alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Jalan Trans Kalimantan Berlubang dan Rawan Banjir

Anggota DPRD Kalimantan Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kubu Raya-Mempawah, Irsan S.Ag meminta Pemerintah Pusat melalui Satker Balai Jalan dan Jembatan atau Pemprov Kalbar untuk menyegerakan pengerjaan ruas jalan Trans Kalimantan yang berada di Kubu Raya.

“Sepanjang jalan di beberapa titik penting, banyak ruas jalan berlubang dan pada musim penghujan juga rentan tergenang akibat drainase tidak mengalir sebagaimana mestinya. Dampaknya tidak sedikit korban berjatuhan,” ungkapnya (17/6) di Pontianak.

Menurutnya pemeliharaan ruas Jalan Trans Kalimantan sangat penting pada masa sekarang. Lubangnya sudah cukup banyak dan tersebar di banyak titik. Bahkan banyak terjadi kecelakaan baik dari kendaraan roda empat dan terutama dari korban roda dua. ”Lubangnya besar-besar. Pada musim penghujan lebat yakni banjir menutupi saluran air. Nampaknya seolah-olah jalan bagus, tetapi banyak menyebabkan korban dari pengendara berjatuhan,” ujarnya.

Baca Juga :  Banyak Perusahaan Tak Bayar Pajak 

Di Bundaran Alianyang Trans Kalimantan misalnya, saluran air tidak berfungsi. Musim penghujan bundaran tersebut tergenang dan menjadi banjir. Intinya pada titik tersebut butuh adanya perbaikan dan drainase. “Pada jalur tersebut, drainase sepertinya tidak ada saluran pembuangan. Makanya kami harapkan Pemprov Kalbar menekan Pempus melalui Satker Balai untuk segera merapikannya,” ucapnya.

Politisi PKB Kalbar ini sudah beberapa kali diprotes dan diminta masyarakat sekitar Jalan Trans Kalimantan untuk menyuarakan kerusakan jalan dan genangan air hujan. Terlepas dananya dari Pemprov Kalbar atau APBN Pusat, harusnya intansi terkait cepat  melakukan monitoring di Bundaran atau Jalan Trans Kalimantan jalur lainnya. ”Permintaan masyarakat segerakan lakukan perbaikan untuk menimalisir korban kecelakaan. Tidak sedikit warga di sana harus menjadi korban karena kondisi jalan tersebut,” ucap Irsan.

Baca Juga :  Akad Nikah Bupati Kayong Utara Citra Duani, Prosesi Kental Adat Melayu

Diapun tidak henti-henti meminta tahun 2020 sudah ada perbaikan. Tidak boleh lagi menunggu tahun 2021 mendatang. Pasalnya akan banyak korban berjatuhan karena kondisi jalan dimaksud. “Kami harapkan segera dilelang atau kontrakan ke pelaksana andai anggarannya sudah tersedia. Jangan tunggu lagi lama-lama. Kasihan warga di sekitar Jalan Trans Kalimantan dan pengendara yang lewat,” pungkasnya.(den)

Anggota DPRD Kalimantan Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kubu Raya-Mempawah, Irsan S.Ag meminta Pemerintah Pusat melalui Satker Balai Jalan dan Jembatan atau Pemprov Kalbar untuk menyegerakan pengerjaan ruas jalan Trans Kalimantan yang berada di Kubu Raya.

“Sepanjang jalan di beberapa titik penting, banyak ruas jalan berlubang dan pada musim penghujan juga rentan tergenang akibat drainase tidak mengalir sebagaimana mestinya. Dampaknya tidak sedikit korban berjatuhan,” ungkapnya (17/6) di Pontianak.

Menurutnya pemeliharaan ruas Jalan Trans Kalimantan sangat penting pada masa sekarang. Lubangnya sudah cukup banyak dan tersebar di banyak titik. Bahkan banyak terjadi kecelakaan baik dari kendaraan roda empat dan terutama dari korban roda dua. ”Lubangnya besar-besar. Pada musim penghujan lebat yakni banjir menutupi saluran air. Nampaknya seolah-olah jalan bagus, tetapi banyak menyebabkan korban dari pengendara berjatuhan,” ujarnya.

Baca Juga :  Akad Nikah Bupati Kayong Utara Citra Duani, Prosesi Kental Adat Melayu

Di Bundaran Alianyang Trans Kalimantan misalnya, saluran air tidak berfungsi. Musim penghujan bundaran tersebut tergenang dan menjadi banjir. Intinya pada titik tersebut butuh adanya perbaikan dan drainase. “Pada jalur tersebut, drainase sepertinya tidak ada saluran pembuangan. Makanya kami harapkan Pemprov Kalbar menekan Pempus melalui Satker Balai untuk segera merapikannya,” ucapnya.

Politisi PKB Kalbar ini sudah beberapa kali diprotes dan diminta masyarakat sekitar Jalan Trans Kalimantan untuk menyuarakan kerusakan jalan dan genangan air hujan. Terlepas dananya dari Pemprov Kalbar atau APBN Pusat, harusnya intansi terkait cepat  melakukan monitoring di Bundaran atau Jalan Trans Kalimantan jalur lainnya. ”Permintaan masyarakat segerakan lakukan perbaikan untuk menimalisir korban kecelakaan. Tidak sedikit warga di sana harus menjadi korban karena kondisi jalan tersebut,” ucap Irsan.

Baca Juga :  Libur Lebaran Pelayanan Puskemas Tetap Buka

Diapun tidak henti-henti meminta tahun 2020 sudah ada perbaikan. Tidak boleh lagi menunggu tahun 2021 mendatang. Pasalnya akan banyak korban berjatuhan karena kondisi jalan dimaksud. “Kami harapkan segera dilelang atau kontrakan ke pelaksana andai anggarannya sudah tersedia. Jangan tunggu lagi lama-lama. Kasihan warga di sekitar Jalan Trans Kalimantan dan pengendara yang lewat,” pungkasnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/