alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Kalbar Kecolongan Surat PCR Palsu

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengungkapkan, akhir-akhir ini telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di provinsi ini. Setelah diobservasi, salah satu penyebabnya ada indikasi akibat pemalsuan surat negatif RT-PCR yang mengatasnamakan laboratorium di Jakarta.

“Salah satu yang menjadi masalah setelah kami observasi adalah bocornya kasus-kasus konfirmasi (positif) yang dari luar Kalbar masuk ke Kalbar, terutama yang dari bandara,” ungkap Harisson kepada awak media, Senin (17/5).

Harisson menyebut ada beberapa kasus positif Covid-19 penumpang pesawat yang ternyata menggunakan surat negatif RT-PCR palsu. Kasus ini diketahui setelah laboratorium klinik Medilab Jakarta mengirimkan surat ke Dinas Kesehatan Kalbar, bahwa ada dugaan pemalsuan surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR yang mengatasnamakan lab tersebut.

Seperti diketahui selama ini penumpang pesawat yang akan masuk ke Kalbar wajib menunjukkan surat negatif RT-PCR. Dari temuan kasus ini terindikasi ada penumpang yang sebenarnya positif, tapi tetap bisa masuk ke Kalbar dengan berbekal surat negatif RT-PCR palsu yang mencatut nama Medilab Jakarta.

Baca Juga :  Target Vaksinasi Pertama Oktober Tak Tercapai

“Karena yang menggunakan syarat PCR itu hanya Kalbar dan Kalteng, maka itu dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dimana salah satu dari pengakuan mereka (penumpang) itu, mereka bayar Rp500 ribu atau lebih,” paparnya.

Dengan membayar sekitar Rp500 ribu, oknum penumpang tersebut sudah bisa mendapatkan surat negatif RT-PCR dan bisa terbang ke Kalbar. Dengan adanya temuan kasus tersebut, pihaknya menduga menjadi penyebab peningkatan kasus Covid-19 di Kalbar. Sebab kasus temuan dari luar Kalbar biasanya memiliki kandungan virus yang tinggi. “Nah begitu mereka masuk ke Kalbar akan dengan cepat menyebabkan penularan Covid-19,” ucapnya.

Untuk itu ke depan para petugas yang melakukan pemeriksaan surat di bandara diimbau lebih teliti memeriksa surat yang digunakan penumpang. Karena semua surat yang dikeluarkan tentu sudah dilengkapi dengan QR code. Jika ada pemalsuan tentu akan diketahui setelah dilakukan pemindaian oleh petugas. “Petugas KKP harus hati-hati, benar-benar dicek QR code-nya,” jelasnya.

Baca Juga :  Upaya Maksimalnya Penanganan Covid-19 di Perbatasan Jelang Lebaran

Sementara mengenai kasus harian per17 Mei 2021terjadi penambahan 72 kasus positif Covid-19 dari total 360 sampel yang diperiksa. Tambahan kasus ini terbagi di Kabupaten Bengkayang sebanyak 20orang, Landak19 orang, Sanggau tujuh orang, Sekadau 15 orangdan Melawi 11 orang.

Sementara kasus konfirmasi sembuh ada sebanyak 91orang. Terdiri dari delapan warga Kota Pontianak, enam warga Kubu Raya, sembilan warga Ketapang, 10 warga Landak dan lima warga Mempawah. Kemudian 12 warga Kabupaten Sambas, 11 warga Sanggau, masing-masing tiga warga Kapuas Hulu dan Kota Singkawang, serta masing-masing lima warga Sintang, Kayong Utara dan Melawi. Lalu delapan warga KabupatenSekadau dan satu warga Bengkayang.

“Dengan demikian per 17 Mei 2021, total kasus konfirmasi (di Kalbar) sebanyak 9.352 orang, kasus sembuh 8.559 orang atau 91,52 persen dan kasus meninggal sebanyak 71 orang atau 0,75 persen,” tutupnya. (bar)

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengungkapkan, akhir-akhir ini telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di provinsi ini. Setelah diobservasi, salah satu penyebabnya ada indikasi akibat pemalsuan surat negatif RT-PCR yang mengatasnamakan laboratorium di Jakarta.

“Salah satu yang menjadi masalah setelah kami observasi adalah bocornya kasus-kasus konfirmasi (positif) yang dari luar Kalbar masuk ke Kalbar, terutama yang dari bandara,” ungkap Harisson kepada awak media, Senin (17/5).

Harisson menyebut ada beberapa kasus positif Covid-19 penumpang pesawat yang ternyata menggunakan surat negatif RT-PCR palsu. Kasus ini diketahui setelah laboratorium klinik Medilab Jakarta mengirimkan surat ke Dinas Kesehatan Kalbar, bahwa ada dugaan pemalsuan surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR yang mengatasnamakan lab tersebut.

Seperti diketahui selama ini penumpang pesawat yang akan masuk ke Kalbar wajib menunjukkan surat negatif RT-PCR. Dari temuan kasus ini terindikasi ada penumpang yang sebenarnya positif, tapi tetap bisa masuk ke Kalbar dengan berbekal surat negatif RT-PCR palsu yang mencatut nama Medilab Jakarta.

Baca Juga :  Pelindo II Cabang Pontianak Komitmen Terapkan Sistem Manajeman K3

“Karena yang menggunakan syarat PCR itu hanya Kalbar dan Kalteng, maka itu dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dimana salah satu dari pengakuan mereka (penumpang) itu, mereka bayar Rp500 ribu atau lebih,” paparnya.

Dengan membayar sekitar Rp500 ribu, oknum penumpang tersebut sudah bisa mendapatkan surat negatif RT-PCR dan bisa terbang ke Kalbar. Dengan adanya temuan kasus tersebut, pihaknya menduga menjadi penyebab peningkatan kasus Covid-19 di Kalbar. Sebab kasus temuan dari luar Kalbar biasanya memiliki kandungan virus yang tinggi. “Nah begitu mereka masuk ke Kalbar akan dengan cepat menyebabkan penularan Covid-19,” ucapnya.

Untuk itu ke depan para petugas yang melakukan pemeriksaan surat di bandara diimbau lebih teliti memeriksa surat yang digunakan penumpang. Karena semua surat yang dikeluarkan tentu sudah dilengkapi dengan QR code. Jika ada pemalsuan tentu akan diketahui setelah dilakukan pemindaian oleh petugas. “Petugas KKP harus hati-hati, benar-benar dicek QR code-nya,” jelasnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Nakes Lampaui Target

Sementara mengenai kasus harian per17 Mei 2021terjadi penambahan 72 kasus positif Covid-19 dari total 360 sampel yang diperiksa. Tambahan kasus ini terbagi di Kabupaten Bengkayang sebanyak 20orang, Landak19 orang, Sanggau tujuh orang, Sekadau 15 orangdan Melawi 11 orang.

Sementara kasus konfirmasi sembuh ada sebanyak 91orang. Terdiri dari delapan warga Kota Pontianak, enam warga Kubu Raya, sembilan warga Ketapang, 10 warga Landak dan lima warga Mempawah. Kemudian 12 warga Kabupaten Sambas, 11 warga Sanggau, masing-masing tiga warga Kapuas Hulu dan Kota Singkawang, serta masing-masing lima warga Sintang, Kayong Utara dan Melawi. Lalu delapan warga KabupatenSekadau dan satu warga Bengkayang.

“Dengan demikian per 17 Mei 2021, total kasus konfirmasi (di Kalbar) sebanyak 9.352 orang, kasus sembuh 8.559 orang atau 91,52 persen dan kasus meninggal sebanyak 71 orang atau 0,75 persen,” tutupnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/