alexametrics
33 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Optimalkan Layanan, BPJS Kesehatan & RS Bhayangkara Gelar Sosialisasi

Program Jaminan Kesehatan Nasional telah hadir untuk masyarakat Indonesia sejak tahun 2014. Memasuki tahun ke-9 cakupan kepesertaan JKN secara nasional sudah mencapai 225 juta jiwa lebih. Dengan jumlah peserta sudah hampir mencakup seluruh Penduduk di Indonesia, tentu BPJS Kesehatan harus terus berupaya membangun sinergi dengan berbagai stakeholder dalam meningkatkan layanan kesehatan.

Salah satu stakeholder utama dalam pelayanan Program JKN-KIS adalah pemberi layanan kesehatan. Pada hari Jum’at (14/1) BPJS Kesehatan Pontianak kembali menggelar sosialisasi bersama dengan salah satu rumah sakit yaitu Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Pontianak Devi Dwi Yanti mengatakan sosialisasi kepada jajaran manajemen di RS Bhayangkara bertujuan  untuk update informasi layanan Program JKN-KIS saat ini.

Baca Juga :  Program Relaksasi Tunggakan Iuran

“Berbagai informasi harus kami share kepada seluruh pemangku kepentingan, terutama rumah sakit sebagai pemberi layanan lanjutan yang langsung berkaitan dengan peserta JKN-KIS,” tutur Devi.

Salah satu hal penting perlu diketahui peserta JKN-KIS yaitu terkait pelayanan apa saja yang dapat dijamin di rumah sakit dan Peningkatan Hak Kelas Rawat yang dapat dilakukan oleh peserta JKN-KIS.

“Sesuai dengan ketentuan yang berlaku peserta JKN-KIS yang ingin meningkatkan pelayanannya ke kelas yang lebih tinggi dari haknya dikenakan selisih biaya antara biaya yang dijamin oleh BPJS Kesehatan dengan biaya yang harus dibayar akibat peningkatan pelayanan. Peningkatan kelas rawat yang lebih tinggi dari haknya hanya dapat dilakukan satu tingkat lebih tinggu dari kelas yang menjadi hak peserta,” jelas Devi.

Baca Juga :  Manfaat JKN-KIS Terasa untuk Seluruh Keluarga

Sosialisasi ini disambut baik oleh pihak manajemen rumah sakit, mewakili Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Sigit Susanto berharap seluruh jajaran manajemen rumah sakit dapat memanfaatkan momen sosialisasi sebagai kesempatan untuk berdiskusi.

“Seiring berjalannya Program JKN-KIS yang sudah menginjak waktu 8 tahun pastinya banyak sekali dinamika yang terjadi terutama yang dihadapi pemberi pelayanan kesehatan yang bertemu langsung dengan peserta JKN-KIS. Melalui sosialisasi ini diharapkan BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak dapat lebih mengoptimalkan sinergi dengan tujuan utama yaitu memaksimalkan pelayanan kepada peserta JKN-KIS,” tutup Sigit Susanto.**

Program Jaminan Kesehatan Nasional telah hadir untuk masyarakat Indonesia sejak tahun 2014. Memasuki tahun ke-9 cakupan kepesertaan JKN secara nasional sudah mencapai 225 juta jiwa lebih. Dengan jumlah peserta sudah hampir mencakup seluruh Penduduk di Indonesia, tentu BPJS Kesehatan harus terus berupaya membangun sinergi dengan berbagai stakeholder dalam meningkatkan layanan kesehatan.

Salah satu stakeholder utama dalam pelayanan Program JKN-KIS adalah pemberi layanan kesehatan. Pada hari Jum’at (14/1) BPJS Kesehatan Pontianak kembali menggelar sosialisasi bersama dengan salah satu rumah sakit yaitu Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Pontianak Devi Dwi Yanti mengatakan sosialisasi kepada jajaran manajemen di RS Bhayangkara bertujuan  untuk update informasi layanan Program JKN-KIS saat ini.

Baca Juga :  Tahun Ini Target Kondisi Jalan Mantap 60 Persen

“Berbagai informasi harus kami share kepada seluruh pemangku kepentingan, terutama rumah sakit sebagai pemberi layanan lanjutan yang langsung berkaitan dengan peserta JKN-KIS,” tutur Devi.

Salah satu hal penting perlu diketahui peserta JKN-KIS yaitu terkait pelayanan apa saja yang dapat dijamin di rumah sakit dan Peningkatan Hak Kelas Rawat yang dapat dilakukan oleh peserta JKN-KIS.

“Sesuai dengan ketentuan yang berlaku peserta JKN-KIS yang ingin meningkatkan pelayanannya ke kelas yang lebih tinggi dari haknya dikenakan selisih biaya antara biaya yang dijamin oleh BPJS Kesehatan dengan biaya yang harus dibayar akibat peningkatan pelayanan. Peningkatan kelas rawat yang lebih tinggi dari haknya hanya dapat dilakukan satu tingkat lebih tinggu dari kelas yang menjadi hak peserta,” jelas Devi.

Baca Juga :  Optimalkan Pemahaman JKN-KIS, BPJS Kesehatan Sosialisasi pada Anggota TNI

Sosialisasi ini disambut baik oleh pihak manajemen rumah sakit, mewakili Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Sigit Susanto berharap seluruh jajaran manajemen rumah sakit dapat memanfaatkan momen sosialisasi sebagai kesempatan untuk berdiskusi.

“Seiring berjalannya Program JKN-KIS yang sudah menginjak waktu 8 tahun pastinya banyak sekali dinamika yang terjadi terutama yang dihadapi pemberi pelayanan kesehatan yang bertemu langsung dengan peserta JKN-KIS. Melalui sosialisasi ini diharapkan BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak dapat lebih mengoptimalkan sinergi dengan tujuan utama yaitu memaksimalkan pelayanan kepada peserta JKN-KIS,” tutup Sigit Susanto.**

Most Read

Artikel Terbaru

/