alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Warga Diimbau Tak Terprovokasi Kasus Keributan di Pontianak Utara

PONTIANAK – Polisi bergerak cepat menangani kasus lontaran katapel yang diarahkan kepada dua anak di Gang Selat Sumba II, Jalan Gusti Situt Mahmud, Kecamatan Pontianak Utara, pada Minggu (17/5) subuh.

Pelaku, Mr telah ditangkap pihak kepolisian dan telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka penganiayaan ringan.  Sementara akibat perbuatannya, kedua anak-anak tersebut mengalami luka ringan di lengan dan kaki.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin mengatakan, kasus ini bermula pada sekitar pukul 02.10. Saat itu pelaku yang berada di dalam rumah mendengar sekelompok anak-anak membangunkan sahur. Tanpa berpikir panjang, pelaku mengambil katapel berisikan peluru besi bulat (gotri) lalu melontarkan peluru katapel ke arah anak-anak tersebut.

Baca Juga :  Trotoar Kembali Dikerjakan

“Tiga kali pelaku melontarkan isi katapel dan mengenai anak-anak,” kata Komarudin, saat menggelar konferensi pers, Minggu (17/5).

Setelah mengetahui kejadian itu, lanjut Komarudin, pihaknya langsung menerjunkan personal ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.

Komarudin meluruskan informasi yang beredar sebelumnya yang menyatakan terjadinya penembakan. Menurut Komarudin, yang terjadi di Gang Selat Sumba II itu, bukanlah penembakan menggunakan senjata api, melainkan katapel. “Saya sampaikan, foto luka tembak yang beredar di dunia maya, adalah foto di tempat kejadian lain bukan yang terjadi di Kota Pontianak,” tegasnya.

Kapolres menyatakan, saat ini banyak upaya-upaya provokasi dengan sengaja menyebarkan foto-foto dan video-video yang bukan rekaman kejadian sesungguhnya.

Baca Juga :  Bagikan Sembako Bersama Relawan

Dia menegaskan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan, terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi tidak benar terhadap apa yang terjadi di Pontianak Utara. “Saya imbau masyarakat agar tidak teprovokasi dengan isu yang beredar di luar,” imbaunya. “Saat ini kehidupan warga sedang sulit akibat wabah Covid-19. Oleh karena itu jangan tambah sulit hidup masyarakat dengan provokasi-provokasi,” harapnya. (adg)

 

PONTIANAK – Polisi bergerak cepat menangani kasus lontaran katapel yang diarahkan kepada dua anak di Gang Selat Sumba II, Jalan Gusti Situt Mahmud, Kecamatan Pontianak Utara, pada Minggu (17/5) subuh.

Pelaku, Mr telah ditangkap pihak kepolisian dan telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka penganiayaan ringan.  Sementara akibat perbuatannya, kedua anak-anak tersebut mengalami luka ringan di lengan dan kaki.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin mengatakan, kasus ini bermula pada sekitar pukul 02.10. Saat itu pelaku yang berada di dalam rumah mendengar sekelompok anak-anak membangunkan sahur. Tanpa berpikir panjang, pelaku mengambil katapel berisikan peluru besi bulat (gotri) lalu melontarkan peluru katapel ke arah anak-anak tersebut.

Baca Juga :  Kepatuhan Belum Optimal

“Tiga kali pelaku melontarkan isi katapel dan mengenai anak-anak,” kata Komarudin, saat menggelar konferensi pers, Minggu (17/5).

Setelah mengetahui kejadian itu, lanjut Komarudin, pihaknya langsung menerjunkan personal ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.

Komarudin meluruskan informasi yang beredar sebelumnya yang menyatakan terjadinya penembakan. Menurut Komarudin, yang terjadi di Gang Selat Sumba II itu, bukanlah penembakan menggunakan senjata api, melainkan katapel. “Saya sampaikan, foto luka tembak yang beredar di dunia maya, adalah foto di tempat kejadian lain bukan yang terjadi di Kota Pontianak,” tegasnya.

Kapolres menyatakan, saat ini banyak upaya-upaya provokasi dengan sengaja menyebarkan foto-foto dan video-video yang bukan rekaman kejadian sesungguhnya.

Baca Juga :  Trotoar Kembali Dikerjakan

Dia menegaskan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan, terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi tidak benar terhadap apa yang terjadi di Pontianak Utara. “Saya imbau masyarakat agar tidak teprovokasi dengan isu yang beredar di luar,” imbaunya. “Saat ini kehidupan warga sedang sulit akibat wabah Covid-19. Oleh karena itu jangan tambah sulit hidup masyarakat dengan provokasi-provokasi,” harapnya. (adg)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/