alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

TPID Kalbar Harus Pastikan Bapoktin Aman

PONTIANAK – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Barat, Sueb meminta Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Kalbar tetap melaksanakan dan melakukan inspeksi ke pasar tradisional, toko-toko, kios yang ada di wilayah tersebut sepanjang Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 2021. Langkah tersebut harus dilakukan guna memastikan ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok dan harga saat tetap terjamin.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, memang Komisi II sudah melihat bahwa stok bahan pangan di pasar maupun di toko-toko masih cukup. “Insha Allah bisa sampai Idul Fitri mendatang dan kami juga pantau pemerintah bekerja secara terus menerus,” ucap dia.

Untuk harga bahan pangan di pasar, tidak ada yang mengalami perubahan harga yang signifikan. Di mana, saat ini harga masih dalam kategori normal. “Kami sudah mencocokan dengan Dinas Perindag dan harga masih tetap sama tidak ada kenaikan tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Hakim Tipikor Dilaporkan ke KY

Katanya berdasarkan hasil pantauan di lokasi, bellum ada kenaikan terlalu signifikan pada beberapa komoditas sembako dan bahan kebutuhan pokok penting lainnya. Hanya memang harga cabai rawit masih cukup tinggi dikarenakan keterbatasan pasokan dari luar. Sementara beras premium antara Rp8.000 hingga 10.000 sampai 12.000 per kg. “Harga beras premium, yang harganya di bawah nasional. Jadi masyarakat diharapkan tetap tenang, karena harga stabil dan stok mencukupi,” ucapnya.

Secara keseluruhan, kata dia, harga sembako seperti beras, minyak goreng, ayam, daging, telur, dan lainnya relatif stabil. Kalaupun ada kenaikan, kata dia, lebih disebabkan adanya kenaikan permintaan akibat kondisi jelang dan selama Ramadan. “Minyak goreng ada kenaikan, karena harga CPO mengalami kenaikan tidak besar. Namun pemerintah sudah koordinasi dengan pihak terkait, agar kenaikan minyak goreng ini bisa ditekan,” ucapnya.

Baca Juga :  Tak Perlu Panik, Pemkab Pastikan Stok Sembako Aman

Dia menambahkan bahwa harga sembako di Kalabr relatif stabil. Kendati terjadi kenaikan akibat kondisi jelang puasa. Dia memprediksi harga akan kembali stabil dalam beberapa hari ke depan. “Jadi ibu-ibu jangan khawatir, harga masih stabil dan terjangkau,” ucap dia.

Selama bulan suci Ramadan sampai Idul Fitri pihaknya meminta dinas teknis terus melakukan pemantauan terkait ketersediaan stok dan harga sembako.

Dia berharap dengan adanya tim pengendali inflasi daerah, betul-betul melihat parameter apa yang bisa mempengaruhi Inflasi. Dengan demikian, kenaikan harga bisa dikendalikan.
(den)

PONTIANAK – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Barat, Sueb meminta Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Kalbar tetap melaksanakan dan melakukan inspeksi ke pasar tradisional, toko-toko, kios yang ada di wilayah tersebut sepanjang Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 2021. Langkah tersebut harus dilakukan guna memastikan ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok dan harga saat tetap terjamin.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, memang Komisi II sudah melihat bahwa stok bahan pangan di pasar maupun di toko-toko masih cukup. “Insha Allah bisa sampai Idul Fitri mendatang dan kami juga pantau pemerintah bekerja secara terus menerus,” ucap dia.

Untuk harga bahan pangan di pasar, tidak ada yang mengalami perubahan harga yang signifikan. Di mana, saat ini harga masih dalam kategori normal. “Kami sudah mencocokan dengan Dinas Perindag dan harga masih tetap sama tidak ada kenaikan tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Kalbar Kecolongan Surat PCR Palsu

Katanya berdasarkan hasil pantauan di lokasi, bellum ada kenaikan terlalu signifikan pada beberapa komoditas sembako dan bahan kebutuhan pokok penting lainnya. Hanya memang harga cabai rawit masih cukup tinggi dikarenakan keterbatasan pasokan dari luar. Sementara beras premium antara Rp8.000 hingga 10.000 sampai 12.000 per kg. “Harga beras premium, yang harganya di bawah nasional. Jadi masyarakat diharapkan tetap tenang, karena harga stabil dan stok mencukupi,” ucapnya.

Secara keseluruhan, kata dia, harga sembako seperti beras, minyak goreng, ayam, daging, telur, dan lainnya relatif stabil. Kalaupun ada kenaikan, kata dia, lebih disebabkan adanya kenaikan permintaan akibat kondisi jelang dan selama Ramadan. “Minyak goreng ada kenaikan, karena harga CPO mengalami kenaikan tidak besar. Namun pemerintah sudah koordinasi dengan pihak terkait, agar kenaikan minyak goreng ini bisa ditekan,” ucapnya.

Baca Juga :  Petugas PPSU Terima Paket Kebutuhan Bahan Pokok

Dia menambahkan bahwa harga sembako di Kalabr relatif stabil. Kendati terjadi kenaikan akibat kondisi jelang puasa. Dia memprediksi harga akan kembali stabil dalam beberapa hari ke depan. “Jadi ibu-ibu jangan khawatir, harga masih stabil dan terjangkau,” ucap dia.

Selama bulan suci Ramadan sampai Idul Fitri pihaknya meminta dinas teknis terus melakukan pemantauan terkait ketersediaan stok dan harga sembako.

Dia berharap dengan adanya tim pengendali inflasi daerah, betul-betul melihat parameter apa yang bisa mempengaruhi Inflasi. Dengan demikian, kenaikan harga bisa dikendalikan.
(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/