alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

209 Nakes Telah Divaksin

PONTIANAK – Dalam waktu tiga hari, 209 tenaga kesehatan (nakes) di Kota Pontianak telah diberikan imunisasi vaksin Sinovac. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak, Sidiq Handanu, Minggu (17/1) di Pontianak.

“Proses imunisasi vaksin Sinovac di Kota Pontianak sudah mulai dilakukan sejak 14 Januari kemarin. Dari data kami (Dinkes, Red) sampai 16 Januari, total 209 nakes telah diimunisasi vaksin Sinovac. Sebelumnnya, di hari pertama kami mampu memvaksin nakes sebanyak 102 orang,” ujar Sidiq.

Ia melanjutkan, untuk jumlah nakes yang melakukan registrasi secara keseluruhan sebanyak 313. Dari jumlah tersebut diungkapkan dia bahwa 289 orang hadir di faskes yang telah ditunjuk. “Berarti sebanyak 24 orang yang tidak hadir untuk dilakukan vaksin,” katanya.

Terhadap nakes yang sudah registrasi namun tidak hadir, akan mereka lakukan penelusuran. Tahap pertama, mereka akan melihat asal tempat bertugas hingga alasan mereka tidak hadir. “Kalau tidak ada alasan kuat dan sengaja bisa dianggap menolak untuk divaksin,” ungkap Sidiq.

Baca Juga :  Hildi Tak Menyangka Terpilih jadi  Duta Besar RI untuk Republik Azerbaijan

Pihaknya juga akan melakukan pendekatan kepada mereka yang tidak hadir pada saat pelaksanaan vaksinasi. Apabila yang bersangkutan tetap menolak, dipastikan dia akan diberikan sanksi. “Jadi kita lakukan pendekatan dulu, tetapi kalau nakes tersebut menolak untuk divaksin, maka dapat dijatuhi sanksi,” katanya.

Sidiq menambahkan, dari 289 nakes yang hadir secara keseluruhan, hanya 209 yang memenuhi kriteria atau layak untuk menjalani vaksinasi. Sementara 42 di antaranya terpaksa mereka tunda karena kontra indikasi. “Kalau kontra indikasinya belum tertangani, berarti yang bersangkutan belum bisa disuntik vaksin,” terang dia.

Kemudian, sebanyak 32 nakes dinyatakan mereka tidak memenuhi kriteria untuk menjalani vaksinasi. Umumnya mereka yang tidak layak divaksin ini, menurut dia, karena memiliki penyakit komorbid maupun pernah terkonfirmasi positif Covid-19. “Hal ini diketahui saat calon peserta vaksin menjalani proses screening sebelum dinyatakan layak atau tidak untuk diimunisasi vaksin Sinovac,” jelas dia.

Baca Juga :  Perluas Tes Swab di Titik Keramaian

Untuk memberikan pelayanan yang maksimal dalam capaian program vaksinasi ini, pihaknya juga menambah jumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang melayani vaksinasi. “Sebelumnya sebanyak 36 faskes, ditambah lagi satu faskes sehingga total keseluruhan berjumlah 37 faskes,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Kalimantan Barat mulai dilaksanakan 14 Januari lalu. Tahap pertama ini baru tiga daerah yang bisa melaksanakannya yakni Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah. Untuk jumlah alokasi vaksin di tiga daerah tersebut, Kota Pontianak mendapat 10.400 dosis atau vial vaksin dengan sasaran 5.032 orang nakes. Jumlah vaksin dua kali lipat karena setiap orang akan mendapat dua kali vaksinasi. Dalam satu kali vaksinasi diperlukan jarak sekitar 14 hari. Sementara untuk Kubu Raya ada sebanyak 1.726 orang nakes atau mendapat alokasi 3.480 vial vaksin. Sedangkan di Mempawah ada sebanyak 981 nakes dengan jumlah vaksin yang didistribusikan sebanyak 2.000 vial. (iza)

PONTIANAK – Dalam waktu tiga hari, 209 tenaga kesehatan (nakes) di Kota Pontianak telah diberikan imunisasi vaksin Sinovac. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak, Sidiq Handanu, Minggu (17/1) di Pontianak.

“Proses imunisasi vaksin Sinovac di Kota Pontianak sudah mulai dilakukan sejak 14 Januari kemarin. Dari data kami (Dinkes, Red) sampai 16 Januari, total 209 nakes telah diimunisasi vaksin Sinovac. Sebelumnnya, di hari pertama kami mampu memvaksin nakes sebanyak 102 orang,” ujar Sidiq.

Ia melanjutkan, untuk jumlah nakes yang melakukan registrasi secara keseluruhan sebanyak 313. Dari jumlah tersebut diungkapkan dia bahwa 289 orang hadir di faskes yang telah ditunjuk. “Berarti sebanyak 24 orang yang tidak hadir untuk dilakukan vaksin,” katanya.

Terhadap nakes yang sudah registrasi namun tidak hadir, akan mereka lakukan penelusuran. Tahap pertama, mereka akan melihat asal tempat bertugas hingga alasan mereka tidak hadir. “Kalau tidak ada alasan kuat dan sengaja bisa dianggap menolak untuk divaksin,” ungkap Sidiq.

Baca Juga :  Perluas Tes Swab di Titik Keramaian

Pihaknya juga akan melakukan pendekatan kepada mereka yang tidak hadir pada saat pelaksanaan vaksinasi. Apabila yang bersangkutan tetap menolak, dipastikan dia akan diberikan sanksi. “Jadi kita lakukan pendekatan dulu, tetapi kalau nakes tersebut menolak untuk divaksin, maka dapat dijatuhi sanksi,” katanya.

Sidiq menambahkan, dari 289 nakes yang hadir secara keseluruhan, hanya 209 yang memenuhi kriteria atau layak untuk menjalani vaksinasi. Sementara 42 di antaranya terpaksa mereka tunda karena kontra indikasi. “Kalau kontra indikasinya belum tertangani, berarti yang bersangkutan belum bisa disuntik vaksin,” terang dia.

Kemudian, sebanyak 32 nakes dinyatakan mereka tidak memenuhi kriteria untuk menjalani vaksinasi. Umumnya mereka yang tidak layak divaksin ini, menurut dia, karena memiliki penyakit komorbid maupun pernah terkonfirmasi positif Covid-19. “Hal ini diketahui saat calon peserta vaksin menjalani proses screening sebelum dinyatakan layak atau tidak untuk diimunisasi vaksin Sinovac,” jelas dia.

Baca Juga :  Yang Muda, Yang Berani Vaksin

Untuk memberikan pelayanan yang maksimal dalam capaian program vaksinasi ini, pihaknya juga menambah jumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang melayani vaksinasi. “Sebelumnya sebanyak 36 faskes, ditambah lagi satu faskes sehingga total keseluruhan berjumlah 37 faskes,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Kalimantan Barat mulai dilaksanakan 14 Januari lalu. Tahap pertama ini baru tiga daerah yang bisa melaksanakannya yakni Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah. Untuk jumlah alokasi vaksin di tiga daerah tersebut, Kota Pontianak mendapat 10.400 dosis atau vial vaksin dengan sasaran 5.032 orang nakes. Jumlah vaksin dua kali lipat karena setiap orang akan mendapat dua kali vaksinasi. Dalam satu kali vaksinasi diperlukan jarak sekitar 14 hari. Sementara untuk Kubu Raya ada sebanyak 1.726 orang nakes atau mendapat alokasi 3.480 vial vaksin. Sedangkan di Mempawah ada sebanyak 981 nakes dengan jumlah vaksin yang didistribusikan sebanyak 2.000 vial. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/