alexametrics
31.7 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Napi dan Petugas Lapas Dites Urine

PONTIANAK – Ratusan warga binaan dari berbagai perkara beserta petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Pontianak mengikuti tes urine. Rabu (17/3). Tes urine tersebut dilaksanakan mendadak oleh Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Kalimantan Barat.

Selain warga binaan dan petugas, Kepala Lapas Kelas 2A Pontianak, Farhan Hidayat turut mengikuti tes urine. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kalbar, Suprobowati, mengatakan, tes urine tersebut memang dilaksanakan secara dadakan.

Dia menuturkan, tes urine dadakan itu dilakukan untuk membersihkan lembaga pemasyarakatan dari peredaran dan penggunaan narkoba. “Akan lebih yakin jika bersih-bersih ini dilakukan dengan tes urine. Sehingga tahu apakah ada petugas dan warga binaan yang mengkonsumsi sabu atau obat terlarang lainnya,” kata Suprobowati.

Dia menerangkan, adapun warga binaan yang mengikuti tes urine sebanyak 107 orang yang dipilih secara acak dari berbagai perkara. 27 orang petugas dan pejabat Lapas Kelas 2A yang diikut sertakan dalam tes urine dadakan dinyatakan negatif.  “Alhamdulillah, setelah dilakukan tes urine. Hasilnya semua negatif,” ucapnya.

Menurut Suprobowati, dengan hasil tes urine negatif, maka dapat diprediksi jika di dalam Lapas Kelas 2A Pontianak tidak terjadi peredaran narkoba.  “Hasil tes urine petugas negatif ini, bearti mereka mendukung gerakan bersih-bersih Lapas dari narkoba,” tuturnya.

Baca Juga :  Jokowi Puji Semangat Guru di Tengah Pandemi

Kepala Lapas Kelas 2A Pontianak, Farhan Hidayat, mengatakan, upaya mendukung gerakan bersih-bersih narkoba sangat didukung pihaknya. Lapas sendiri sejak tahun lalu, telah melakukan kegiatan rehabilitasi sosial terhadap warga binaan yang positif menggunakan narkoba.

Dia menjelaskannya, rehabilitasi sosial itu dilakukan, agar warga binaan dapat lepas dari ketergantungan narkoba. Sehingga mereka dapat pulih dan menjalani masa hukuman dengan nyaman. “Dengan hasil tes urine negatif ini, adalah bukti bahwa rehabilitasi sosial itu berhasil,” kata Farhan.

Farhan menerangkan, selain melaksanakan program rehabilitasi sosial, dalam upaya mengantisipasi warga binaan terlibat dalam jaringan peredaran narkoba, pihaknya kerap melakukan razia dan penggeledahan di kamar warga binaan.

Seperti yang dilakukan pada Rabu dini hari 17 Maret, telah dilakukan razia dan penggeledahan di kamar blok warga binaan perkara narkoba. Farhan menyatakan, dari razia tersebut pihaknya menyita  tujuh unit telepon genggam, puluhan korek api, gergaji, tukul, pengecas telepon genggam, kalkulator, gunting hingga pisau.

Farhan menegaskan, pihaknya siap membantu kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya dalam upaya membongkar jaringan atau sindikat narkoba yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Baca Juga :  Ratusan Alumni Meriahkan Hari Pulang Kampus Fahutan

Farhan menerangkan, bahwa razia dan penggeledahan yang dilakukan kemarin, difokuskan kamar hunian warga binaan, di blok D, tempat CU yang diduga terlibat peredaran sabu seberat 1,1 kilogram, hasil pengungkapan Polresta Pontianak.

“Di kamar CU ia tinggal bersama belasan warga binaan. Dari penggeledahan itu tujuh handpone ditemukan, satu diantaranya milik CU,” kata Farhan.

Farhan menyatakan, razia dan penyitaan telepon genggam itu dilakukan, untuk mengamankan barang bukti milik CU yang diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas. Farhan mengatakan, dengan disitanya telepon genggam milik CU, maka harapannya polisi dapat memanfaatkan barang bukti untuk mendalami keterlibatan CU, pada kasus peredaran sabu seberat 1,1 kilogram tersebut.

“Kami selalu komitmen dan siap mendukung penegak hukum membongkar sindikat narkoba yang diduga melibatkan warga binaan,” tegas Farhan.

Ia memastikan, razia dan penggeledahan kamar warga binaan akan terus dilakukan, sebagai upaya mencegah atau mengantisipasi aktivitas yang mencurigakan. “Selama ini razia dilakukan dua kali seminggu. Dengan adanya dugaan keterlibatan warga binaan pada peredaran narkoba, saya telah mengintruksikan jajaran untuk melakukan razia empat kali dalam seminggu,” pungkas Farhan. (adg)

PONTIANAK – Ratusan warga binaan dari berbagai perkara beserta petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Pontianak mengikuti tes urine. Rabu (17/3). Tes urine tersebut dilaksanakan mendadak oleh Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Kalimantan Barat.

