alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Mujiono Minta Pemerintah Maksimalkan Potensi Pajak Parkir di Kota Pontianak

PONTIANAK – Anggota Komisi 3 DPRD Kota Pontianak Mujiono meminta pemerintah setempat memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah pajak parkir.

Potensi pajak parkir dan retribusi parkir di Kota Pontianak dinilai belum tergarap maksimal. Sementara jumlah kendaraan terus bertambah.

“Bertambahnya setiap tahun luar biasa. Hampir satu juta ke atas kendaraan di Pontianak. Tetapi potensi pajak parkir dan retribusi parkir belum maksimal,” kata Mujiono di Pontianak, kemarin.

Mujiono mengatakan belum maksimalnya potensi itu diindikasikan wajib pajak yang melaporkan, dan membayar pajak parkir tidak sesuai potensi yang ada. Dicontohkan pada retail-retail modern. Lanjut Mujiono, menghitung potensi pajak parkir dari luas lahan yang dipakai.

“Jika punya lahan lebar 8 meter dan panjangnya 10 meter, maka luas lahan itu 80 meter. Jika diambil semua untuk motor berarti kan 80 motor,” kata Mujiono.

“Ternyata yang disetor ke kas daerah 150 ribu. Jika dibagi tarif, hari dan sebagainya ternyata hanya empat motor yang terparkir dan itu terjadi di retail modern,” sambung Mujiono.

Baca Juga :  Tiga Terduga Teroris Dibekuk

Ia menambahkan kondisi ini hampir terjadi di semua retail modern dan potensi pajak parkir belum tergarap maksimal. Ini yang kemudian realisasi pajak parkir tak mencapai target. Dari target sebesar Rp6 miliar, realisasi hanya Rp3 miliar.

Sementara dilanjut Mujiono, jika dihitung maka pendapatan daerah dari pajak parkir luar biasa. Potensi itu dihitung dari luas lahan dan daya tampung lahan parkir.

“Ini harus dikejar oleh BKD. Salah satu upaya untuk mengejar target agar pajak parkir maksimal. Kami berharap pajak parkir bisa mencapai Rp10 miliar di tahun 2022,” pinta Mujiono.

Ia meminta agar Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait berkirim surat ke pelaku usaha untuk memaksimalkan potensi pajak parkir.

“Pontianak tidak ada sumber daya alam. Hanya ada perdagangan dan jasa. Mau minta dengan siapa sumber pendapatan. Salah satunya peran serta dari pelaku usaha dalam rangka mendorong pendapatan dari pajak parkir,” imbuhnya.

Baca Juga :  Seratus Peserta Ikuti Pelatihan Perizinan Elektornik

Namun Ia juga mengakui bahwa ini merupakan persoalan lama. Pihaknya berharap dilakukan untuk memaksimalkan guna mengatasi kas daerah yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kami sudah rapat dengan BKD. Jika masih ragu-ragu maka ini keputusan dari Komisi 3 dan BKD terkait dengan penyesuaian tarif dan realisasi pendapatan yang tidak potensial. Karena ini salah satu, unsur pidana juga. Melaporkan pajak tidak sesuai. Termasuk kategori penipuan pajak,” tegas Mujiono.

Lebih lanjut, Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan kunjungan lapangan. Pihaknya juga sudah bertemu dengan pengusaha retail untuk melihat langsung potensi pajak parkir.

“Nanti kami undang BKD terkait implementasi kesepakatan yang sudah dibuat. Apakah sudah berkirim surat atau belum. Sementara untuk bank umum nasional sudah dikirimkan terkait dengan penagihan pajak parkir,” pungkasnya. (mse)

PONTIANAK – Anggota Komisi 3 DPRD Kota Pontianak Mujiono meminta pemerintah setempat memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah pajak parkir.

Potensi pajak parkir dan retribusi parkir di Kota Pontianak dinilai belum tergarap maksimal. Sementara jumlah kendaraan terus bertambah.

“Bertambahnya setiap tahun luar biasa. Hampir satu juta ke atas kendaraan di Pontianak. Tetapi potensi pajak parkir dan retribusi parkir belum maksimal,” kata Mujiono di Pontianak, kemarin.

Mujiono mengatakan belum maksimalnya potensi itu diindikasikan wajib pajak yang melaporkan, dan membayar pajak parkir tidak sesuai potensi yang ada. Dicontohkan pada retail-retail modern. Lanjut Mujiono, menghitung potensi pajak parkir dari luas lahan yang dipakai.

“Jika punya lahan lebar 8 meter dan panjangnya 10 meter, maka luas lahan itu 80 meter. Jika diambil semua untuk motor berarti kan 80 motor,” kata Mujiono.

“Ternyata yang disetor ke kas daerah 150 ribu. Jika dibagi tarif, hari dan sebagainya ternyata hanya empat motor yang terparkir dan itu terjadi di retail modern,” sambung Mujiono.

Baca Juga :  Mujiono Minta Pemerintah Tata Ulang Lantai Atas Pasar Tradisional

Ia menambahkan kondisi ini hampir terjadi di semua retail modern dan potensi pajak parkir belum tergarap maksimal. Ini yang kemudian realisasi pajak parkir tak mencapai target. Dari target sebesar Rp6 miliar, realisasi hanya Rp3 miliar.

Sementara dilanjut Mujiono, jika dihitung maka pendapatan daerah dari pajak parkir luar biasa. Potensi itu dihitung dari luas lahan dan daya tampung lahan parkir.

“Ini harus dikejar oleh BKD. Salah satu upaya untuk mengejar target agar pajak parkir maksimal. Kami berharap pajak parkir bisa mencapai Rp10 miliar di tahun 2022,” pinta Mujiono.

Ia meminta agar Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait berkirim surat ke pelaku usaha untuk memaksimalkan potensi pajak parkir.

“Pontianak tidak ada sumber daya alam. Hanya ada perdagangan dan jasa. Mau minta dengan siapa sumber pendapatan. Salah satunya peran serta dari pelaku usaha dalam rangka mendorong pendapatan dari pajak parkir,” imbuhnya.

Baca Juga :  Seratus Peserta Ikuti Pelatihan Perizinan Elektornik

Namun Ia juga mengakui bahwa ini merupakan persoalan lama. Pihaknya berharap dilakukan untuk memaksimalkan guna mengatasi kas daerah yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kami sudah rapat dengan BKD. Jika masih ragu-ragu maka ini keputusan dari Komisi 3 dan BKD terkait dengan penyesuaian tarif dan realisasi pendapatan yang tidak potensial. Karena ini salah satu, unsur pidana juga. Melaporkan pajak tidak sesuai. Termasuk kategori penipuan pajak,” tegas Mujiono.

Lebih lanjut, Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan kunjungan lapangan. Pihaknya juga sudah bertemu dengan pengusaha retail untuk melihat langsung potensi pajak parkir.

“Nanti kami undang BKD terkait implementasi kesepakatan yang sudah dibuat. Apakah sudah berkirim surat atau belum. Sementara untuk bank umum nasional sudah dikirimkan terkait dengan penagihan pajak parkir,” pungkasnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/