alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Sektor Publik Mulai Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

PONTIANAK – Beberapa sektor publik di Kota Pontianak mulai menerapkan aplikasi PeduliLindungi bagi pengunjung. Hotel Aston Pontianak misalnya, resmi menerapkan penggunaan aplikasi tersebut bagi pengunjung hotel. Setiap pintu masuk hotel ini ditempatkan kode batang atau barcode untuk dipindai dengan aplikasi yang terdapat di ponsel pintar milik pengguna.

“Ada tiga pintu yang kami siapkan barcode-nya. Ada satu di lobby, kedua di lorong sisi kanan hotel (dari arah Hotel Transera), dan yang ketiga di basement. Dan ada satu pintu lagi untuk para karyawan,” kata GM Hotel Aston Pontianak, Anto W Soemartono, Selasa (16/11).

Pihaknya memang sudah mendapatkan imbauan untuk menerapkan hal tersebut sejak pekan lalu dari Dinas Kesehatan Kalbar. Setelah mendapat arahan, pihaknya menunggu barcode yang sebelumnya harus didaftarkan melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Setelah mendapatkan kode tersebut, pihaknya bergerak cepat melakukan sosialisasi kepada karyawan. “Terutama kepada pihak sekuriti, karena mereka yang nanti akan memberikan pengertian kepada pengunjung,” katanya.

Baca Juga :  Target Bebas Pandemi, Midji : Bisa Saja!  

Dari hasil pemindaian barcode tersebut, pihaknya dapat mengetahui kondisi pengunjung. Apabila warna hijau berarti pengunjung sudah divaksin dua kali, warna kuning sudah divaksin satu kali, merah pengunjung belum divaksin, dan hitam berarti terkonfirmasi positif Covid-19. “Untuk warna hijau dan kuning berarti boleh berkunjung,” ucapnya.

Aturan ini berlaku untuk kegiatan apapun yang dilakukan di hotel tersebut, termasuk pesta pernikahan. Langkah ini menurut Anto dilakukan untuk memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk segera ikut vaksin. “Kita lebih bisa menerapkan protokol kesehatan karena orang yang belum vaksin mudah dideteksi,” pungkas dia.

Hal yang sama juga sudah diterapkan di Ayani Megamall Pontianak. Pengunjung wajib scan QR barcode dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Manager HRD dan GA Ayani Megamall, Gigih Tri Saksono mengatakan, penerapan aplikasi itu dilakukan sejak tanggal 12 November 2021. Penerapan ini sekaligus untuk mendukung program pemerintah demi menekan penyebaran kasus Covid-19.

Baca Juga :  Masuk Ayani Megamall Kini Harus Scan Barcode Aplikasi PeduliLindungi

Sejumlah warga Pontianak tidak mempermasalahkan kewajiban penggunaan aplikasi PeduliLindungi di beberapa sektor publik sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2021, Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan No.3933 Tahun 2021, dan Peraturan Gubernur Kalbar No. 196 Tahun 2021.

“Tidak masalah. Tidak merepotkan dan bahkan berguna. Jadinya kita tidak khawatir saat berbelanja ke mal atau melakukan aktifitas di tempat publik. Ini juga mendorong warga untuk segera ikut vaksin bagi yang belum,” kata Budianto (43), warga Pontianak Kota.

Senada hal itu, Kusuma (40 tahun), warga Pal V Pontianak Barat juga mendukung kebijakan tersebut. Bahkan bisa jadi, katanya, pemerintah pusat, menerapkan persyaratan sudah vaksin Covid-19 bagi masyarakat yang akan mengurus administrasi sosial kemasyarakatan. “Ayo, jangan takut divaksin. Ini untuk kebaikan kita bersama,” ajak ibu rumah tangga ini. (sti/zan)

PONTIANAK – Beberapa sektor publik di Kota Pontianak mulai menerapkan aplikasi PeduliLindungi bagi pengunjung. Hotel Aston Pontianak misalnya, resmi menerapkan penggunaan aplikasi tersebut bagi pengunjung hotel. Setiap pintu masuk hotel ini ditempatkan kode batang atau barcode untuk dipindai dengan aplikasi yang terdapat di ponsel pintar milik pengguna.

“Ada tiga pintu yang kami siapkan barcode-nya. Ada satu di lobby, kedua di lorong sisi kanan hotel (dari arah Hotel Transera), dan yang ketiga di basement. Dan ada satu pintu lagi untuk para karyawan,” kata GM Hotel Aston Pontianak, Anto W Soemartono, Selasa (16/11).

Pihaknya memang sudah mendapatkan imbauan untuk menerapkan hal tersebut sejak pekan lalu dari Dinas Kesehatan Kalbar. Setelah mendapat arahan, pihaknya menunggu barcode yang sebelumnya harus didaftarkan melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Setelah mendapatkan kode tersebut, pihaknya bergerak cepat melakukan sosialisasi kepada karyawan. “Terutama kepada pihak sekuriti, karena mereka yang nanti akan memberikan pengertian kepada pengunjung,” katanya.

Baca Juga :  Harus Sediakan Bank Sampah Mini

Dari hasil pemindaian barcode tersebut, pihaknya dapat mengetahui kondisi pengunjung. Apabila warna hijau berarti pengunjung sudah divaksin dua kali, warna kuning sudah divaksin satu kali, merah pengunjung belum divaksin, dan hitam berarti terkonfirmasi positif Covid-19. “Untuk warna hijau dan kuning berarti boleh berkunjung,” ucapnya.

Aturan ini berlaku untuk kegiatan apapun yang dilakukan di hotel tersebut, termasuk pesta pernikahan. Langkah ini menurut Anto dilakukan untuk memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk segera ikut vaksin. “Kita lebih bisa menerapkan protokol kesehatan karena orang yang belum vaksin mudah dideteksi,” pungkas dia.

Hal yang sama juga sudah diterapkan di Ayani Megamall Pontianak. Pengunjung wajib scan QR barcode dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Manager HRD dan GA Ayani Megamall, Gigih Tri Saksono mengatakan, penerapan aplikasi itu dilakukan sejak tanggal 12 November 2021. Penerapan ini sekaligus untuk mendukung program pemerintah demi menekan penyebaran kasus Covid-19.

Baca Juga :  Target Bebas Pandemi, Midji : Bisa Saja!  

Sejumlah warga Pontianak tidak mempermasalahkan kewajiban penggunaan aplikasi PeduliLindungi di beberapa sektor publik sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2021, Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan No.3933 Tahun 2021, dan Peraturan Gubernur Kalbar No. 196 Tahun 2021.

“Tidak masalah. Tidak merepotkan dan bahkan berguna. Jadinya kita tidak khawatir saat berbelanja ke mal atau melakukan aktifitas di tempat publik. Ini juga mendorong warga untuk segera ikut vaksin bagi yang belum,” kata Budianto (43), warga Pontianak Kota.

Senada hal itu, Kusuma (40 tahun), warga Pal V Pontianak Barat juga mendukung kebijakan tersebut. Bahkan bisa jadi, katanya, pemerintah pusat, menerapkan persyaratan sudah vaksin Covid-19 bagi masyarakat yang akan mengurus administrasi sosial kemasyarakatan. “Ayo, jangan takut divaksin. Ini untuk kebaikan kita bersama,” ajak ibu rumah tangga ini. (sti/zan)

Most Read

Artikel Terbaru

/