alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Upaya Ciptakan Situasi Kamtibmas dan Menjaga Kerukunan Umat Beragama yang Harmonis

PONTIANAK – Dalam rangka merajut kerukunan dan silaturahmi antar masyarakat, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pontianak menggelar coffe morning bersama jajaran Polresta Pontianak, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Giat tersebut digelar di Sekretariat FKUB Kota Pontianak, pada Rabu (17/2) pagi.

Adapun tema dalam pelaksanaan coffe morning ini ialah Menciptakan Kerukunan Umat Beragama yang Harmonis, Penerapan Protokol Kesehatan dalam Kegiatan Keagamaan dan Pembinaan Situasi Kamtibmas yang Damai dan Kondusif Pada Perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak.

Ketua FKUB Kota Pontianak, Abdul Syukur menyatakan apresiasi atas ketersediaan jajaran Polresta yang dalam hal ini dipimpin Kapolresta Pontianak dalam kegiatan coffe morning ini.

“Tokoh agama, tokoh masyarakat dan kepolisian harus bersama-sama menjaga keamanan dan stabilitas kepada masyarakat. Seperti yang selalu dinyatakan FKUB agar Pontianak menjadi Kota ANDA (Aman, Nyaman dan Damai),” ungkapnya.

Baca Juga :  Isak Tangis Gubernur di Pemakaman Ibunda

Lebih jauh ia menyatakan upaya yang dilakukan oleh FKUB dalam rangka menciptakan kerukunan di Kota Pontianak.

“Kami bersama-sama Jaringan Pontianak Bhineka baru saja berkunjung ke DPRD Kota dan sedang menggagas untuk membuat Perda tentang kerukunan masyarakat. Ini perlu banyak dukungan dari banyak pihak, menjadi harapan kami untuk mendapatkan dukungan dari Bapak Kapolresta karena berhubungan dengan kamtibmas pula nantinya,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kapolresta Pontianak, Kombes Polisi Leo Joko Triwibowo menilai giat seperti ini penting untuk terus dilakukan dalam rangka menjalin silaturahmi antar sesama, serta untuk menjaga toleransi.

“Mari bersama kita bersama-sama menciptakan Pontianak yang ANDA (Aman, Nyaman dan Damai). Bersama-sama pua kita ciptakan situasi Kota Pontianak yang kondusif. Pontianak ini punya 22 etnis, maka kita harus mengedepankan toleransi beragama pula,” tuturnya.

Baca Juga :  Ajak Semua Elemen Ciptakan Kerukunan

Ia juga menyatakan apresiasi dengan adanya FKUB sebagai salah satu wadah menjaga kerukunan dan penyelesaian permasalahan yang berhubungan dengan suku dan agama.

“Bersyukur dengan adanya FKUB ini, sehingga jika terjadi sesuatu bisa kita bicarakan bersama (bagaimana solusinya-red). Apabila ada perselisihan agar bisa diredam. Namun, tentu hingga saat ini di Pontianak, toleransi masih sangat baik,” tambahnya.

Sementara terkait dengan pelaksanaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak, Kapolresta menyatakan apresiasi kepada masyarakat yang dapat menjalankan hari besar keagamaan Imlek sesuai anjuran pemerintah, khususnya ditengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Kita imbau kepada masyarakat yang merayakan (Imlek dan Cap Go Meh) agar memperingati secara kekeluargaan dan sederhana saja. Tentunya tanpa mengurangi makna dari perayaan Imlek dan Cap Go Meh itu sendiri,” pungkas Kapolres. (*)

PONTIANAK – Dalam rangka merajut kerukunan dan silaturahmi antar masyarakat, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pontianak menggelar coffe morning bersama jajaran Polresta Pontianak, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Giat tersebut digelar di Sekretariat FKUB Kota Pontianak, pada Rabu (17/2) pagi.

Adapun tema dalam pelaksanaan coffe morning ini ialah Menciptakan Kerukunan Umat Beragama yang Harmonis, Penerapan Protokol Kesehatan dalam Kegiatan Keagamaan dan Pembinaan Situasi Kamtibmas yang Damai dan Kondusif Pada Perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak.

Ketua FKUB Kota Pontianak, Abdul Syukur menyatakan apresiasi atas ketersediaan jajaran Polresta yang dalam hal ini dipimpin Kapolresta Pontianak dalam kegiatan coffe morning ini.

“Tokoh agama, tokoh masyarakat dan kepolisian harus bersama-sama menjaga keamanan dan stabilitas kepada masyarakat. Seperti yang selalu dinyatakan FKUB agar Pontianak menjadi Kota ANDA (Aman, Nyaman dan Damai),” ungkapnya.

Baca Juga :  Arsya, Pasien Dompet Simpatik Penderita Atresia Bilier Tutup Usia

Lebih jauh ia menyatakan upaya yang dilakukan oleh FKUB dalam rangka menciptakan kerukunan di Kota Pontianak.

“Kami bersama-sama Jaringan Pontianak Bhineka baru saja berkunjung ke DPRD Kota dan sedang menggagas untuk membuat Perda tentang kerukunan masyarakat. Ini perlu banyak dukungan dari banyak pihak, menjadi harapan kami untuk mendapatkan dukungan dari Bapak Kapolresta karena berhubungan dengan kamtibmas pula nantinya,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kapolresta Pontianak, Kombes Polisi Leo Joko Triwibowo menilai giat seperti ini penting untuk terus dilakukan dalam rangka menjalin silaturahmi antar sesama, serta untuk menjaga toleransi.

“Mari bersama kita bersama-sama menciptakan Pontianak yang ANDA (Aman, Nyaman dan Damai). Bersama-sama pua kita ciptakan situasi Kota Pontianak yang kondusif. Pontianak ini punya 22 etnis, maka kita harus mengedepankan toleransi beragama pula,” tuturnya.

Baca Juga :  Midji Yakin Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Positif

Ia juga menyatakan apresiasi dengan adanya FKUB sebagai salah satu wadah menjaga kerukunan dan penyelesaian permasalahan yang berhubungan dengan suku dan agama.

“Bersyukur dengan adanya FKUB ini, sehingga jika terjadi sesuatu bisa kita bicarakan bersama (bagaimana solusinya-red). Apabila ada perselisihan agar bisa diredam. Namun, tentu hingga saat ini di Pontianak, toleransi masih sangat baik,” tambahnya.

Sementara terkait dengan pelaksanaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak, Kapolresta menyatakan apresiasi kepada masyarakat yang dapat menjalankan hari besar keagamaan Imlek sesuai anjuran pemerintah, khususnya ditengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Kita imbau kepada masyarakat yang merayakan (Imlek dan Cap Go Meh) agar memperingati secara kekeluargaan dan sederhana saja. Tentunya tanpa mengurangi makna dari perayaan Imlek dan Cap Go Meh itu sendiri,” pungkas Kapolres. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/