alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Zona Kuning Boleh Sekolah Tatap Muka, Mulai 22 Februari 2021

PONTIANAK-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat (Kalbar) memberikan rekomendasi kepada kepala sekolah tingkat SMA/SMK/SLB baik negeri maupun swasta melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai 22 Februari 2021. Namun demikian, sekolah yang boleh memulai hanya daerah di zona risiko rendah atau zona kuning penularan Covid-19.

Gubernur Kalbar Sutarmidji membenarkan soal diperbolehkannya SMA/SMK/SLB di daerah zona kuning melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai 22 Februari mendatang. Meski demikian masing-masing menurutnya harus mendapat rekomendasi kesiapan sekolah dari Disdikbud Kalbar.

Seperti diketahui, Kepala Disdikbud Kalbar Sugeng Hariadi telah mengirimkan surat rekomendasi tersebut tertanggal 15 Februari 2021 lalu. Adapun surat tersebut dibuat menindaklanjuti Surat Sekda Kalbar tentang rapat koordinasi persiapan pembelajaran tatap muka dan dengan berdasarkan surat izin Kepala SMA/SMK/SLB tentang kesiapan sekolah dalam pembelajaran tatap muka semester genap tahun 2020-2021.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain, pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan mulai tanggal 22 Februari 2021. Khusus sekolah berada di zona kuning yang dianggap penyebaran Covid-19 di daerah terkendali.

Baca Juga :  Landak Belum Putuskan Sekolah Tatap Muka Pada 2021

Sekolah yang masuk kriteria tersebut diizinkan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah dengan mempersiapkan sarana prasarana selama pandemi Covid-19. Kemudian mendapat izin persetujuan dari orang tua siswa. Dan harus mendapat rekomendasi terkait kesiapan sekolah dari Disdikbud Kalbar. Sementara untuk daerah yang masih berada di zona orange dan merah, belum diperkenankan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Zona kuning dulu yang masuk tanggal 22, tapi sekolah yang sudah dapat surat rekomendasi atau yang sudah kirim surat rekomendasi ke dinas. Pokoknya surat sudah masuk kita, tinggal nunggu yang lain. Nanti kita jawab secara lisan kalau sudah siap. Biar proses cepat dan yang tulisan menyusul dalam bentuk surat,” ungkap Sugeng, Rabu (17/2).

Sampai kemarin menurutnya surat yang sudah masuk ke Disdikbud masih terbatas, hanya dari beberapa sekolah. Seperti di Kota Pontianak, belum ada yang mengajukan karena status zona risikonya baru berubah dari orange ke kuning. “Sehingga Pontianak sudah bisa mengajukan untuk masuk sekolah,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemerintah Saling Lempar Tanggung Jawab Kelola Rusun

Proses pembelajaran tatap muka ini akan terus dipantau. Jika kembali ada daerah yang berada di zona kuning berubah ke orange, maka segera harus dihentkan aktivitas pembelajaran di sekolahnya. Terutama untuk kota besar yang mobilitas masyarakatnya cukup tinggi seperti Kota Singkawang dan Pontianak. “Kecuali daerah lain di kabupaten kami masih koordinasi lagi dengan ketua Satgas,” tutupnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengumumkan perkembangan zona kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 kabupaten/kota se-Kalbar. Dari data per 14 Januari 2021, terdapat delapan daerah yang sudah berada di zona risiko rendah atau zona kuning. Di antaranya Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Sanggau, Ketapang, Sekadau, Mempawah dan Bengkayang.  Sementara enam daerah sisanya, yakni Kota Singkawang, Kabupaten Kayong Utara, Melawi, Landak, Sintang dan Kapuas Hulu masih berada di zona risiko orange atau sedang.(bar)

PONTIANAK-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat (Kalbar) memberikan rekomendasi kepada kepala sekolah tingkat SMA/SMK/SLB baik negeri maupun swasta melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai 22 Februari 2021. Namun demikian, sekolah yang boleh memulai hanya daerah di zona risiko rendah atau zona kuning penularan Covid-19.

Gubernur Kalbar Sutarmidji membenarkan soal diperbolehkannya SMA/SMK/SLB di daerah zona kuning melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai 22 Februari mendatang. Meski demikian masing-masing menurutnya harus mendapat rekomendasi kesiapan sekolah dari Disdikbud Kalbar.

Seperti diketahui, Kepala Disdikbud Kalbar Sugeng Hariadi telah mengirimkan surat rekomendasi tersebut tertanggal 15 Februari 2021 lalu. Adapun surat tersebut dibuat menindaklanjuti Surat Sekda Kalbar tentang rapat koordinasi persiapan pembelajaran tatap muka dan dengan berdasarkan surat izin Kepala SMA/SMK/SLB tentang kesiapan sekolah dalam pembelajaran tatap muka semester genap tahun 2020-2021.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain, pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan mulai tanggal 22 Februari 2021. Khusus sekolah berada di zona kuning yang dianggap penyebaran Covid-19 di daerah terkendali.

Baca Juga :  Landak Tunda Sekolah Tatap Muka, Karolin: Keselamatan Anak Yang Utama

Sekolah yang masuk kriteria tersebut diizinkan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah dengan mempersiapkan sarana prasarana selama pandemi Covid-19. Kemudian mendapat izin persetujuan dari orang tua siswa. Dan harus mendapat rekomendasi terkait kesiapan sekolah dari Disdikbud Kalbar. Sementara untuk daerah yang masih berada di zona orange dan merah, belum diperkenankan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Zona kuning dulu yang masuk tanggal 22, tapi sekolah yang sudah dapat surat rekomendasi atau yang sudah kirim surat rekomendasi ke dinas. Pokoknya surat sudah masuk kita, tinggal nunggu yang lain. Nanti kita jawab secara lisan kalau sudah siap. Biar proses cepat dan yang tulisan menyusul dalam bentuk surat,” ungkap Sugeng, Rabu (17/2).

Sampai kemarin menurutnya surat yang sudah masuk ke Disdikbud masih terbatas, hanya dari beberapa sekolah. Seperti di Kota Pontianak, belum ada yang mengajukan karena status zona risikonya baru berubah dari orange ke kuning. “Sehingga Pontianak sudah bisa mengajukan untuk masuk sekolah,” tambahnya.

Baca Juga :  Maksimalkan Pelayanan Kesehatan, Dewas PPK BLUD Sudarso Dilantik

Proses pembelajaran tatap muka ini akan terus dipantau. Jika kembali ada daerah yang berada di zona kuning berubah ke orange, maka segera harus dihentkan aktivitas pembelajaran di sekolahnya. Terutama untuk kota besar yang mobilitas masyarakatnya cukup tinggi seperti Kota Singkawang dan Pontianak. “Kecuali daerah lain di kabupaten kami masih koordinasi lagi dengan ketua Satgas,” tutupnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengumumkan perkembangan zona kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 kabupaten/kota se-Kalbar. Dari data per 14 Januari 2021, terdapat delapan daerah yang sudah berada di zona risiko rendah atau zona kuning. Di antaranya Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Sanggau, Ketapang, Sekadau, Mempawah dan Bengkayang.  Sementara enam daerah sisanya, yakni Kota Singkawang, Kabupaten Kayong Utara, Melawi, Landak, Sintang dan Kapuas Hulu masih berada di zona risiko orange atau sedang.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/