alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

KPA Temukan 85 Kasus Baru HIV Selama Tahun 2021

PONTIANAK – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pontianak menemukan 85 kasus baru orang dengan HIV (ODHIV) sepanjang tahun 2021.

Tahun 2021 kami menemukan 85 HIV baru,” ungkap Lusi Nuryanti, Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kota Pontianak.

Lusi mengatakan, rata-rata ODHIV berusia produktif usia 15 sampai 49 tahun. Penyebab utamanya karena berhubungan seksual yang berisiko.

“Penyebabnya hubungan seks tidak pakai pengaman. Karena narkoba suntik sudah sangat sedikit,” ungkapnya.

Sering kali kata Lusi, ODHIV melakukan hubungan seksual berisiko ketika remaja, namun baru ketahuan positif HIV beberapa tahun kemudian.

“Jadi nakalnya di usia remaja. Nah, ketahuan positifnya usia dua puluhan,” ungkapnya.

Menurut hasil penelitian, kata Lusi, ODHIV baru ketahuan positif setelah melakukan lebih dari satu kali hubungan seksual berisiko. Sehingga sulit diketahui kapan penularan itu terjadi.

Baca Juga :  Sebelas Pasien Covid-19 di Sintang Meninggal

“Karena penularan HIV tidak serta merta langsung menular. Menurut penelitian dari 100 kali berhubungan seks tanpa kondom, kemungkinan untuk menularkan hanya satu. Tapi kita tidak  tahu yang pertama atau kah yang ke 99,” ulasnya.

Hal ini juga dipengaruhi apakah ada perlukaan, kondisi dan stamina, serta jumlah virus yang masuk.

Menurut Lusi masih banyak orang yang tidak paham, dan mengabaikan akibat dari perilaku berisiko, meski telah dilakukan edukasi dan sosialisasi pencegahan HIV.

“Karena penularan tertingginya melalui hubungan seks dan selama masih ada perilaku berisiko seperti seks bebas, belum paham cara mencegah HIV, selama itu pula penularan masih dapat terjadi,” paparnya.

Saat ini menjaga anak laki-laki maupun perempuan itu  sama sulitnya. Lusi mengimbau orang tua harus jeli melihat tumbuh kembang anak. Sejak dini harus disampaikan ilmu tentang kesehatan reproduksi.

Baca Juga :  Kumpul Tanpa Jarak Bakal di Rapid Test

“Mulai dari hal sederhana cara membasuh setelah buang air kecil misalnya. Cara bergaul. Jangan biarkan bagian dada, bokong dan bibir serta area kelamin jangan sampai disentuh orang lain bahkan teman sejenis,” ungkapnya.

Suami istri juga harus saling menjaga, dan memperhatikan perilaku pasangan. Potensi penularan HIV juga bisa terjadi jika salah satu atau ke duanya memiliki perilaku berisiko, seperti gonta-ganti pasangan saat berhubungan seksual.

Lusi juga mengingatkan, meskipun pandemi covid-19 masih melanda, tetapi jangan melupakan risiko penularan HIV. Terbukti masih ditemukan kasus baru setiap tahunnya. (mrd)

PONTIANAK – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pontianak menemukan 85 kasus baru orang dengan HIV (ODHIV) sepanjang tahun 2021.

Tahun 2021 kami menemukan 85 HIV baru,” ungkap Lusi Nuryanti, Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kota Pontianak.

Lusi mengatakan, rata-rata ODHIV berusia produktif usia 15 sampai 49 tahun. Penyebab utamanya karena berhubungan seksual yang berisiko.

“Penyebabnya hubungan seks tidak pakai pengaman. Karena narkoba suntik sudah sangat sedikit,” ungkapnya.

Sering kali kata Lusi, ODHIV melakukan hubungan seksual berisiko ketika remaja, namun baru ketahuan positif HIV beberapa tahun kemudian.

“Jadi nakalnya di usia remaja. Nah, ketahuan positifnya usia dua puluhan,” ungkapnya.

Menurut hasil penelitian, kata Lusi, ODHIV baru ketahuan positif setelah melakukan lebih dari satu kali hubungan seksual berisiko. Sehingga sulit diketahui kapan penularan itu terjadi.

Baca Juga :  Kenangan Bersama Keluarga Jadi Motivasi Lewati Masa Kritis

“Karena penularan HIV tidak serta merta langsung menular. Menurut penelitian dari 100 kali berhubungan seks tanpa kondom, kemungkinan untuk menularkan hanya satu. Tapi kita tidak  tahu yang pertama atau kah yang ke 99,” ulasnya.

Hal ini juga dipengaruhi apakah ada perlukaan, kondisi dan stamina, serta jumlah virus yang masuk.

Menurut Lusi masih banyak orang yang tidak paham, dan mengabaikan akibat dari perilaku berisiko, meski telah dilakukan edukasi dan sosialisasi pencegahan HIV.

“Karena penularan tertingginya melalui hubungan seks dan selama masih ada perilaku berisiko seperti seks bebas, belum paham cara mencegah HIV, selama itu pula penularan masih dapat terjadi,” paparnya.

Saat ini menjaga anak laki-laki maupun perempuan itu  sama sulitnya. Lusi mengimbau orang tua harus jeli melihat tumbuh kembang anak. Sejak dini harus disampaikan ilmu tentang kesehatan reproduksi.

Baca Juga :  Keterisian Tempat Tidur RS Menurun

“Mulai dari hal sederhana cara membasuh setelah buang air kecil misalnya. Cara bergaul. Jangan biarkan bagian dada, bokong dan bibir serta area kelamin jangan sampai disentuh orang lain bahkan teman sejenis,” ungkapnya.

Suami istri juga harus saling menjaga, dan memperhatikan perilaku pasangan. Potensi penularan HIV juga bisa terjadi jika salah satu atau ke duanya memiliki perilaku berisiko, seperti gonta-ganti pasangan saat berhubungan seksual.

Lusi juga mengingatkan, meskipun pandemi covid-19 masih melanda, tetapi jangan melupakan risiko penularan HIV. Terbukti masih ditemukan kasus baru setiap tahunnya. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/