alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Lahirkan Buku di Tengah Pandemi

COVID-19 tak melulu soal wabah, penyakit atau musibah. Bagi sebagian orang Corona malah terdapat hikmah. Seperti Wajidi Sajidi, dosen hadits di Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak itu, wabah ini dimanfaatkannya untuk berkarya. Dari tangannya lahir buku berjudul ‘Mereka Bertanya 111 Masalah, hasil tanya jawab masalah agama di rubik Pontianak Post.

Buku ‘Mereka Bertanya 111 Masalah’ itu mengangkat tema besar seputar puasa, fidyah, salat tarawih, witir dan zakat. Dengan total 230 halaman. Buku itu merupakan tanya jawab seputar agama yang diisi oleh Wajidi Sajidi di rubrik Pontianak Post sejak 2009 sampai dengan 2020 di setiap Ramadan.

“Selama sebelas tahun, saya diberi amanah oleh Pontianak Post untuk mengasuh program tanya jawab masalah agama. Khususnya puasa pada rubrik Spirit dan syair Ramadan melalui SMS dan whatsapp,” kata Wajidi, ketika bertandang ke kantor Pontianak Post,  Jumat (16/4).

Selama mendapat amanah untuk mengasuh program tanya jawab seputar agama, setiap hari umat Islam mengajukan pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu disampaikan melalui pesan singkat atau whatsapp.

“Dalam sehari ada dua sampai tiga pertanyaan yang masuk, baik seputar puasa, fidyah, witir, dan lain-lain. Jika pertanyaan membutuhkan jawaban lengkap, maka dalam sehari saya memberikan jawaban panjang untuk diterbitkan di koran,” tutur Wajidi.

Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh umat Islam beragam. Jawabannya pun diberikan tergantung pertanyaan. Jika membutuhkan jawaban panjang, maka Wajidi akan memberikan ulasan selengkap mungkin, Sebaliknya jika pertanyaan yang diajukan membutuhkan jawaban singkat, ia akan memberikan jawabannya lugas dengan ayat-ayat dan hadis yang dapat menjawab pertanyaan.

Baca Juga :  Panic Buying saat Ramadan

Sebagai contoh, di dalam buku yang diterbitkan oleh Top Indonesia, pada 29 Maret itu, Wajidi membahas pertanyaan tentang hubungan puasa dan kesehatan. Pertanyaan itu oleh dosen ahli hadis itu dijawab, bahwa manfaat puasa bagi kesehatan manusia sudah dibuktikan oleh hasil penelitian para pakar bidang medis.

Kebenaran ajaran agama semakin terbukti oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kalangan umat Islam yang rajin puasa senin dan kamis pasti merasakannya. Apalagi puasa di Ramadan sangat terasa manfaatnya, bagi kesehatan jasmani, rohani termasuk sosial. Itu yang biasa disebut biopsikososia.

Dalam pembahasan itu, Wajidi Sajidi menukil pernyataan Syekh Ali Ahmad al – Jurjawiy dalam kitabnya Hikmah at Tasyati wa Falsafatuhu, yang dalam arti bahasa Indonesianya, bahwa Allah SWT telah menjadikan dalam ibadah puasa banyak faedah untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang bisa melenyapkan nyawa seseorang dalam waktu sekejap.

“Puasa secara faedah medis yang dikemukakan dokter muslim, dilihat dari sisi pengobatan fisik, puasa merupakan media untuk membersihkan tubuh dengan menghilangkan segala yang ada. Baik itu berupa bertambahnya racun-racun berbahaya atau makanan yang tidak penting,” ungkap Wajidi dalam bukunya.

Begitulah sekilas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh umat Islam selama 2009 hingga 2020 ketika Wajidi Sayadi mengasuh program tanya jawab seputar agama. Dalam sebulan Ramadan, kurang lebih 40 sampai 50 masalah yang sudah dijawab setiap bulan dalam setahun. Dan selama sepuluh tahun diperkirakan kurang lebih 400 sampai dengan 500 masalah yang sudah dijawab.

