alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Masjid Mujahidin Gelar Kembali Shalat Berjamaah, Tarawih dan Shalat Ied

PONTIANAK – Pengurus Masjid Raya Mujahidin Pontianak memutuskan membuka kembali masjid dan menggelar salat berjemaah setelah aktivitas itu tidak dilakukan selama lebih dari satu bulan.

Ketua Pengurus Masjid Raya Mujahidin Pontianak Johni Hasan menyebutkan aktivitas salat berjemaah ini mulai dilakukan Jumat ini, 22 Mei 2020.

“Mulai jumat ini diawali dengan Salat Jumat terakhir di bulan ramadan, berlanjut salat tarawih,” kata Johni saat dihubungi Pontianak Post.

Ia menambahkan kebijakan itu dilakukan setelah melalui berbagai pertimbangan. Termasuk berkoordinasi dengan pemerintah hingga mendapat tanggapan dari Dewan Syariah Masjid Raya Mujahidin.

Ia meminta jemaah yang datang harus mematuhi aturan yang sudah dibuat. Di antaranya wajib memakai masker. Jemaah juga wajib cuci tangan. “Kami menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk masjid,” sebutnya.

Baca Juga :  Semi Teleconference LKPj APBD Kalbar 2019

Disediakan juga tiga bilik disinfektan. Sebelum masuk ke masjid jemaah harus masuk ke bilik untuk sterilisasi. Diatur juga pengaturan shaft salat. Pihaknya menerapkan jarak antara satu jemaah dengan jemaah yang lainnya. Johni meyakini penerapan jarak itu sejalan dengan seruan pemerintah saat wabah yakni sosial distancing.

Sedangkan untuk salat ied nanti rencananya akan digelar di halaman masjid. Protokol yang sama tetap diberlakukan. “Dilaksanakan di lapangan terbuka. Apabila cuaca baik kalau memang cuaca kurang baik maka akan kami kembalikan ke dalam masjid,” kata dia. (mse)

PONTIANAK – Pengurus Masjid Raya Mujahidin Pontianak memutuskan membuka kembali masjid dan menggelar salat berjemaah setelah aktivitas itu tidak dilakukan selama lebih dari satu bulan.

Ketua Pengurus Masjid Raya Mujahidin Pontianak Johni Hasan menyebutkan aktivitas salat berjemaah ini mulai dilakukan Jumat ini, 22 Mei 2020.

“Mulai jumat ini diawali dengan Salat Jumat terakhir di bulan ramadan, berlanjut salat tarawih,” kata Johni saat dihubungi Pontianak Post.

Ia menambahkan kebijakan itu dilakukan setelah melalui berbagai pertimbangan. Termasuk berkoordinasi dengan pemerintah hingga mendapat tanggapan dari Dewan Syariah Masjid Raya Mujahidin.

Ia meminta jemaah yang datang harus mematuhi aturan yang sudah dibuat. Di antaranya wajib memakai masker. Jemaah juga wajib cuci tangan. “Kami menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk masjid,” sebutnya.

Baca Juga :  211 Kawasan Rawan Narkotika di Kalbar

Disediakan juga tiga bilik disinfektan. Sebelum masuk ke masjid jemaah harus masuk ke bilik untuk sterilisasi. Diatur juga pengaturan shaft salat. Pihaknya menerapkan jarak antara satu jemaah dengan jemaah yang lainnya. Johni meyakini penerapan jarak itu sejalan dengan seruan pemerintah saat wabah yakni sosial distancing.

Sedangkan untuk salat ied nanti rencananya akan digelar di halaman masjid. Protokol yang sama tetap diberlakukan. “Dilaksanakan di lapangan terbuka. Apabila cuaca baik kalau memang cuaca kurang baik maka akan kami kembalikan ke dalam masjid,” kata dia. (mse)

Most Read

Marquez Sukses Operasi

Diet untuk Buah Hati

Jadi Insan Mampu Kendalikan Diri

Artikel Terbaru

/