alexametrics
29 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Juli, 1200 KK MBR di Pontianak Utara Bakal Terairi PDAM

PONTIANAK-Program hibah sambungan air bersih PDAM dari Pemerintah pusat tahun ini kembali dilanjutkan. Sebanyak 1200 Kepala Keluarga di Kecamatan Pontianak Utara wku dekat bakal merasakan air bersih.

“Jadi air bersih ini sambungannya gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujarnya usai membuka sosialisasi program hibah sambungan air bersih APBN 2021 di Aula Kantor Camat Pontianak Utara, Senin (19/4).

Kecamatan Pontianak Utara kata dia menjadi penerima terbanyak hibah sambungan PDAM dari total keseluruhan penerima hibah dari APBN berjumlah 2.625 se-Kota Pontianak.

Sebelum hibah diberikan, sebelumnya dilakukan survei lapangan terhadap MBR yang rumahnya belum tersambung air bersih PDAM. Tarif yang dikenakan bagi penerima hibah air bersih juga lebih rendah dari tarif umum lainnya, yakni Rp 800 per meter kubik air yang digunakan. “Targetnya bulan Juli tahun ini sudah terpasang semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pontianak Zona Merah, Bupati Karolin Imbau Warga Tunda Ke Luar Kota

Ia berharap akhir tahun 2022 cakupan layanan sambungan PDAM bisa mencapai 95 persen ke atas untuk warga Kota Pontianak. Masyarakat diminta memanfaatkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. “Masyarakat harus menghemat penggunaan air,” ucap Edi.

Direktur Utama (Dirut) Perusahan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah menerangkan, program ini sudah berjalan sejak 2015 hingga sekarang. Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) juga masuk dalam perencanaan hingga 2024 mengikuti RPJMN.

Program hibah air bersih bagi MBR ini dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. “Untuk saat ini cakupan pelayanan air bersih sudah mencapai 85 persen,” terangnya.

Dengan adanya program MBR ini, lanjutnya lagi, sangat membantu untuk mempercepat penambahan sambungan yang secara otomatis menambah cakupan pelayanan.

Baca Juga :  Produksi Air Bersih Tetap Normal

Dikatakan Ardiansyah, untuk saat ini kapasitas produksi air bersih masih bisa memungkinkan untuk menambah sekitar 10.850 pelanggan hingga tahun 2022.

“Saat ini Perumda Tirta Khatulistiwa juga tengah mempersiapkan untuk penambahan IPA baru yang direncanakan di Nipah Kuning dan Selat Panjang,” tutupnya.(iza)

PONTIANAK-Program hibah sambungan air bersih PDAM dari Pemerintah pusat tahun ini kembali dilanjutkan. Sebanyak 1200 Kepala Keluarga di Kecamatan Pontianak Utara wku dekat bakal merasakan air bersih.

“Jadi air bersih ini sambungannya gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujarnya usai membuka sosialisasi program hibah sambungan air bersih APBN 2021 di Aula Kantor Camat Pontianak Utara, Senin (19/4).

Kecamatan Pontianak Utara kata dia menjadi penerima terbanyak hibah sambungan PDAM dari total keseluruhan penerima hibah dari APBN berjumlah 2.625 se-Kota Pontianak.

Sebelum hibah diberikan, sebelumnya dilakukan survei lapangan terhadap MBR yang rumahnya belum tersambung air bersih PDAM. Tarif yang dikenakan bagi penerima hibah air bersih juga lebih rendah dari tarif umum lainnya, yakni Rp 800 per meter kubik air yang digunakan. “Targetnya bulan Juli tahun ini sudah terpasang semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pendaftar Membeludak, Kuota Tak Mencukupi

Ia berharap akhir tahun 2022 cakupan layanan sambungan PDAM bisa mencapai 95 persen ke atas untuk warga Kota Pontianak. Masyarakat diminta memanfaatkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. “Masyarakat harus menghemat penggunaan air,” ucap Edi.

Direktur Utama (Dirut) Perusahan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah menerangkan, program ini sudah berjalan sejak 2015 hingga sekarang. Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) juga masuk dalam perencanaan hingga 2024 mengikuti RPJMN.

Program hibah air bersih bagi MBR ini dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. “Untuk saat ini cakupan pelayanan air bersih sudah mencapai 85 persen,” terangnya.

Dengan adanya program MBR ini, lanjutnya lagi, sangat membantu untuk mempercepat penambahan sambungan yang secara otomatis menambah cakupan pelayanan.

Baca Juga :  Anemia Bisa Sebabkan Stunting

Dikatakan Ardiansyah, untuk saat ini kapasitas produksi air bersih masih bisa memungkinkan untuk menambah sekitar 10.850 pelanggan hingga tahun 2022.

“Saat ini Perumda Tirta Khatulistiwa juga tengah mempersiapkan untuk penambahan IPA baru yang direncanakan di Nipah Kuning dan Selat Panjang,” tutupnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/