alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Serahkan Dokumen Akta Kematian

PONTIANAK – Penyerahan tali asih beserta dokumen akta kematian kepada dua orang korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yaitu Khasanah dan Makrufatul Yeti Srianingsih diberikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono pada pihak keluarga saat peti jenazahnya tiba di rumah duka Gang Lamtoro, Jalur III, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Senin (18/1).

“Pemberian tali asih, sekaligus menyerahkan dokumen kependudukan berupa akta kematian dan kartu keluarga telah dilakukan. Saya berharap, dalam proses pemakaman dapat berjalan lancar. Semoga keluarga yang ditinggal diberi ketabahan , kesabaran dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujar Edi.

Dari informasi yang  ia dapat, dalam pengantaran peti jenazah mendiang Khasanah dan Makrufatul juga terdapat jenazah suami dari Khasanah, yaitu mendiang Mulyadi. Tetapi jenazahnya langsung dibawa ke Kabupaten Sintang untuk dikebumikan.

Baca Juga :  Satar Ajak Masyarakat Pontianak Sukseskan Pendataan Keluarga

Sejauh ini, lanjutnya, warga Pontianak korban Sriwijaya Air SJ-182 yang tercatat dalam data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak sebanyak 11 orang. Sementara ini, sudah ada empat jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182 rute penerbangan Jakarta-Pontianak yang telah tiba di Pontianak.

“Hingga saat ini pihak keluarga maupun Pemerintah Kota Pontianak masih menunggu jenazah lainnya,” katanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak, Erma Suryani mengatakan pihaknya telah menerbitkan akta kematian bagi korban yang telah teridentifikasi. Sejauh ini ada enam dokumen akta kematian yang telah diterbitkan oleh Disdukcapil Kota Pontianak.

“Kita telah serahkan enam dokumen kependudukan berupa akta kematian kepada keluarga korban,” tuturnya.

Baca Juga :  Perkuat Karakter Pontianak jadi Kota Dagang dan Jasa

Bagi korban yang belum teridentifikasi, saat ini pihaknya terus menunggu informasi dari pusat. Menurut Erma, memang data awal masuk ke Kota Pontianak. Namun setelah dilakukan pengecekan pada data kependudukan atas nama Mulyadi masih tercatat sebagai warga Kabupaten Sintang.

“Kemudian untuk Putri Wahyuni, istri Ihsan Adhlan Hakim masih terdata sebagai warga Pekanbaru,” jelasnya.(iza)

PONTIANAK – Penyerahan tali asih beserta dokumen akta kematian kepada dua orang korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yaitu Khasanah dan Makrufatul Yeti Srianingsih diberikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono pada pihak keluarga saat peti jenazahnya tiba di rumah duka Gang Lamtoro, Jalur III, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Senin (18/1).

“Pemberian tali asih, sekaligus menyerahkan dokumen kependudukan berupa akta kematian dan kartu keluarga telah dilakukan. Saya berharap, dalam proses pemakaman dapat berjalan lancar. Semoga keluarga yang ditinggal diberi ketabahan , kesabaran dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujar Edi.

Dari informasi yang  ia dapat, dalam pengantaran peti jenazah mendiang Khasanah dan Makrufatul juga terdapat jenazah suami dari Khasanah, yaitu mendiang Mulyadi. Tetapi jenazahnya langsung dibawa ke Kabupaten Sintang untuk dikebumikan.

Baca Juga :  Jaga Kesehatan Mental, Jaga Fisik Tetap Sehat

Sejauh ini, lanjutnya, warga Pontianak korban Sriwijaya Air SJ-182 yang tercatat dalam data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak sebanyak 11 orang. Sementara ini, sudah ada empat jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182 rute penerbangan Jakarta-Pontianak yang telah tiba di Pontianak.

“Hingga saat ini pihak keluarga maupun Pemerintah Kota Pontianak masih menunggu jenazah lainnya,” katanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak, Erma Suryani mengatakan pihaknya telah menerbitkan akta kematian bagi korban yang telah teridentifikasi. Sejauh ini ada enam dokumen akta kematian yang telah diterbitkan oleh Disdukcapil Kota Pontianak.

“Kita telah serahkan enam dokumen kependudukan berupa akta kematian kepada keluarga korban,” tuturnya.

Baca Juga :  Bejat, Bapak Setubuhi Anak Tiri

Bagi korban yang belum teridentifikasi, saat ini pihaknya terus menunggu informasi dari pusat. Menurut Erma, memang data awal masuk ke Kota Pontianak. Namun setelah dilakukan pengecekan pada data kependudukan atas nama Mulyadi masih tercatat sebagai warga Kabupaten Sintang.

“Kemudian untuk Putri Wahyuni, istri Ihsan Adhlan Hakim masih terdata sebagai warga Pekanbaru,” jelasnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/