alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Tebu Telur atau Tobu Toluk

Pernah mendengar kuliner tebu telur? Penganan yang satu ini ternyata cukup diminati masyarakat Kembayan, Kabupaten Sanggau. Seperti apa bentuknya?

MARSITA RIANDINI, Sanggau

TEBU atau bahasa setempat menyebutnya tobu toluk merupakan jenis sayur-sayuran yang  mirip dengan tebu pada umumnya. Namun, jika tebu biasa diambil airnya, tebu telur ini diambil bagian pucuknya. Sedangkan bagian batangnya yang menyerupai tebu biasa itu tidak  berair banyak. Diameter batangnya juga lebih kecil dari batang tebu biasa.

Mengambil tebu telur tidaklah sulit. Cukup memotong bagian pucuknya, kemudian dikupas kulitnya. Maka, akan menemukan isi semacam sekumpulan telur ikan yang berwarna agak kekuning-kuningan. Karena itu, ia disebut tebu telur. Bagian inilah kemudian diolah menjadi sajian makanan.

Baca Juga :  Peran Kejaksaan dalam Pengawasan Paham Intoleran

Penulis pernah menikmati tebu telur ini yang diolah menjadi sayur bening. Tebu dicampur dengan sayur-sayuran segar. tebu telur tidak dihancurkan. Sehingga bisa mengambilnya secara utuh. Berbeda saat diolah menjadi sambal teri. Tebu telur lebih hancur sehingga sekilas mirip sambal telur ayam. Cocok menjadi lauk teman makan nasi.

Tobu toluk ini juga bisa dimakan mentah. Jika dimakan mentah, teksturnya terasa gersang seperti ampas. Rasanya tawar namun sedikit berlemak. Meski begitu ada yang  lebih suka makan mentah dibanding diolah. “Kalau saya lebih suka makan mentah. Tawar sih, tapi lebih enak daripada diolah,” kata Erwin saat menunjukkan cara membuka tebu telur dan menikmatinya tanpa dimasak.

Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan menanamnya pun tidak sulit. Cara budidaya tebu telur juga sama dengan tebu biasa. Umumnya masyarakat setempat menanam dengan cara di setek, yakni metode perbanyakan tanaman dengan menggunakan potongan tubuh tanaman atau batang tebu. Kemudian ditanam di tanah dengan memberikan jarak antara tanaman satu dengan tanaman lainnya.

Baca Juga :  Munzalan Sebut Sudah Transparan

Tebu telur ini juga biasa dijual di pasar-pasar tradisional. Harganya terjangkau. Umumnya satu ikat lima ribu rupiah, sudah bisa menjadi sajian sedap di meja makan. (*)

Pernah mendengar kuliner tebu telur? Penganan yang satu ini ternyata cukup diminati masyarakat Kembayan, Kabupaten Sanggau. Seperti apa bentuknya?

MARSITA RIANDINI, Sanggau

TEBU atau bahasa setempat menyebutnya tobu toluk merupakan jenis sayur-sayuran yang  mirip dengan tebu pada umumnya. Namun, jika tebu biasa diambil airnya, tebu telur ini diambil bagian pucuknya. Sedangkan bagian batangnya yang menyerupai tebu biasa itu tidak  berair banyak. Diameter batangnya juga lebih kecil dari batang tebu biasa.

Mengambil tebu telur tidaklah sulit. Cukup memotong bagian pucuknya, kemudian dikupas kulitnya. Maka, akan menemukan isi semacam sekumpulan telur ikan yang berwarna agak kekuning-kuningan. Karena itu, ia disebut tebu telur. Bagian inilah kemudian diolah menjadi sajian makanan.

Baca Juga :  Warga Abai Pakai Masker

Penulis pernah menikmati tebu telur ini yang diolah menjadi sayur bening. Tebu dicampur dengan sayur-sayuran segar. tebu telur tidak dihancurkan. Sehingga bisa mengambilnya secara utuh. Berbeda saat diolah menjadi sambal teri. Tebu telur lebih hancur sehingga sekilas mirip sambal telur ayam. Cocok menjadi lauk teman makan nasi.

Tobu toluk ini juga bisa dimakan mentah. Jika dimakan mentah, teksturnya terasa gersang seperti ampas. Rasanya tawar namun sedikit berlemak. Meski begitu ada yang  lebih suka makan mentah dibanding diolah. “Kalau saya lebih suka makan mentah. Tawar sih, tapi lebih enak daripada diolah,” kata Erwin saat menunjukkan cara membuka tebu telur dan menikmatinya tanpa dimasak.

Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan menanamnya pun tidak sulit. Cara budidaya tebu telur juga sama dengan tebu biasa. Umumnya masyarakat setempat menanam dengan cara di setek, yakni metode perbanyakan tanaman dengan menggunakan potongan tubuh tanaman atau batang tebu. Kemudian ditanam di tanah dengan memberikan jarak antara tanaman satu dengan tanaman lainnya.

Baca Juga :  Bantuan Tahap II Alkes dan Suplemen di 3 Puskesmas Sekitar Antam

Tebu telur ini juga biasa dijual di pasar-pasar tradisional. Harganya terjangkau. Umumnya satu ikat lima ribu rupiah, sudah bisa menjadi sajian sedap di meja makan. (*)

Most Read

Daerah Zona Merah Terus Bertambah

DKKB Resmi Terbentuk

Latihan Ringan Melawan Bosan

Bahaya Kejahatan di Ruang Digital

Artikel Terbaru

/