Selain warga binaan dan petugas, Kepala Lapas Kelas 2A Pontianak, Farhan Hidayat turut mengikuti tes urine. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kalbar, Suprobowati, mengatakan, tes urine tersebut memang dilaksanakan secara dadakan.

Dia menuturkan, tes urine dadakan itu dilakukan untuk membersihkan lembaga pemasyarakatan dari peredaran dan penggunaan narkoba. “Akan lebih yakin jika bersih-bersih ini dilakukan dengan tes urine. Sehingga tahu apakah ada petugas dan warga binaan yang mengkonsumsi sabu atau obat terlarang lainnya,” kata Suprobowati.

Dia menerangkan, adapun warga binaan yang mengikuti tes urine sebanyak 107 orang yang dipilih secara acak dari berbagai perkara. 27 orang petugas dan pejabat Lapas Kelas 2A yang diikut sertakan dalam tes urine dadakan dinyatakan negatif.  “Alhamdulillah, setelah dilakukan tes urine. Hasilnya semua negatif,” ucapnya.

Menurut Suprobowati, dengan hasil tes urine negatif, maka dapat diprediksi jika di dalam Lapas Kelas 2A Pontianak tidak terjadi peredaran narkoba.  “Hasil tes urine petugas negatif ini, bearti mereka mendukung gerakan bersih-bersih Lapas dari narkoba,” tuturnya.

Baca Juga :  500 PNS Tes Urine Pada September

Kepala Lapas Kelas 2A Pontianak, Farhan Hidayat, mengatakan, upaya mendukung gerakan bersih-bersih narkoba sangat didukung pihaknya. Lapas sendiri sejak tahun lalu, telah melakukan kegiatan rehabilitasi sosial terhadap warga binaan yang positif menggunakan narkoba.

Dia menjelaskannya, rehabilitasi sosial itu dilakukan, agar warga binaan dapat lepas dari ketergantungan narkoba. Sehingga mereka dapat pulih dan menjalani masa hukuman dengan nyaman. “Dengan hasil tes urine negatif ini, adalah bukti bahwa rehabilitasi sosial itu berhasil,” kata Farhan.

Farhan menerangkan, selain melaksanakan program rehabilitasi sosial, dalam upaya mengantisipasi warga binaan terlibat dalam jaringan peredaran narkoba, pihaknya kerap melakukan razia dan penggeledahan di kamar warga binaan.

Seperti yang dilakukan pada Rabu dini hari 17 Maret, telah dilakukan razia dan penggeledahan di kamar blok warga binaan perkara narkoba. Farhan menyatakan, dari razia tersebut pihaknya menyita  tujuh unit telepon genggam, puluhan korek api, gergaji, tukul, pengecas telepon genggam, kalkulator, gunting hingga pisau.

Farhan menegaskan, pihaknya siap membantu kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya dalam upaya membongkar jaringan atau sindikat narkoba yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Baca Juga :  Polres Gelar Tes Urine Secara Acak

Farhan menerangkan, bahwa razia dan penggeledahan yang dilakukan kemarin, difokuskan kamar hunian warga binaan, di blok D, tempat CU yang diduga terlibat peredaran sabu seberat 1,1 kilogram, hasil pengungkapan Polresta Pontianak.

“Di kamar CU ia tinggal bersama belasan warga binaan. Dari penggeledahan itu tujuh handpone ditemukan, satu diantaranya milik CU,” kata Farhan.

Farhan menyatakan, razia dan penyitaan telepon genggam itu dilakukan, untuk mengamankan barang bukti milik CU yang diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas. Farhan mengatakan, dengan disitanya telepon genggam milik CU, maka harapannya polisi dapat memanfaatkan barang bukti untuk mendalami keterlibatan CU, pada kasus peredaran sabu seberat 1,1 kilogram tersebut.

“Kami selalu komitmen dan siap mendukung penegak hukum membongkar sindikat narkoba yang diduga melibatkan warga binaan,” tegas Farhan.

Ia memastikan, razia dan penggeledahan kamar warga binaan akan terus dilakukan, sebagai upaya mencegah atau mengantisipasi aktivitas yang mencurigakan. “Selama ini razia dilakukan dua kali seminggu. Dengan adanya dugaan keterlibatan warga binaan pada peredaran narkoba, saya telah mengintruksikan jajaran untuk melakukan razia empat kali dalam seminggu,” pungkas Farhan. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/