Baca Juga :  Meninggal Disengat Tawon

“Hanya saja cukup banyak masalah yang ditanyakan berulang-ulang setiap tahunnya,” ungkap Wajidi.

Setelah sepuluh tahun berlalu, materi jawaban terhadap masalah-masalah tersebut terkumpul dan mengingat bahwa jawaban dari masalah tersebut setiap saat dan zaman pasti diperlukan, terutama dalam memahami ajaran agama dan menjalankannya dengan baik dan benar, khususnya masalah-masalah puasa selama Ramadan.

Masalah-masalah yang ditanyakan dalam buk ini, sesungguhnya boleh jadi merupakan perwakilan dari sekian banyak pertanyaan yang biasa muncul di tengah-trengah masyarakat. Oleh karena itu, maka dirasa perlu hasil dari jawaban yang diterbitkan di koran Pontianak Post sejak 2009, untuk dibukukan.

“Hanya saja memang memerlukan waktu cukup lama untuk merevisi jawaban-jawaban dari masalah yang ditanykan. Sebab jawaban di koran sangat singkat dan sederhana. Dalam buku ini, jawaban-jawaban dari masalah itu ditambah dengan dalil-dalil Alquran dan hadits, serta penjelasann dari perbedaan pendapat para ulama. Bahlan dikutipkan secara langsng dari sumber-sumbernya,” tutur penulis buku Kaedah-kaedah Tafsir dan Aliran aliran Tafsir Alquran yang terbit pada 2011.

Bagi Wajidi Sayadi, mungkin inilah hikmah di balik dari musibah masa pandemi Covid-19, yang mengharuskan setiap orang untuk banyak waktu berada di rumah. Tidak banyak sibuk kemana-mana, sehingga memungkinkan lebih banyak waktu dan kosentrasi mengutak-atik file-file yang masih tersimpan utuh, walaupun masih banyak lagi yang belum sempat disentuh.  (adg)

COVID-19 tak melulu soal wabah, penyakit atau musibah. Bagi sebagian orang Corona malah terdapat hikmah. Seperti Wajidi Sajidi, dosen hadits di Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak itu, wabah ini dimanfaatkannya untuk berkarya. Dari tangannya lahir buku berjudul ‘Mereka Bertanya 111 Masalah, hasil tanya jawab masalah agama di rubik Pontianak Post.

Buku ‘Mereka Bertanya 111 Masalah’ itu mengangkat tema besar seputar puasa, fidyah, salat tarawih, witir dan zakat. Dengan total 230 halaman. Buku itu merupakan tanya jawab seputar agama yang diisi oleh Wajidi Sajidi di rubrik Pontianak Post sejak 2009 sampai dengan 2020 di setiap Ramadan.

“Selama sebelas tahun, saya diberi amanah oleh Pontianak Post untuk mengasuh program tanya jawab masalah agama. Khususnya puasa pada rubrik Spirit dan syair Ramadan melalui SMS dan whatsapp,” kata Wajidi, ketika bertandang ke kantor Pontianak Post,  Jumat (16/4).

Selama mendapat amanah untuk mengasuh program tanya jawab seputar agama, setiap hari umat Islam mengajukan pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu disampaikan melalui pesan singkat atau whatsapp.

“Dalam sehari ada dua sampai tiga pertanyaan yang masuk, baik seputar puasa, fidyah, witir, dan lain-lain. Jika pertanyaan membutuhkan jawaban lengkap, maka dalam sehari saya memberikan jawaban panjang untuk diterbitkan di koran,” tutur Wajidi.

Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh umat Islam beragam. Jawabannya pun diberikan tergantung pertanyaan. Jika membutuhkan jawaban panjang, maka Wajidi akan memberikan ulasan selengkap mungkin, Sebaliknya jika pertanyaan yang diajukan membutuhkan jawaban singkat, ia akan memberikan jawabannya lugas dengan ayat-ayat dan hadis yang dapat menjawab pertanyaan.

