alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Belum Ditemukan Daging Sapi Palsu di Kalbar

PONTIANAK – Kepala Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Munsif memastikan tidak ditemukan daging sapi palsu di provinsi ini. Seperti diketahui di Kabupaten Bandung ditemukan daging sapi palsu.

“Kasus seperti di Bandung, belum ditemukan di sini (Kalbar),“ kata Munsif di Pontianak, kemarin.

Munsif menjelaskan, untuk di Pontianak, lapak penjual daging berada di aera pasar becek. Areanya tertentu dan pedagangnya adalah pemain lama yang sudah saling mengenal. Hal itu menjadi instrumen alami untuk mengenali secara dini kehadiran pedagang yang baru bergabung dan tentunya mengenali pula perilaku pasokan daging dan transaksi hariannya.

Munsif melanjutkan, pedagang di Pasar Flamboyan secara rutin dapat pasokan daging dari masing-masing supliernya (pedagang sapi) yang telah tergabung dalam Himpunan Pedagang dan Peternak Sapi Kalbar (HP2SKB). Kemudian para pedagang, dikatakan Munsif, setiap hari mengirim sapinya ke rumah potong hewan (RPH) di Nipah Kuning atau Pontianak Utara.

Baca Juga :  Selamat Hari Farmasi Indonesia

“Seluruh prosesnya dalam pengawasan dokter hewan, dengan demikian daging yang dipasok ke lapak-lapak di pasar dipastikan adalah daging sapi asli yang proses penyiapannya dalam pengawasan dokter yang berwenang,” jelas Munsif.

Munsif menambahkan, selain daging sapi segar, sebagian pedagang lapak juga menjual daging sapi atau kerbau beku yang disuplai para distributor produk hewan dan pangan olahan hewan. Produk itu wajib memiliki sertifikat NKV (nomor kontrol veteriner) sebagai bukti dan jaminan telah memenuhi syarat standar sanitasi dan higienies yang sangat ketat dalam penyimpanan dan peredaran produk hewan maupun olahannya.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Khatulistiwa, Bambang menilai, kenaikan harga cabai yang terjadi saat ini disebabkan karena tingginya permintaan menjelang Idulftiri.

“Kenaikannya masih terjangkau, antara Rp30.000-Rp35.000,” kata Bambang di Pontianak, kemarin.

Selain itu, dilanjutkan Bambang, ada faktor lain yang juga menjadi penyebab naiknya harga komoditas pangan, seperti gagal panen. Kondisi itu bisa disebabkan cuaca ekstrem dan serangan dari hama penyakit.

Baca Juga :  Konsumsi Daging Sapi di Kalbar Diprediksi Stagnan

“Pengaruhnya pada pasokan, sehingga pihak terkait mesti segera mencarikan solusinya. Misalnya dengan mendatangkan komoditas dari daerah yang surplus,” ujar Bambang.

Bambang meyakini kekurangan pasokan yang kemudian membuat lonjakan harga itu tidak akan berlangsung lama. Apalagi saat ini Perusda Kalimantan Barat mendatangkan kurang lebih satu ton cabai rawit dari Jawa Timur. Sejalan dengan itu, pasokan dari petani lokal mulai berjalan dengan normal.

Selain itu, masa tumbuh kembang cabai dari proses penanaman hingga panen tidak memakan waktu yang lama. Asalkan tidak ada kendala mengenai lahan.

“Cabai ini bukan musiman, sehingga bisa saja terus panen karena petani tidak tanam secara serentak. Jadi panennya bergantian dan terus berlanjut,” terang Bambang. (mse)

PONTIANAK – Kepala Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Munsif memastikan tidak ditemukan daging sapi palsu di provinsi ini. Seperti diketahui di Kabupaten Bandung ditemukan daging sapi palsu.

“Kasus seperti di Bandung, belum ditemukan di sini (Kalbar),“ kata Munsif di Pontianak, kemarin.

Munsif menjelaskan, untuk di Pontianak, lapak penjual daging berada di aera pasar becek. Areanya tertentu dan pedagangnya adalah pemain lama yang sudah saling mengenal. Hal itu menjadi instrumen alami untuk mengenali secara dini kehadiran pedagang yang baru bergabung dan tentunya mengenali pula perilaku pasokan daging dan transaksi hariannya.

Munsif melanjutkan, pedagang di Pasar Flamboyan secara rutin dapat pasokan daging dari masing-masing supliernya (pedagang sapi) yang telah tergabung dalam Himpunan Pedagang dan Peternak Sapi Kalbar (HP2SKB). Kemudian para pedagang, dikatakan Munsif, setiap hari mengirim sapinya ke rumah potong hewan (RPH) di Nipah Kuning atau Pontianak Utara.

Baca Juga :  Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Serang Ternak, Konsumsi Daging Sapi Menurun

“Seluruh prosesnya dalam pengawasan dokter hewan, dengan demikian daging yang dipasok ke lapak-lapak di pasar dipastikan adalah daging sapi asli yang proses penyiapannya dalam pengawasan dokter yang berwenang,” jelas Munsif.

Munsif menambahkan, selain daging sapi segar, sebagian pedagang lapak juga menjual daging sapi atau kerbau beku yang disuplai para distributor produk hewan dan pangan olahan hewan. Produk itu wajib memiliki sertifikat NKV (nomor kontrol veteriner) sebagai bukti dan jaminan telah memenuhi syarat standar sanitasi dan higienies yang sangat ketat dalam penyimpanan dan peredaran produk hewan maupun olahannya.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Khatulistiwa, Bambang menilai, kenaikan harga cabai yang terjadi saat ini disebabkan karena tingginya permintaan menjelang Idulftiri.

“Kenaikannya masih terjangkau, antara Rp30.000-Rp35.000,” kata Bambang di Pontianak, kemarin.

Selain itu, dilanjutkan Bambang, ada faktor lain yang juga menjadi penyebab naiknya harga komoditas pangan, seperti gagal panen. Kondisi itu bisa disebabkan cuaca ekstrem dan serangan dari hama penyakit.

Baca Juga :  Kondisi Terkini Perkembangan Covid-19 di Kalbar

“Pengaruhnya pada pasokan, sehingga pihak terkait mesti segera mencarikan solusinya. Misalnya dengan mendatangkan komoditas dari daerah yang surplus,” ujar Bambang.

Bambang meyakini kekurangan pasokan yang kemudian membuat lonjakan harga itu tidak akan berlangsung lama. Apalagi saat ini Perusda Kalimantan Barat mendatangkan kurang lebih satu ton cabai rawit dari Jawa Timur. Sejalan dengan itu, pasokan dari petani lokal mulai berjalan dengan normal.

Selain itu, masa tumbuh kembang cabai dari proses penanaman hingga panen tidak memakan waktu yang lama. Asalkan tidak ada kendala mengenai lahan.

“Cabai ini bukan musiman, sehingga bisa saja terus panen karena petani tidak tanam secara serentak. Jadi panennya bergantian dan terus berlanjut,” terang Bambang. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/