alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Sukses Gelar Lomba Desain Busana Muslim, Dekranasda Kalbar Tuai Pujian

Terus Gali Potensi Daerah Agar Jadi Pusat Perhatian Nasional

KETUA Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Hj. Lismaryani Sutarmidji, menyambut baik apresiasi dan pujian yang disampaikan desainer senior Indonesia, Musa Widyatmodjo, B.Sc., atas kesuksesan penyelenggaraan Lomba Desain Busana Muslim “Ready to Wear Deluxe”. Dia berharap kegiatan ini akan terus berlanjut untuk menggali potensi kau muda Kalimantan Barat.

———

“Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut bagi kaum-kaum muda, untuk menggali potensi lokal. Seperti kata Pak Musa tadi, terus digali karya-karya lokal (Kalbar),” ungkap Lismaryani usai penyerahan hadiah kepada pemenang Lomba Desain Busana Muslim “Ready to Wear Deluxe”, yang digelar di Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat Jalan Ahmad Yani, Rabu (17/6).

Dikatakannya, kegiatan ini akan berlanjut di tahun mendatang mengingat corak-corak dan kriya lokal di masing-masing kabupaten/kota belum tergali sepenuhnya. Lismaryani mengatakan tahun depan lomba akan lebih difokuskan kepada menggali dan mengkreasikan corak khas lokal masing-masing kabupaten/kota.

Baca Juga :  Hadiri Pembukaan KKI Seri 2 secara Virtual, Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar Ajak UMKM Ambil Peluang

“Insya Allah tahun depan akan buat yang lebih lokal. Sintang, tenun ikat, Singkawang ada Tidayu. Jadi masing-masing daerah harus mengunggulkan tenunnya masing-masing,” kata Lismaryani.

Desainer Senior Indonesia, Musa Widyatmodjo mengingatkan para desainer busana Kalbar harus terus menggali potensi daerah mengingat Kalimantan Barat akan menjadi pusat perhatian nasional.

“Untuk itu perajin desainer fashion hendaklah menggali potensi khazanah daerah untuk kemudian dipromosikan dalam rangka menunjang penguatan ekonomi daerah,” kata Musa secara daring via Zoom Meeting.

Lismaryani Sutarmidji mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi peserta lomba dengan menambah juara Harapan hingga Harapan 3, dengan hadiah langsung dari ibu ketua secara pribadi. Selanjutnya juri bersepakat, juara harapan 3 diberikan kepada peserta nomor urut 1, Nur Afifah dari Kota Pontianak.

Para finalis harus meraih nilai terbanyak sesuai kriteria penilaian yang mencakup tema, Harmonisasi Komposisi Warna, Kreativitas Pemakaian Bahan Khas Kalimantan Barat, Total Look, Kesesuaian Konsep dengan Kategori Lomba, serta Teknik Pengerjaan.

Baca Juga :  Dekranasda Komitmen Tingkatkan Tenun Sidan

Juara pertama diraih Sri Kurniawati asal Sanggau. Juara dua diraih Erlina Monik dari Sintang, sedangkan juara ketiga diraih Eko Teguh Prasetyo dari Kota Pontianak. Untuk harapan I diraih Herry Purwanto dari Kayong Utara, sedangkan juara harapan II Sri Herlina dari Kota Pontianak

Sedianya final lomba ini digelar pada akhir Maret 2020, namun harus tertunda dua bulan lebih akibat Pandemi Covid-19. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, kegiatan ini hanya dihadiri oleh panitia, desainer, dan dua orang juri lokal. Sedangkan satu orang Juri Nasional hadir secara virtual melalui Zoom Meeting.  Hasil desain finalis diperagakan menggunakan manekin, tidak menggunakan model seperti lazimnya lomba fashion. (*)

Terus Gali Potensi Daerah Agar Jadi Pusat Perhatian Nasional

KETUA Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Hj. Lismaryani Sutarmidji, menyambut baik apresiasi dan pujian yang disampaikan desainer senior Indonesia, Musa Widyatmodjo, B.Sc., atas kesuksesan penyelenggaraan Lomba Desain Busana Muslim “Ready to Wear Deluxe”. Dia berharap kegiatan ini akan terus berlanjut untuk menggali potensi kau muda Kalimantan Barat.

———

“Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut bagi kaum-kaum muda, untuk menggali potensi lokal. Seperti kata Pak Musa tadi, terus digali karya-karya lokal (Kalbar),” ungkap Lismaryani usai penyerahan hadiah kepada pemenang Lomba Desain Busana Muslim “Ready to Wear Deluxe”, yang digelar di Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat Jalan Ahmad Yani, Rabu (17/6).

Dikatakannya, kegiatan ini akan berlanjut di tahun mendatang mengingat corak-corak dan kriya lokal di masing-masing kabupaten/kota belum tergali sepenuhnya. Lismaryani mengatakan tahun depan lomba akan lebih difokuskan kepada menggali dan mengkreasikan corak khas lokal masing-masing kabupaten/kota.

Baca Juga :  Hadiri Pembukaan KKI Seri 2 secara Virtual, Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar Ajak UMKM Ambil Peluang

“Insya Allah tahun depan akan buat yang lebih lokal. Sintang, tenun ikat, Singkawang ada Tidayu. Jadi masing-masing daerah harus mengunggulkan tenunnya masing-masing,” kata Lismaryani.

Desainer Senior Indonesia, Musa Widyatmodjo mengingatkan para desainer busana Kalbar harus terus menggali potensi daerah mengingat Kalimantan Barat akan menjadi pusat perhatian nasional.

“Untuk itu perajin desainer fashion hendaklah menggali potensi khazanah daerah untuk kemudian dipromosikan dalam rangka menunjang penguatan ekonomi daerah,” kata Musa secara daring via Zoom Meeting.

Lismaryani Sutarmidji mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi peserta lomba dengan menambah juara Harapan hingga Harapan 3, dengan hadiah langsung dari ibu ketua secara pribadi. Selanjutnya juri bersepakat, juara harapan 3 diberikan kepada peserta nomor urut 1, Nur Afifah dari Kota Pontianak.

Para finalis harus meraih nilai terbanyak sesuai kriteria penilaian yang mencakup tema, Harmonisasi Komposisi Warna, Kreativitas Pemakaian Bahan Khas Kalimantan Barat, Total Look, Kesesuaian Konsep dengan Kategori Lomba, serta Teknik Pengerjaan.

Baca Juga :  Gebyar Ekonomi Kreatif Virtual Kalbar Dimulai, Momentum UMKM Kalbar Mendunia

Juara pertama diraih Sri Kurniawati asal Sanggau. Juara dua diraih Erlina Monik dari Sintang, sedangkan juara ketiga diraih Eko Teguh Prasetyo dari Kota Pontianak. Untuk harapan I diraih Herry Purwanto dari Kayong Utara, sedangkan juara harapan II Sri Herlina dari Kota Pontianak

Sedianya final lomba ini digelar pada akhir Maret 2020, namun harus tertunda dua bulan lebih akibat Pandemi Covid-19. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, kegiatan ini hanya dihadiri oleh panitia, desainer, dan dua orang juri lokal. Sedangkan satu orang Juri Nasional hadir secara virtual melalui Zoom Meeting.  Hasil desain finalis diperagakan menggunakan manekin, tidak menggunakan model seperti lazimnya lomba fashion. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/