alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Ayo Vaksin, Vaksin untuk Kesehatan Semua

PROGRAM vaksin Covid-19 guna mencegah penularan sekaligus mematikan perkembangan virus membahayakan ini, tergantung seluruh komponen masyarakat di Kalbar dan Indonesia. Keragu-raguan hendaknya dibalas pemerintah dengan menjelaskan  manfaatnya, terutama bagi tubuh penerima. Maka dari itu, semua elemen diminta saling memberikan pengertian.

Salah satu anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalbar, Irwanda Djamil menyebutkan, berkaca dari data prioritas penerima vaksin, nakes (tenaga kesehatan) seperti dirinya memang menjadi prioritas penerima. Dia merupakan 1 dari 1,3 juta penerima vaksin Covid-19 dengan cara disuntik ini. “Kami (nakes, Red) pada dasarnya memang percaya kepada ilmu kesehatan. Dijelaskan secara scientific dan ilmiah lewat beragam metode uji coba. Artinya dari ilmu klinis, kami siap divaksin,” ungkap dia, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Pelajar Tidak Takut, Orang Tua Siswa Ajak Vaksinasi Covid-19

Organisasi IDI Pusat dan Kalbar memang sudah memberikan kepercayaan dan memberikan penegasan bahwa nakes seperti tenaga dokter, perawat, dan tenaga lain menjadi prioritas penerima vaksin Covid-19. Nakes memang berkomitmen tidak mau masalah keraguan di publik, di mana mereka dalam tanda kutip, semacam sebagai percobaan. Hasil kelayakan vaksin keluar 100 persen aman bagi penerima, bakal menjadi kepercayaan baginya dan nakes lain. “Artinya memang divaksin tidak boleh gagal. Meski hanya 1 persen. Sebab ini menyangkut nyawa dan kesehatan,” tukasnya.

Irwan menyebutkan bahwa vaksin itu sebenarnya semacam imunisasi bagi tubuh dan kesehatan. Biasanya ketika pertama diterima tubuh, tak dipungkiri dia, memang ada kendala hanya sifatnya ringan saja. “Seperti gejala nyeri ringan atau paling berat demam, ketika pertama diimunisasi. Itu lebih kepada efek munculnya beragam reaksi immnunitas (kekebalan) tubuh,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembebasan Terpidana Terkait Pandemi Covid-19, Hadi Suratman: Jangan Bersifat Diskriminatif

“Ada semacam kabar disuntik vaksin Covid-19 meninggal, itu lebih ke hoaks namanya. Seandainya pun ada, itu lebih kepada tubuh penerima. Sebab, organisasi IDI sudah meminta nakses menjadi garda terdepan sebagai penerima vaksin,” tukasnya.

Pemerintah Indonesia memang sudah mengumumkan bakal ada enam jenis vaksin untuk masyarakat. Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanan Vaksinasi Covid-19 sudah dijelaskan. Vaksin diproduksi dari enam lembaga berbeda. Misalnya dari PT. Biofarma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer-BioNtech, dan Sinovac Biotech. (den)

PROGRAM vaksin Covid-19 guna mencegah penularan sekaligus mematikan perkembangan virus membahayakan ini, tergantung seluruh komponen masyarakat di Kalbar dan Indonesia. Keragu-raguan hendaknya dibalas pemerintah dengan menjelaskan  manfaatnya, terutama bagi tubuh penerima. Maka dari itu, semua elemen diminta saling memberikan pengertian.

Salah satu anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalbar, Irwanda Djamil menyebutkan, berkaca dari data prioritas penerima vaksin, nakes (tenaga kesehatan) seperti dirinya memang menjadi prioritas penerima. Dia merupakan 1 dari 1,3 juta penerima vaksin Covid-19 dengan cara disuntik ini. “Kami (nakes, Red) pada dasarnya memang percaya kepada ilmu kesehatan. Dijelaskan secara scientific dan ilmiah lewat beragam metode uji coba. Artinya dari ilmu klinis, kami siap divaksin,” ungkap dia, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Pertamina Bantah Pertalite Langka

Organisasi IDI Pusat dan Kalbar memang sudah memberikan kepercayaan dan memberikan penegasan bahwa nakes seperti tenaga dokter, perawat, dan tenaga lain menjadi prioritas penerima vaksin Covid-19. Nakes memang berkomitmen tidak mau masalah keraguan di publik, di mana mereka dalam tanda kutip, semacam sebagai percobaan. Hasil kelayakan vaksin keluar 100 persen aman bagi penerima, bakal menjadi kepercayaan baginya dan nakes lain. “Artinya memang divaksin tidak boleh gagal. Meski hanya 1 persen. Sebab ini menyangkut nyawa dan kesehatan,” tukasnya.

Irwan menyebutkan bahwa vaksin itu sebenarnya semacam imunisasi bagi tubuh dan kesehatan. Biasanya ketika pertama diterima tubuh, tak dipungkiri dia, memang ada kendala hanya sifatnya ringan saja. “Seperti gejala nyeri ringan atau paling berat demam, ketika pertama diimunisasi. Itu lebih kepada efek munculnya beragam reaksi immnunitas (kekebalan) tubuh,” ujarnya.

Baca Juga :  Serius Antisipasi Pungli Hingga Peredaran Narkoba

“Ada semacam kabar disuntik vaksin Covid-19 meninggal, itu lebih ke hoaks namanya. Seandainya pun ada, itu lebih kepada tubuh penerima. Sebab, organisasi IDI sudah meminta nakses menjadi garda terdepan sebagai penerima vaksin,” tukasnya.

Pemerintah Indonesia memang sudah mengumumkan bakal ada enam jenis vaksin untuk masyarakat. Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanan Vaksinasi Covid-19 sudah dijelaskan. Vaksin diproduksi dari enam lembaga berbeda. Misalnya dari PT. Biofarma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer-BioNtech, dan Sinovac Biotech. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/