alexametrics
25 C
Pontianak
Wednesday, August 17, 2022

Enam Ambulans Mendadak Direparasi, Pekerja Bengkel Kebut Interior Mobil

PONTIANAK –  Dugaan adanya permasalahan dalam pengadaan mobil ambulans berstandar Covid-19 semakin kuat. Indikasi  ini muncul ketika enam unit mobil infeksius itu ditemukan berada di bengkel aksesori mobil di samping Gang Margedorejo 1, Jalan Suwignyo, Kecamatan Pontianak Kota, Minggu (17/9).

Kabar ini bermula pada Minggu 17 Oktober sekitar pukul  21.20. Saat itu Pontianak Post mendapat informasi dari seorang warga,  jika beberapa unit mobil ambulans itu sedang berada di  toko aksesori mobil dimaksud. Mobil-mobil ambulans Infeksius tersebut diduga tengah dilakukan perbaikan interior.

Dari informasi itu, koran ini kemudian bergerak menuju  alamat yang disebutkan.  Sesampainya di lokasi, enam unit mobil itu didapati tengah terparkir di Bengkel Markas Audio.  Lima unit mobil ambulans berada di halaman toko. Sementara satu unit lainnya di depan toko. Tepatnya di tepi jalan.

Dari pantauan Pontianak Post, tampak seorang pria berkumis mengenakan pakaian warna coklat sedang memegang barang mirip alat kesehatan.  Beberapa pekerja lain tengah membenahi interior di dalam mobil ambulans.  Pekerja tersebut tampak seperti memasang kain di bagian ruang belakang mobil.

Baca Juga :  Tak Kunjung Tuntas, Desak Kemendagri Verifikasi Ulang Tapal Batas Perumnas IV

Sebelum mendapati mobil ambulans berada di tempat aksesori mobil, Pontianak Post sudah mendapat kabar bahwa ada pihak tertentu yang berupaya melengkapi spesifikasi enam unit mobil ambulans yang tidak berstandar Covid-19 menjadi sesuai spesifikasi. Mobil-mobil ambulans yang sebelumnya telah dihibahkan akan kembali ditarik untuk dilengkapi. Upaya ini dilakukan sejak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat menyuarakan masalah dalam pengadaan.

Kabar itu sepertinya bukan isapan jempol.  Dari informasi yang didapat, keenam unit mobil ambulans itu berada di toko Markas Audio, sejak Jumat 15 Oktober.

“Ada orang dinas yang ngantar mobil ambulans ini. Mintanya dirapi-rapikan dan diberes-bereskan,” kata pria yang mengaku sebagai pemilik usaha itu.

Baca Juga :  Midji Tegaskan Bahwa Pengadaan Ambulans Infeksius Bukan Penyelewengan Anggaran

Seorang pekerja Markas Audio, bernama Diki, mengaku jika dirinya mendapat tugas untuk memperbaiki alas plafon mobil. Menurut Diki, karena sebelumnya alas plafon mobil ambulans masih menggunakan alas yang asli.

“Enam unit mobil yang datang ke sini semuanya dalam kondisi yang sama. Minta plafon dilapisi kain,” jelasnya.

Diki mengungkapkan, pekerjaan yang dilakukannya adalah menata kembali interior keenam mobil ambulans tersebut.

“Di dalam mobil ambulans ini, kondisinya memang kosong,” ungkap Diki.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar mengendus adanya dugaan penyimpangan anggaran pada proyek pengadaan 12 unit mobil ambulans berstandar Covid-19 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalbar.

Dugaan itu mencuat setelah beredaran surat klarifikasi dari Kejati Kalbar terhadap salah satu pihak yang terlibat dalam pengadaan. Surat Kejati itu tertanggal 21 September 2021. (adg)

PONTIANAK –  Dugaan adanya permasalahan dalam pengadaan mobil ambulans berstandar Covid-19 semakin kuat. Indikasi  ini muncul ketika enam unit mobil infeksius itu ditemukan berada di bengkel aksesori mobil di samping Gang Margedorejo 1, Jalan Suwignyo, Kecamatan Pontianak Kota, Minggu (17/9).

Kabar ini bermula pada Minggu 17 Oktober sekitar pukul  21.20. Saat itu Pontianak Post mendapat informasi dari seorang warga,  jika beberapa unit mobil ambulans itu sedang berada di  toko aksesori mobil dimaksud. Mobil-mobil ambulans Infeksius tersebut diduga tengah dilakukan perbaikan interior.

Dari informasi itu, koran ini kemudian bergerak menuju  alamat yang disebutkan.  Sesampainya di lokasi, enam unit mobil itu didapati tengah terparkir di Bengkel Markas Audio.  Lima unit mobil ambulans berada di halaman toko. Sementara satu unit lainnya di depan toko. Tepatnya di tepi jalan.

Dari pantauan Pontianak Post, tampak seorang pria berkumis mengenakan pakaian warna coklat sedang memegang barang mirip alat kesehatan.  Beberapa pekerja lain tengah membenahi interior di dalam mobil ambulans.  Pekerja tersebut tampak seperti memasang kain di bagian ruang belakang mobil.

Baca Juga :  Pemkot - Pelni Siapkan 16 Ribu Sambungan Pengelolaan Air Limbah

Sebelum mendapati mobil ambulans berada di tempat aksesori mobil, Pontianak Post sudah mendapat kabar bahwa ada pihak tertentu yang berupaya melengkapi spesifikasi enam unit mobil ambulans yang tidak berstandar Covid-19 menjadi sesuai spesifikasi. Mobil-mobil ambulans yang sebelumnya telah dihibahkan akan kembali ditarik untuk dilengkapi. Upaya ini dilakukan sejak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat menyuarakan masalah dalam pengadaan.

Kabar itu sepertinya bukan isapan jempol.  Dari informasi yang didapat, keenam unit mobil ambulans itu berada di toko Markas Audio, sejak Jumat 15 Oktober.

“Ada orang dinas yang ngantar mobil ambulans ini. Mintanya dirapi-rapikan dan diberes-bereskan,” kata pria yang mengaku sebagai pemilik usaha itu.

Baca Juga :  Harisson Sebut Penggantian Plafon Enam Ambulans Infeksius Rekomendasi Jaksa

Seorang pekerja Markas Audio, bernama Diki, mengaku jika dirinya mendapat tugas untuk memperbaiki alas plafon mobil. Menurut Diki, karena sebelumnya alas plafon mobil ambulans masih menggunakan alas yang asli.

“Enam unit mobil yang datang ke sini semuanya dalam kondisi yang sama. Minta plafon dilapisi kain,” jelasnya.

Diki mengungkapkan, pekerjaan yang dilakukannya adalah menata kembali interior keenam mobil ambulans tersebut.

“Di dalam mobil ambulans ini, kondisinya memang kosong,” ungkap Diki.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar mengendus adanya dugaan penyimpangan anggaran pada proyek pengadaan 12 unit mobil ambulans berstandar Covid-19 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalbar.

Dugaan itu mencuat setelah beredaran surat klarifikasi dari Kejati Kalbar terhadap salah satu pihak yang terlibat dalam pengadaan. Surat Kejati itu tertanggal 21 September 2021. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/