Baca Juga :  Lakukan Sosialisasi dan Gencarkan Imbauan 3 M

Sebagai contoh, di dalam buku yang diterbitkan oleh Top Indonesia, pada 29 Maret itu, Wajidi membahas pertanyaan tentang hubungan puasa dan kesehatan. Pertanyaan itu oleh dosen ahli hadis itu dijawab, bahwa manfaat puasa bagi kesehatan manusia sudah dibuktikan oleh hasil penelitian para pakar bidang medis.

Kebenaran ajaran agama semakin terbukti oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kalangan umat Islam yang rajin puasa senin dan kamis pasti merasakannya. Apalagi puasa di Ramadan sangat terasa manfaatnya, bagi kesehatan jasmani, rohani termasuk sosial. Itu yang biasa disebut biopsikososia.

Dalam pembahasan itu, Wajidi Sajidi menukil pernyataan Syekh Ali Ahmad al – Jurjawiy dalam kitabnya Hikmah at Tasyati wa Falsafatuhu, yang dalam arti bahasa Indonesianya, bahwa Allah SWT telah menjadikan dalam ibadah puasa banyak faedah untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang bisa melenyapkan nyawa seseorang dalam waktu sekejap.

“Puasa secara faedah medis yang dikemukakan dokter muslim, dilihat dari sisi pengobatan fisik, puasa merupakan media untuk membersihkan tubuh dengan menghilangkan segala yang ada. Baik itu berupa bertambahnya racun-racun berbahaya atau makanan yang tidak penting,” ungkap Wajidi dalam bukunya.

Begitulah sekilas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh umat Islam selama 2009 hingga 2020 ketika Wajidi Sayadi mengasuh program tanya jawab seputar agama. Dalam sebulan Ramadan, kurang lebih 40 sampai 50 masalah yang sudah dijawab setiap bulan dalam setahun. Dan selama sepuluh tahun diperkirakan kurang lebih 400 sampai dengan 500 masalah yang sudah dijawab.

Baca Juga :  1.442 Obor Hiasai Singkawang

“Hanya saja cukup banyak masalah yang ditanyakan berulang-ulang setiap tahunnya,” ungkap Wajidi.

Setelah sepuluh tahun berlalu, materi jawaban terhadap masalah-masalah tersebut terkumpul dan mengingat bahwa jawaban dari masalah tersebut setiap saat dan zaman pasti diperlukan, terutama dalam memahami ajaran agama dan menjalankannya dengan baik dan benar, khususnya masalah-masalah puasa selama Ramadan.

Masalah-masalah yang ditanyakan dalam buk ini, sesungguhnya boleh jadi merupakan perwakilan dari sekian banyak pertanyaan yang biasa muncul di tengah-trengah masyarakat. Oleh karena itu, maka dirasa perlu hasil dari jawaban yang diterbitkan di koran Pontianak Post sejak 2009, untuk dibukukan.

“Hanya saja memang memerlukan waktu cukup lama untuk merevisi jawaban-jawaban dari masalah yang ditanykan. Sebab jawaban di koran sangat singkat dan sederhana. Dalam buku ini, jawaban-jawaban dari masalah itu ditambah dengan dalil-dalil Alquran dan hadits, serta penjelasann dari perbedaan pendapat para ulama. Bahlan dikutipkan secara langsng dari sumber-sumbernya,” tutur penulis buku Kaedah-kaedah Tafsir dan Aliran aliran Tafsir Alquran yang terbit pada 2011.

Bagi Wajidi Sayadi, mungkin inilah hikmah di balik dari musibah masa pandemi Covid-19, yang mengharuskan setiap orang untuk banyak waktu berada di rumah. Tidak banyak sibuk kemana-mana, sehingga memungkinkan lebih banyak waktu dan kosentrasi mengutak-atik file-file yang masih tersimpan utuh, walaupun masih banyak lagi yang belum sempat disentuh.  (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/