alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Mayoritas Petani Kalbar Belum Disertifikasi

PONTIANAK – Ketua Fraksi PAN DPRD Kalimantan Barat, DR, Ardiansyah, SH, M.Hum mengatakan Petani, Kelompok Tani, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sulit memperoleh bantuan apapun, jika tidak disertifikasi secara resmi. “Sampai kapan pun, sertifikasi menjadi bagian penting dalam memperoleh berbagai bantuan dari pemerintah,” katanya saat menjadi narasumber utama bersama Bappeda, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtokultura Kalbar belum lama ini.

Acara yang digelar daring dan luring tersebut juga diikuti seluruh UPD 14 Kabupaten/Kota di Kalbar. Ada 3 hal penting disampaikan berkaitan dengan program-program pertanian di Kalbar.

Pertama, dalam rangka meningkatkan kualitas pertanian, maka sumber daya manusia maupun dan terlibat dalam pertanian (kelompok tani, gapoktan, badan penyuluhan juga wakil badan penyuluhan) harus dilibatkan. “Sumber Daya Manusia ini menjadi sangat penting. Saya pernah reses, permintaan masyarakat soal pupul, alat-alat pertanian (alsinta), bibit dan lainnya ternyata mayoritas warga pertanian tidak paham dalam memperoleh bantuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Majukan Pertanian dan Infrastruktur Desa

Contohnya mendapatkan bantuan pemerintah, ternyata Kelompok Tani dan Gapoktan harus punya legalitas, dan sertifikasi didaftarkan pada dinas pertanian juga beraktenotaris. “Tanpa legalitas, maka sampai kapanpun petani tidak akan perneh mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Legalitas dan sertifikasi ini harus diberikan pemahaman menyeluruh kepada kepada kekompok tani. Kalau perlu pemerintah daerah menganggarkan peningkatan SDM, membantu masyarakat petani, membiayai legalitas juga sertifikasi kepada mereka. Sebab tanpa dua hal tersebut, petani akan tetap berlabel pertanian mandiri.

selanjutnya, berkaitan sarana dan prasarana, alat pertanian, dan infrastruktur juga tetap harus berlabel legalitas. Sementara soal pangsa pasar dan market, para petani memang harus tahu pangsa pasar tanaman yang dikelolanya. “Jangan sampai nanti setelah panen, harga justru cenderung anjlok,” ucapnya.(den)

Baca Juga :  Kelompok Tani Binaan CMI Panen Bawang Merah 3,5 Ton

PONTIANAK – Ketua Fraksi PAN DPRD Kalimantan Barat, DR, Ardiansyah, SH, M.Hum mengatakan Petani, Kelompok Tani, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sulit memperoleh bantuan apapun, jika tidak disertifikasi secara resmi. “Sampai kapan pun, sertifikasi menjadi bagian penting dalam memperoleh berbagai bantuan dari pemerintah,” katanya saat menjadi narasumber utama bersama Bappeda, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtokultura Kalbar belum lama ini.

Acara yang digelar daring dan luring tersebut juga diikuti seluruh UPD 14 Kabupaten/Kota di Kalbar. Ada 3 hal penting disampaikan berkaitan dengan program-program pertanian di Kalbar.

Pertama, dalam rangka meningkatkan kualitas pertanian, maka sumber daya manusia maupun dan terlibat dalam pertanian (kelompok tani, gapoktan, badan penyuluhan juga wakil badan penyuluhan) harus dilibatkan. “Sumber Daya Manusia ini menjadi sangat penting. Saya pernah reses, permintaan masyarakat soal pupul, alat-alat pertanian (alsinta), bibit dan lainnya ternyata mayoritas warga pertanian tidak paham dalam memperoleh bantuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kelompok Tani Binaan CMI Panen Bawang Merah 3,5 Ton

Contohnya mendapatkan bantuan pemerintah, ternyata Kelompok Tani dan Gapoktan harus punya legalitas, dan sertifikasi didaftarkan pada dinas pertanian juga beraktenotaris. “Tanpa legalitas, maka sampai kapanpun petani tidak akan perneh mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Legalitas dan sertifikasi ini harus diberikan pemahaman menyeluruh kepada kepada kekompok tani. Kalau perlu pemerintah daerah menganggarkan peningkatan SDM, membantu masyarakat petani, membiayai legalitas juga sertifikasi kepada mereka. Sebab tanpa dua hal tersebut, petani akan tetap berlabel pertanian mandiri.

selanjutnya, berkaitan sarana dan prasarana, alat pertanian, dan infrastruktur juga tetap harus berlabel legalitas. Sementara soal pangsa pasar dan market, para petani memang harus tahu pangsa pasar tanaman yang dikelolanya. “Jangan sampai nanti setelah panen, harga justru cenderung anjlok,” ucapnya.(den)

Baca Juga :  Terkejut Dengar Ada Kabupaten Capaian Vaksinasi Masih Minim

Most Read

Artikel Terbaru

/