alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Melihat Realisasi Pembatasan Operasional Pasar Rakyat

Sebagian Pilih Lewat Jam Operasional

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak telah membatasi jam operasional pasar rakyat pukul 03.00-11.00 WIB. Kenyataannya, sebagian pedagang memilih untuk berjualan lewat jam operasional, karena barangnya belum habis terjual. Sebagian lain, memilih untuk menutup lapak sebelum pukul 11.00, karena toh pembelinya sudah sepi sekali.

Gondrong (35), sedang mengemasi barang dagangannya di salah satu lapak di Pasar Flamboyan. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 11 siang kurang sedikit. Pedagang di pasar Flamboyan itu, bersiap untuk pulang. “Kalau masih jualan siapa lagi yang mau beli, sudah sepi,” kata dia, saat ditemui Pontianak Post di lapaknya, kemarin.

Sisa barang yang tidak laku pada hari itu, ia masukkan ke dalam sebuah kantor plastik. Ia bilang, barang itu akan dijual lagi keesokan harinya. Ia memilih tak melanjutkan berjualan hingga barangnya habis. Alasannya, bukan hanya karena adanya aturan operasional pasar rakyat yang dibatasi hingga pukul 11 siang, namun lebih karena para pembeli di pasar itu sudah terlihat sepi.

Baca Juga :  Harus Sediakan Bank Sampah Mini

Lain lagi dengan Antonius (53). Pedagang di pasar Flamboyan ini memilih untuk berjualan meski harus melewati jam operasional. Alasannya, karena dagangannya belum habis terjual. “Gimana mau pulang, barang belum habis. Kita ini perlu penghasilan,” kata pedagang sayur ini.

Antonius memang tidak terbiasa pulang terlalu awal. Hari itu, ia bahkan berencana pulang pada pukul 4 sore. Pokoknya, kata dia, sampai barang dagangannya habis.

Pembatasan jam operasional pasar rakyat sebagaimana kebijakan Pemerintah Kota Pontianak, menurut dia harus diimbangi dengan insentif yang diberikan kepada pedagang. Apalagi kondisi saat ini, tutur dia, penjualan semakin susah karena menurunnya pembeli.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Pontianak mengeluarkan kebijakan berupa pembatasan sementara jam operasional pasar rakyat. Pembatasan jam operasional pasar rakyat khusus yang menjual sembako, yakni waktu buka mulai pukul 03.00 WIB dan tutup pukul 11.00 WIB. Sebagaimana tertuang dalam surat Nomor 511.2/311/DKUMP/2020, ketentuan ini mulai berlaku tanggal 13 April 2020 hingga batas waktu yang akan ditetapkan kemudian.

Baca Juga :  Politisi PKB Tolak Impor Beras

“Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona,” kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Senin (13/4). (sti)

Sebagian Pilih Lewat Jam Operasional

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak telah membatasi jam operasional pasar rakyat pukul 03.00-11.00 WIB. Kenyataannya, sebagian pedagang memilih untuk berjualan lewat jam operasional, karena barangnya belum habis terjual. Sebagian lain, memilih untuk menutup lapak sebelum pukul 11.00, karena toh pembelinya sudah sepi sekali.

Gondrong (35), sedang mengemasi barang dagangannya di salah satu lapak di Pasar Flamboyan. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 11 siang kurang sedikit. Pedagang di pasar Flamboyan itu, bersiap untuk pulang. “Kalau masih jualan siapa lagi yang mau beli, sudah sepi,” kata dia, saat ditemui Pontianak Post di lapaknya, kemarin.

Sisa barang yang tidak laku pada hari itu, ia masukkan ke dalam sebuah kantor plastik. Ia bilang, barang itu akan dijual lagi keesokan harinya. Ia memilih tak melanjutkan berjualan hingga barangnya habis. Alasannya, bukan hanya karena adanya aturan operasional pasar rakyat yang dibatasi hingga pukul 11 siang, namun lebih karena para pembeli di pasar itu sudah terlihat sepi.

Baca Juga :  Culinary Festival Manjakan Pecinta Kuliner

Lain lagi dengan Antonius (53). Pedagang di pasar Flamboyan ini memilih untuk berjualan meski harus melewati jam operasional. Alasannya, karena dagangannya belum habis terjual. “Gimana mau pulang, barang belum habis. Kita ini perlu penghasilan,” kata pedagang sayur ini.

Antonius memang tidak terbiasa pulang terlalu awal. Hari itu, ia bahkan berencana pulang pada pukul 4 sore. Pokoknya, kata dia, sampai barang dagangannya habis.

Pembatasan jam operasional pasar rakyat sebagaimana kebijakan Pemerintah Kota Pontianak, menurut dia harus diimbangi dengan insentif yang diberikan kepada pedagang. Apalagi kondisi saat ini, tutur dia, penjualan semakin susah karena menurunnya pembeli.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Pontianak mengeluarkan kebijakan berupa pembatasan sementara jam operasional pasar rakyat. Pembatasan jam operasional pasar rakyat khusus yang menjual sembako, yakni waktu buka mulai pukul 03.00 WIB dan tutup pukul 11.00 WIB. Sebagaimana tertuang dalam surat Nomor 511.2/311/DKUMP/2020, ketentuan ini mulai berlaku tanggal 13 April 2020 hingga batas waktu yang akan ditetapkan kemudian.

Baca Juga :  Satu Ton Beras untuk Warga Kampung Kapur

“Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona,” kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Senin (13/4). (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/