alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Barantan Pontianak Musnahkan Daging Babi

PONTIANAK – Balai Karantina Pertanian (Barantan) Kelas I Pontianak melakukan tindakan pemusnahan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), Selasa (18/2).  Pemusnahan dilakukan lantaran tidak dilengkapi sejumlah dokumen kesehatan serta kondisi yang telah busuk.

Ketua Tim Pemusnahan, Taryu, menyebut barang yang musnahkan tersebut, masuk melalui Bandar Udara Supadio Kubu Raya, Pelabuhan Laut Dwikora serta kantor Pos Rahadi Oesman Pontianak. “Adapun media pembawa HPHK dan OPTK itu antara lain, Daging babi dan olahannya sebanyak 89 kg abon sapi sebanyak 3 Kg, serta daging bebek dan olahannya sebanyak 2 Kg,” ungkap Taryu.

Selian itu, pihaknya juga memusnahkan, daging ayam sebanyak 3 kg, dendeng daging buaya 1 Kg, sayuran dan buah 81,6 kg, jamur kering sebanyak 7,5 Kg, bibit/benih tanaman sebanyak 46 paket yang limpahan KPPBC Pontianak. Media pembawa HPHK/OPTK yang dimusnahkan itu, kata dia, berasal dari importasi/pemasukan sejak 12 Desember 2019 sampai 31 Januari 2020 dengan total frekuensi pemasukan/importasi 91 kali melalui Bandara Supadio serta  tiga kali melalui kantor pos.

Baca Juga :  PKS Masih Rahasiakan Nama Pendamping Atbah

“Pemusnahan juga dilakukan dalam upaya pencegahan penyakit Demam Babi Africa atau African Swine Fever,” jelas dia.

Pemusnahan dilakukan karena sejumlah alasan, antara lain HPHK/OPTK tersebut tidak dilengkapi dengan surat kesehatan dari negara asal/daerah asal, pemilik tidak melaporkannya kepada Petugas Karantina Pertanian atau tidak melakukan penolakan hingga batas waktu yang telah ditetapkan berdasarkan Undang-Undang No 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, serta media pembawa HPHK/OPTK telah rusak, busuk dan tidak layak konsumsi.

Pemusnahan yang dilakukan di Instalasi Karantina Hewan dan Tumbuhan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak Jl Sungai Raya Dalam Pontianak KM. 3 tersebut, dieksekusi oleh Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak Nomor 117/Kpts/OT.160/K.16.B/01/2020 tanggal 06 Januari 2020. Pemusnahan disaksikan oleh Kepala Balai, Dinas/Instansi yang membawahi pertanian, perkebunan dan peternakan Propinsi Kalimantan Barat, Instansi terkait lingkup Bandar Udara Internasional Supadio Kubu Raya dan Pelabuhan Dwikora, serta pemilik/perwakilan.

Baca Juga :  Yasin Limpo Joging Sekalian Tanam Pohon Alpukat

“Pemusnahan dilakukan terlebih dahulu dengan membuat lubang di dalam tanah, kemudian Media Pembawa HPHK/OPTK tersebut dimasukkan ke dalam lubang dan ditimbun dengan kayu bakar, selanjutnya dilakukan penyiraman dengan solar dan dilakukan pembakaran. Setelah selesai pelaksanaan pembakaran dilakukan penutupan lubang pemusnahan,” pungkas dia.

PONTIANAK – Balai Karantina Pertanian (Barantan) Kelas I Pontianak melakukan tindakan pemusnahan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), Selasa (18/2).  Pemusnahan dilakukan lantaran tidak dilengkapi sejumlah dokumen kesehatan serta kondisi yang telah busuk.

Ketua Tim Pemusnahan, Taryu, menyebut barang yang musnahkan tersebut, masuk melalui Bandar Udara Supadio Kubu Raya, Pelabuhan Laut Dwikora serta kantor Pos Rahadi Oesman Pontianak. “Adapun media pembawa HPHK dan OPTK itu antara lain, Daging babi dan olahannya sebanyak 89 kg abon sapi sebanyak 3 Kg, serta daging bebek dan olahannya sebanyak 2 Kg,” ungkap Taryu.

Selian itu, pihaknya juga memusnahkan, daging ayam sebanyak 3 kg, dendeng daging buaya 1 Kg, sayuran dan buah 81,6 kg, jamur kering sebanyak 7,5 Kg, bibit/benih tanaman sebanyak 46 paket yang limpahan KPPBC Pontianak. Media pembawa HPHK/OPTK yang dimusnahkan itu, kata dia, berasal dari importasi/pemasukan sejak 12 Desember 2019 sampai 31 Januari 2020 dengan total frekuensi pemasukan/importasi 91 kali melalui Bandara Supadio serta  tiga kali melalui kantor pos.

Baca Juga :  Jembatan Landak Ditutup

“Pemusnahan juga dilakukan dalam upaya pencegahan penyakit Demam Babi Africa atau African Swine Fever,” jelas dia.

Pemusnahan dilakukan karena sejumlah alasan, antara lain HPHK/OPTK tersebut tidak dilengkapi dengan surat kesehatan dari negara asal/daerah asal, pemilik tidak melaporkannya kepada Petugas Karantina Pertanian atau tidak melakukan penolakan hingga batas waktu yang telah ditetapkan berdasarkan Undang-Undang No 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, serta media pembawa HPHK/OPTK telah rusak, busuk dan tidak layak konsumsi.

Pemusnahan yang dilakukan di Instalasi Karantina Hewan dan Tumbuhan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak Jl Sungai Raya Dalam Pontianak KM. 3 tersebut, dieksekusi oleh Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak Nomor 117/Kpts/OT.160/K.16.B/01/2020 tanggal 06 Januari 2020. Pemusnahan disaksikan oleh Kepala Balai, Dinas/Instansi yang membawahi pertanian, perkebunan dan peternakan Propinsi Kalimantan Barat, Instansi terkait lingkup Bandar Udara Internasional Supadio Kubu Raya dan Pelabuhan Dwikora, serta pemilik/perwakilan.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Harga Jual Batu Kecubung Justru Stabil

“Pemusnahan dilakukan terlebih dahulu dengan membuat lubang di dalam tanah, kemudian Media Pembawa HPHK/OPTK tersebut dimasukkan ke dalam lubang dan ditimbun dengan kayu bakar, selanjutnya dilakukan penyiraman dengan solar dan dilakukan pembakaran. Setelah selesai pelaksanaan pembakaran dilakukan penutupan lubang pemusnahan,” pungkas dia.

Most Read

Artikel Terbaru

/