alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Musim Pengering Jangan Bakar Lahan

PONTIANAK–Tidak turunnya hujan secara merata di Kalimantan Barat, membuat lahan masyarakat menjadi kering. Dampaknya kerentanan kebakaran hutan dan lahan lebih luas mengintai di depan mata. Kabut asap dengan tingkat pencemaran udara berbahaya mengintai di depan mata.

Sueb, Wakil Ketua Komisi II membidangi kehutanan dan perkebunan meminta masyarakat, pelaku usaha kebun dan pertanian menjaga lahan-lahan kebun dan taninya dari titik api. “Intinya pada musim pengering seperti sekarang. Lahan kebun dan tani yang kering rentan terbakar, meluas dan menimbulkan kabut asap. Makanya harus dijaga,” ungkapnya, Jumat(19/2).

Menurutnya pelaku usaha pertanian, perkebunan dan masyarakat bergerak di ladang harus terus diingatkan dan dihimbau, tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar. Sebab pada musim pengering seperti sekarang, kerentanan Karhutla di Kalimantan Barat sangat rentan. Makanya harus diawasi secara terpadu juga menyeluruh.

Baca Juga :  Lacak Korporasi Pemberi Gratifikasi

Pencegahan Karhutla adalah terus dan gencar melakukan sosialisasi, dan imbauan. Seluruh aparat pemerintahan hingga terkecil masyarakat harus dilibatkan dalam operasi ini. Sosialisasi melibatkan seluruh lapisan masyarakat sampai ke tingkat desa, sampai RT/RW adalah tidak membakar lahan, terutama saat memasuki musim pengering.

Di sisi lain, dia juga meminta korporasi dilibatkan, selain menjaga lahannyah juga sebagai warning melakukan land clearing dengan tidak membakar. “Saya yakin, peralatan korporasi lebih lengkap. Mereka pasti tahu bagaimana cara-cara membuka lahan dengan tidak membakar,” ucap dia.

Sueb menyebutkan bahwa dampak Karhutla cukup tinggi di bidang ekonomi. Sebagai gambaran Karhutla 2019, di Bandara Supadio Pontianak bahkan sempat menutup penerbangan akibat jarak pandang minim. Belum lagi dampak ekonomi dimunculkan karena susahnya akses luar masuk Kalbar. “Makanya yok kita jaga Kalimantan Barat dengan musim pengering tidak boleh membakar lahan,” ajaknya.(den)

Baca Juga :  Jasa Kurir Sepeda Hadir di Masa Pandemi

PONTIANAK–Tidak turunnya hujan secara merata di Kalimantan Barat, membuat lahan masyarakat menjadi kering. Dampaknya kerentanan kebakaran hutan dan lahan lebih luas mengintai di depan mata. Kabut asap dengan tingkat pencemaran udara berbahaya mengintai di depan mata.

Sueb, Wakil Ketua Komisi II membidangi kehutanan dan perkebunan meminta masyarakat, pelaku usaha kebun dan pertanian menjaga lahan-lahan kebun dan taninya dari titik api. “Intinya pada musim pengering seperti sekarang. Lahan kebun dan tani yang kering rentan terbakar, meluas dan menimbulkan kabut asap. Makanya harus dijaga,” ungkapnya, Jumat(19/2).

Menurutnya pelaku usaha pertanian, perkebunan dan masyarakat bergerak di ladang harus terus diingatkan dan dihimbau, tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar. Sebab pada musim pengering seperti sekarang, kerentanan Karhutla di Kalimantan Barat sangat rentan. Makanya harus diawasi secara terpadu juga menyeluruh.

Baca Juga :  Usulkan Raperda¬†Pemberdayaan¬†Petani Kalbar.

Pencegahan Karhutla adalah terus dan gencar melakukan sosialisasi, dan imbauan. Seluruh aparat pemerintahan hingga terkecil masyarakat harus dilibatkan dalam operasi ini. Sosialisasi melibatkan seluruh lapisan masyarakat sampai ke tingkat desa, sampai RT/RW adalah tidak membakar lahan, terutama saat memasuki musim pengering.

Di sisi lain, dia juga meminta korporasi dilibatkan, selain menjaga lahannyah juga sebagai warning melakukan land clearing dengan tidak membakar. “Saya yakin, peralatan korporasi lebih lengkap. Mereka pasti tahu bagaimana cara-cara membuka lahan dengan tidak membakar,” ucap dia.

Sueb menyebutkan bahwa dampak Karhutla cukup tinggi di bidang ekonomi. Sebagai gambaran Karhutla 2019, di Bandara Supadio Pontianak bahkan sempat menutup penerbangan akibat jarak pandang minim. Belum lagi dampak ekonomi dimunculkan karena susahnya akses luar masuk Kalbar. “Makanya yok kita jaga Kalimantan Barat dengan musim pengering tidak boleh membakar lahan,” ajaknya.(den)

Baca Juga :  Muncul Titik Api di Jawai

Most Read

Artikel Terbaru

/