alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

CPNS Terima SK, Midji Minta Jangan Jadi Batu Loncatan

PONTIANAK – Sebanyak 345 calon pegawai negeri sipil (CPNS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) formasi tahun 2019 menerima Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalbar tentang pengangkatan sebagai CPNS, Senin (18/1).

Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang menyerahkan langsung SK pengangkatan berpesan beberapa hal. Pertama para CPNS ini diminta paham dengan aturan-aturan tentang kepegawaian. “Karena pilihan sebagai pegawai, sebagai ASN harus sudah tahu take home pay berapa, itu saja,” katanya.

Selain itu ia berharap mendaftar CPNS di Pemprov Kalbar tidak menjadi batu loncatan. Jangan sampai baru satu tahun dua tahun bertugas sudah ada yang mengajukan untuk pindah. “Ada kadang baru dua tahun pangkatnya 3b, tidak mungkin, umurnya masih muda sudah mau pindah. Jadi tidak ada batu loncatan di sini,” tegasnya.

Baca Juga :  Kepala Daerah Diminta Swab Massal

Alasan mengajukan pindah yang bisa diterima hanya jika salah satu pasangan dari suami atau istri merupakan anggota TNI-Polri atau instansi lain yang harus pindah karena tugas. Jika demikian, baik suami atau istri yang menjadi ASN di Pemprov Kalbar mau tidak mau harus mengikuti pasangannya ke tempat bertugas yang baru.

“Tapi kalau alasan mau dekat sama orang tua, alasan ini tidak bisa. Kalau mau merawat orang tua bawalah dia (orang tua) ke sini. Kalbar bukan batu loncatan bagi ASN di luar Kalbar. Ketika dia sudah daftar di Kalbar dia harus berkarir di Kalbar bisa sampai pensiun,” ungkapnya.

Midji sapaan akrabnya juga meminta kepada kepala daerah kabupaten/kota jangan mudah untuk memberikan izin pindah. Apalagi untuk ASN yang kemampuan atau latar belakang pendidikannya benar-benar dibutuhkan.

Baca Juga :  Kenaikan PNBP di Sektor Perikanan Memberatkan Nelayan

“Contoh ada satu daerah saya tidak sebut, dokter hewan di situ hanya satu dan sudah spesialis, anak muda lagi. Kemudian tingkat rabies tinggi, dia (kepala daerah) rekomendasi dokternya pindah,” pungkasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalbar Ani Sofyan menambahkan, sebanyak 345 CPNS di jajaran Pemprov Kalbar ini sudah aktif bekerja per 1 Desember 2020 lalu. Mereka terdiri dari 174 orang formasi guru, 57 orang formasi tenaga kesehatan  dan 114formasi tenaga teknis.(bar)

PONTIANAK – Sebanyak 345 calon pegawai negeri sipil (CPNS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) formasi tahun 2019 menerima Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalbar tentang pengangkatan sebagai CPNS, Senin (18/1).

Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang menyerahkan langsung SK pengangkatan berpesan beberapa hal. Pertama para CPNS ini diminta paham dengan aturan-aturan tentang kepegawaian. “Karena pilihan sebagai pegawai, sebagai ASN harus sudah tahu take home pay berapa, itu saja,” katanya.

Selain itu ia berharap mendaftar CPNS di Pemprov Kalbar tidak menjadi batu loncatan. Jangan sampai baru satu tahun dua tahun bertugas sudah ada yang mengajukan untuk pindah. “Ada kadang baru dua tahun pangkatnya 3b, tidak mungkin, umurnya masih muda sudah mau pindah. Jadi tidak ada batu loncatan di sini,” tegasnya.

Baca Juga :  Kepala Daerah Diminta Swab Massal

Alasan mengajukan pindah yang bisa diterima hanya jika salah satu pasangan dari suami atau istri merupakan anggota TNI-Polri atau instansi lain yang harus pindah karena tugas. Jika demikian, baik suami atau istri yang menjadi ASN di Pemprov Kalbar mau tidak mau harus mengikuti pasangannya ke tempat bertugas yang baru.

“Tapi kalau alasan mau dekat sama orang tua, alasan ini tidak bisa. Kalau mau merawat orang tua bawalah dia (orang tua) ke sini. Kalbar bukan batu loncatan bagi ASN di luar Kalbar. Ketika dia sudah daftar di Kalbar dia harus berkarir di Kalbar bisa sampai pensiun,” ungkapnya.

Midji sapaan akrabnya juga meminta kepada kepala daerah kabupaten/kota jangan mudah untuk memberikan izin pindah. Apalagi untuk ASN yang kemampuan atau latar belakang pendidikannya benar-benar dibutuhkan.

Baca Juga :  Kenaikan PNBP di Sektor Perikanan Memberatkan Nelayan

“Contoh ada satu daerah saya tidak sebut, dokter hewan di situ hanya satu dan sudah spesialis, anak muda lagi. Kemudian tingkat rabies tinggi, dia (kepala daerah) rekomendasi dokternya pindah,” pungkasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalbar Ani Sofyan menambahkan, sebanyak 345 CPNS di jajaran Pemprov Kalbar ini sudah aktif bekerja per 1 Desember 2020 lalu. Mereka terdiri dari 174 orang formasi guru, 57 orang formasi tenaga kesehatan  dan 114formasi tenaga teknis.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/