alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Satgas Temukan Lagi Kasus Covid-19 di Bioskop

PONTIANAK-Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kalimantan Barat (Kalbar) melaporkan hasil pemeriksaan tes usap (swab) RT-PCR untuk penonton bioskop XXI di Ayani Megamall pada 13 Februari 2021 lalu. Dari 19 orang yang menjalani tes usap saat itu, ditemukan dua orang yang dinyatakan kasus konfirmasi (positif) Covid-19.  “Itu berdasarkan pemeriksaan PCR di lab Untan, jadi kedua orang ini mereka datang ke sini, liburan, lalu menonton,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson, Kamis (18/2).

Dengan adanya temuan tersebut, Harisson berpesan kepada para penonton agar waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena sudah terbukti di antara para penonton dalam teater bioskop ada orang yang positif Covid-19.

Harisson mengatakan, kedua orang temuan kasus ini memiliki nilai cycle threshold (CT) 27,32 dan 37,62. Untuk nilai CT 27,32 menurutnya memiliki kandungan virus cukup tinggi. Untuk keduanya sudah diminta melaksanakan isolasi mandiri di tempat tinggal masing-masing. “Dan mereka rumahnya sebenarnya memenuhi syarat untuk melaksanakan isolasi mandiri,” terangnya.

Baca Juga :  Sudah Booster, Pejalan Luar Negeri Cukup Karantina Tiga Hari

Dalam kesempatan itu, Harisson juga menjelaskan soal perkembangan zona kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 kabupaten/kota se-Kalbar. Dari data per 14 Januari 2021, terdapat delapan daerah yang sudah berada di zona risiko rendah atau zona kuning. Di antaranya Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Sanggau, Ketapang, Sekadau, Mempawah dan Bengkayang.   “Kota Pontianak ini sekarang zona kuning, tetapi kalau kita lihat masyarakat di Kota Pontianak, terutama malam Sabtu, malam Minggu, malam Senin, itu ramai, kafe-kafe, warkop itu penuh,” paparnya.

Untuk itu Satgas Covid-19, baik provinsi maupun Kota Pontianak akan membubarkan tempat-tempat keramaian. Karena hal itu jelas melanggar protokol kesehatan. Dasarnya sudah ada edaran gubernur soal batas waktu operasional fasilitas umum tidak boleh melebihi kapasitas dari 50 persen. “Jadi kalau lebih dari 50 persen, menyalahi protokol kesehatan dan akan kami bubarkan. Kami akan memberikan denda kepada pemillik atau pengusahanya dan kemudian, pertama kami panggil, kalau kapasitasnya lebih dari 50 persen, meja kursi akan kami sita,” jelasnya.  Selain pembubaran dan menyita meja kursi, Satgas juga tetap akan melaksanakan tes usap kepada para pengunjung di tempat tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga agar Kota Pontianak tetap berada di zona kuning. Dengan demikian pembelajaran tatap muka di sekolah bisa terus dilaksanakan. (bar)

PONTIANAK-Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kalimantan Barat (Kalbar) melaporkan hasil pemeriksaan tes usap (swab) RT-PCR untuk penonton bioskop XXI di Ayani Megamall pada 13 Februari 2021 lalu. Dari 19 orang yang menjalani tes usap saat itu, ditemukan dua orang yang dinyatakan kasus konfirmasi (positif) Covid-19.  “Itu berdasarkan pemeriksaan PCR di lab Untan, jadi kedua orang ini mereka datang ke sini, liburan, lalu menonton,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson, Kamis (18/2).

Dengan adanya temuan tersebut, Harisson berpesan kepada para penonton agar waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena sudah terbukti di antara para penonton dalam teater bioskop ada orang yang positif Covid-19.

Harisson mengatakan, kedua orang temuan kasus ini memiliki nilai cycle threshold (CT) 27,32 dan 37,62. Untuk nilai CT 27,32 menurutnya memiliki kandungan virus cukup tinggi. Untuk keduanya sudah diminta melaksanakan isolasi mandiri di tempat tinggal masing-masing. “Dan mereka rumahnya sebenarnya memenuhi syarat untuk melaksanakan isolasi mandiri,” terangnya.

Baca Juga :  Api Lahap Satu Unit Warung Sembako

Dalam kesempatan itu, Harisson juga menjelaskan soal perkembangan zona kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 kabupaten/kota se-Kalbar. Dari data per 14 Januari 2021, terdapat delapan daerah yang sudah berada di zona risiko rendah atau zona kuning. Di antaranya Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Sanggau, Ketapang, Sekadau, Mempawah dan Bengkayang.   “Kota Pontianak ini sekarang zona kuning, tetapi kalau kita lihat masyarakat di Kota Pontianak, terutama malam Sabtu, malam Minggu, malam Senin, itu ramai, kafe-kafe, warkop itu penuh,” paparnya.

Untuk itu Satgas Covid-19, baik provinsi maupun Kota Pontianak akan membubarkan tempat-tempat keramaian. Karena hal itu jelas melanggar protokol kesehatan. Dasarnya sudah ada edaran gubernur soal batas waktu operasional fasilitas umum tidak boleh melebihi kapasitas dari 50 persen. “Jadi kalau lebih dari 50 persen, menyalahi protokol kesehatan dan akan kami bubarkan. Kami akan memberikan denda kepada pemillik atau pengusahanya dan kemudian, pertama kami panggil, kalau kapasitasnya lebih dari 50 persen, meja kursi akan kami sita,” jelasnya.  Selain pembubaran dan menyita meja kursi, Satgas juga tetap akan melaksanakan tes usap kepada para pengunjung di tempat tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga agar Kota Pontianak tetap berada di zona kuning. Dengan demikian pembelajaran tatap muka di sekolah bisa terus dilaksanakan. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/