakukan swab sebagai sampling untuk memastikan benar-benar di sekolah tersebut bebas Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  Satgas Minta Dilakukan Evaluasi Menyeluruh Bagi 54 Daerah Zona Oranye

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Syahdan menjelaskan persiapan masuk sekolah sudah dilakukan. Bahkan sosialisasi sudah dilakukan ketiap sekolah melalui virtual yang diikuti kepala sekolah. Dari hasil sosialisasi itu, diminta sekolah untuk membentuk Tim Satgas Covid 19. Tujuannya agar dapat membantu ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tugas dari Tim satgas nanti, melaporkan kepada Puskemas terdekat apabila terdapat temuan kasus covid-19 di sekolah. “Hasil sosialisasi dengan Kepsek, merekapun menyetujui untuk membuka sekolah tatap muka, karena orang tua sudah menginginkan anaknya belajar tatap muka,” ujarnya.

Mekanisme pembelajaran tatap muka nanti, akan dicoba untuk SD dan SMP. Yaitu SMP kelas 3 dan SD hanya untuk murid kelas 6. Sedangkan untuk TK pihaknya masih melakukan kajian-kajian. Itu karena pelahar TK masih kecil. Dalam pembelajaran dan penerapan tatap muka juga perlu perhatian khusus.

Baca Juga :  SDN 03 Tenguwe Porak Poranda Pasca Banjir

Dalam proses pembelajaran tatap muka ini, tentu bertahap. Sambil berjalan akan ada evaluasi,  baru kelas yang berada di bawahnya dibuka secara bertahap. Bagi orang tua siswa harus mengisi surat pernyataan bahwa bersedia anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka. Namun bagi orang tua yang masih khawatir, maka anaknya akan tetap belajar melalui daring. Artinya di Januari mendatang proses pembelajaran daring dan luring bakal dilakukan. “Ketika sekolah tatap muka nanti digelar, yang mesti menjadi penekanan adalah protokol kesehatan di tiap sekolah mesti betul-betul dijalankan,” ujar Anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali.

Ia menekankan pada setiap sekolah untuk menerapkan aturan tersebut dengan ketat. Sebab kunci menghindari virus covid-19 saat ini dengan melakukan protokol kesehatan Sebelum sekolah tatap muka digulirkan, ia meminta para kepala sekolah mengundang orang tua murid untuk disampaikan tentang rencana baik ini.  “Saya rasa orang tua akan setuju dengan niat pemerintah buat melaksanakan sekolah tatap muka ini. Mengingat anak-anak sudah terlalu lama belajar daring,” tandasnya.(iza)

PONTIANAK-Pembelajaran tatap muka dipastikan akan berjalan di Januari tahun depan. Saat ini segala persiapan pembelajaran tatap muka tengah disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak.  Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan sejauh ini pihaknya sudah siap untuk menggelar belajar tatap muka di kelas.  “Untuk sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan di sekolah saat ini telah siap, demikian juga dengan guru-gurunya,” timpalnya Rabu (16/12).

Pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait proses belajar tatap muka di sekolah. Dalam persiapannya, ia memastikan akan dilakukan secara demokratis dengan keterlibatan orang tua siswa dan komite sekolah. “Kesiapan sarana dan lainnya harus dipastikan sehingga proses pembelajaran tatap muka bisa dilakukan,” katanya.

Edi menambahkan, pembelajaran tatap muka di sekolah akan dilakukan secara bertahap. Artinya tidak diikuti seluruh siswa karena tempat harus dikurangi setengah dari kapasitas ruangan. Pihaknya juga akan memastikan persiapan segala sesuatu, mulai dari tempat cuci tangan, alat pengukur suhu dan sebagainya. Bagi sekolah yang belum siap, maka belum bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka. “Untuk siswa mungkin bisa dilakukan swab sebagai sampling untuk memastikan benar-benar di sekolah tersebut bebas Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  SMPN 4 MHS Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Syahdan menjelaskan persiapan masuk sekolah sudah dilakukan. Bahkan sosialisasi sudah dilakukan ketiap sekolah melalui virtual yang diikuti kepala sekolah. Dari hasil sosialisasi itu, diminta sekolah untuk membentuk Tim Satgas Covid 19. Tujuannya agar dapat membantu ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tugas dari Tim satgas nanti, melaporkan kepada Puskemas terdekat apabila terdapat temuan kasus covid-19 di sekolah. “Hasil sosialisasi dengan Kepsek, merekapun menyetujui untuk membuka sekolah tatap muka, karena orang tua sudah menginginkan anaknya belajar tatap muka,” ujarnya.

Mekanisme pembelajaran tatap muka nanti, akan dicoba untuk SD dan SMP. Yaitu SMP kelas 3 dan SD hanya untuk murid kelas 6. Sedangkan untuk TK pihaknya masih melakukan kajian-kajian. Itu karena pelahar TK masih kecil. Dalam pembelajaran dan penerapan tatap muka juga perlu perhatian khusus.

Baca Juga :  Senang Sekolah Dibuka Lagi

Dalam proses pembelajaran tatap muka ini, tentu bertahap. Sambil berjalan akan ada evaluasi,  baru kelas yang berada di bawahnya dibuka secara bertahap. Bagi orang tua siswa harus mengisi surat pernyataan bahwa bersedia anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka. Namun bagi orang tua yang masih khawatir, maka anaknya akan tetap belajar melalui daring. Artinya di Januari mendatang proses pembelajaran daring dan luring bakal dilakukan. “Ketika sekolah tatap muka nanti digelar, yang mesti menjadi penekanan adalah protokol kesehatan di tiap sekolah mesti betul-betul dijalankan,” ujar Anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali.

Ia menekankan pada setiap sekolah untuk menerapkan aturan tersebut dengan ketat. Sebab kunci menghindari virus covid-19 saat ini dengan melakukan protokol kesehatan Sebelum sekolah tatap muka digulirkan, ia meminta para kepala sekolah mengundang orang tua murid untuk disampaikan tentang rencana baik ini.  “Saya rasa orang tua akan setuju dengan niat pemerintah buat melaksanakan sekolah tatap muka ini. Mengingat anak-anak sudah terlalu lama belajar daring,” tandasnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/