alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Dari Tapal Batas, Covid-19 sampai Jalan Rusak di Dapilnya

PONTIANAK—Masalah tapal batas kabupaten hingga penanganan Covid-19 di dapilnya Kabupaten Sanggau-Sekadau menjadi perhatian anggota DPRD Kalimantan Barat, Muhammad S.Sos. Politisi PAN Kalbar tersebut menyorotinya karena uneg-uneg masyarakat minta disuarakan secara berkelanjutan.

“Iya, di Dapil saya sendiri masalah tapal batas sampai penanganan Covid-19 memang jadi pembicaraan hangat masyarakat. Makanya saya coba suarakan,” kata wakil rakyat periode perdana (2019-2024) di DPRD Kalbar ini.

Menurutnya seperti masalah tapal batas antara Kabupaten Sekadau-Sanggau hingga Sintang beberapa diantaranya sudah jelas, tetapi ada sedikit juga menganjal. Beberapa waktu belakangan mencuat ke permukaan terkait administrasi masyarakatnya.

Misalnya di daerah Sungsong, Desa Biyaban sebenarnya mayarakat dan warganya masuk ke wilayah Sekadau. Namun belum menyeluruh karena diklaim masuk ke Kabupaten Sanggau. Ada juga nama desa di Kabupaten Sekadau ternyata masuk ke Kabupaten Sintang.

Baca Juga :  PKK Pontianak Bentuk Tim Penanganan Stunting

”Padahal databasenya masuk ke Sekadau. Tetapi desa tersebut diklaim Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Guna menyelesaikan konflik seperti begini, hendaknya memang pimpinan daerah duduk satu meja. Diapun berharap dapat dilakukan secepatnya. ”Tujuannya juga agar masyarakat tenang soal adminitrasi kependudukan,” ucapnya.

Persoalan lain yang tengah hangat adalah masyarakat di Kabupaten Sekadau juga menyuarakan bantuan Covid-19. Warga bersyukur karena Pemprov Kalbar berhasil mengucurkan sebanyak 125 ton beras untuk 7 Kecamatan dan 87 Desa. Bantuan tersebut terkoordinir dengan baik ke warga penerima dan terdampak Covid-19.(den)

PONTIANAK—Masalah tapal batas kabupaten hingga penanganan Covid-19 di dapilnya Kabupaten Sanggau-Sekadau menjadi perhatian anggota DPRD Kalimantan Barat, Muhammad S.Sos. Politisi PAN Kalbar tersebut menyorotinya karena uneg-uneg masyarakat minta disuarakan secara berkelanjutan.

“Iya, di Dapil saya sendiri masalah tapal batas sampai penanganan Covid-19 memang jadi pembicaraan hangat masyarakat. Makanya saya coba suarakan,” kata wakil rakyat periode perdana (2019-2024) di DPRD Kalbar ini.

Menurutnya seperti masalah tapal batas antara Kabupaten Sekadau-Sanggau hingga Sintang beberapa diantaranya sudah jelas, tetapi ada sedikit juga menganjal. Beberapa waktu belakangan mencuat ke permukaan terkait administrasi masyarakatnya.

Misalnya di daerah Sungsong, Desa Biyaban sebenarnya mayarakat dan warganya masuk ke wilayah Sekadau. Namun belum menyeluruh karena diklaim masuk ke Kabupaten Sanggau. Ada juga nama desa di Kabupaten Sekadau ternyata masuk ke Kabupaten Sintang.

Baca Juga :  Booster Jadi Syarat Perjalanan

”Padahal databasenya masuk ke Sekadau. Tetapi desa tersebut diklaim Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Guna menyelesaikan konflik seperti begini, hendaknya memang pimpinan daerah duduk satu meja. Diapun berharap dapat dilakukan secepatnya. ”Tujuannya juga agar masyarakat tenang soal adminitrasi kependudukan,” ucapnya.

Persoalan lain yang tengah hangat adalah masyarakat di Kabupaten Sekadau juga menyuarakan bantuan Covid-19. Warga bersyukur karena Pemprov Kalbar berhasil mengucurkan sebanyak 125 ton beras untuk 7 Kecamatan dan 87 Desa. Bantuan tersebut terkoordinir dengan baik ke warga penerima dan terdampak Covid-19.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/