alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Kalbar, Angka Penggunaan Vasektomi Masih Terbilang Rendah

Berkenalan dengan Vasektomi; Prosedur Kontrasepsi Para Ayah

Situs alodokter.com menjelaskan bahwa vasektomi adalah prosedur kontrasepsi pada pria yang dilakukan dengan cara memutus penyaluran sperma ke air mani. Dengan demikian, air mani tidak akan mengandung sperma, sehingga kehamilan dapat dicegah. Bagaimana dengan di Kalimantan Barat (Kalbar) sendiri, apakah prosedur kontrasepsi para ayah ini juga diterima masyarakat?

MIRZA A. MUIN, Pontianak

KOORDINATOR Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalbar, Hadirin mengatakan bahwa sejak 2 tahun terakhir, kepesertaan pria untuk menggunakan vasektomi di Kalbar kian turun. Salah satu penyebabnya diakui dia karena dokter vasektomi yang terbatas.

“Vasektomi sebenarnya diminati. Namun sayang di kabupaten/kota di Kalbar tidak semua miliki dokter yang ahli dalam melayani vasektomi,” ujar Hadirin kepada Pontianak Post, Sabtu (18/6).

Belum lagi dukungan anggaran yang diakui dia begitu minim. Motivator vasektomi, menurut dia, tidak merata di setiap daerah, sehingga program vasektomi tak berjalan moncer seperti pemasangan KB pada wanita.

Di tahun 2022 ini, dukungan ayoman vasektomi, menurut dia, hanya ada di Kabupaten Kubu Raya dengan jumlah target 21 akseptor. Ia justru berharap, di setiap kabupaten/kota bisa membentuk kelompok KB pria, guna menjaring peserta KB Pria, baik itu peserta kondom atau vasektomi. Dengan begitu, harapan dia, urusan kontrasepsi bisa berimbang baik pria dan wanita.

Baca Juga :  Sidang Perebutan Harta Peninggalan Pastor Petrus

Tentang vasektomi kata Hadirin, sebenarnya sebagian besar pria sudah banyak yang tahu. Hanya saja, diakui dia, vasektomi belum menjadi pilihan karena bagi sebagian orang untuk memutuskan menggunakan vasektomi mesti dengan keputusan mantap. “Yaitu mereka tidak ingin menambah anak,” kata dia.

Untuk usia pria menggunakan vasektomi, menurut dia, juga harus dibatas 45 tahun dengan minimal memiliki anak dua. “Jika anaknya masih satu, tidak dianjurkan untuk vasektomi,” kata dia.

Salah satu pengguna vasektomi Kepala Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Rusdianto secara pribadi terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mau menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) bagi pria. Sebagai pengguna alkon pria jenis vasektomi, dirinya merasa banyak sekali manfaatnya. Salah satunya mampu menekan angka kelahiran.

“Sebelum menggunakan MKJP jenis vasektomi, saya terlebih dulu mempelajari dan mendengarkan penjelasan dari dokter. Utamanya dampak ketika menggunakan vasektomi. Setelah saya diberi penjelasan, kemudian saya diskusi dengan istri dan disetujui. Akhirnya saya gunakan. Sekarang sudah jalan tiga tahun, dan baik-baik saja,” terang pengguna alkon vasektomi ini.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Masyarakat Kendaik, Edy R Yacoub Tempuh Jalur Sungai Empat Jam Gunakan Motor Air

Ia menjelaskan, setelah memiliki tiga putri, ia pun memutuskan tidak lagi berencana memiliki anak. Oleh karenanya, ia pun memutuskan untuk menggunakan vasektomi.

Memang, kata dia, bagi pria agak asing dengan MKJP jenis vasektomi. Angka pengguna vasektomi di desanya juga terbilang belum begitu banyak. Sambutan masyarakat dengan vasektomi, diakui dia, masih agak ragu. Digambarkan dia bagaimana di antara mereka ada yang takut karena bayangan akan bermasalah dalam urusan kebutuhan seksual. Dirinya yang sudah menggunakan vasektomi selama 3 tahun, nyatanya baik-baik saja. Termasuk urusan seksual, dikatakannya, tidak mengalami keluhan.

Upaya sosialisasi agar masyarakat utamanya pria yang telah memiliki anak dan tidak berkeinginan menambah anak, sudah dilakukannya. Caranya dengan menggandeng tokoh masyarakat lintas agama. “Di sini kita sosialisasikan agar masyarakat mau ikut serta,” ungkapnya.

Selain dirinya, belum lama ini warga setempat juga memasang vasektomi. Dia salah satu kepala dusun di Desa Kepayang. Melalui Kadus tersebut sosialisasi tentang pemasangan vasektomi terus dilakukan. “Informasi ini terus saya sampaikan ke masyarakat. Saya juga kerap menceritakan pengalaman saya menggunakan vasektomi,” tandasnya. (*)

Berkenalan dengan Vasektomi; Prosedur Kontrasepsi Para Ayah

Situs alodokter.com menjelaskan bahwa vasektomi adalah prosedur kontrasepsi pada pria yang dilakukan dengan cara memutus penyaluran sperma ke air mani. Dengan demikian, air mani tidak akan mengandung sperma, sehingga kehamilan dapat dicegah. Bagaimana dengan di Kalimantan Barat (Kalbar) sendiri, apakah prosedur kontrasepsi para ayah ini juga diterima masyarakat?

MIRZA A. MUIN, Pontianak

KOORDINATOR Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalbar, Hadirin mengatakan bahwa sejak 2 tahun terakhir, kepesertaan pria untuk menggunakan vasektomi di Kalbar kian turun. Salah satu penyebabnya diakui dia karena dokter vasektomi yang terbatas.

“Vasektomi sebenarnya diminati. Namun sayang di kabupaten/kota di Kalbar tidak semua miliki dokter yang ahli dalam melayani vasektomi,” ujar Hadirin kepada Pontianak Post, Sabtu (18/6).

Belum lagi dukungan anggaran yang diakui dia begitu minim. Motivator vasektomi, menurut dia, tidak merata di setiap daerah, sehingga program vasektomi tak berjalan moncer seperti pemasangan KB pada wanita.

Di tahun 2022 ini, dukungan ayoman vasektomi, menurut dia, hanya ada di Kabupaten Kubu Raya dengan jumlah target 21 akseptor. Ia justru berharap, di setiap kabupaten/kota bisa membentuk kelompok KB pria, guna menjaring peserta KB Pria, baik itu peserta kondom atau vasektomi. Dengan begitu, harapan dia, urusan kontrasepsi bisa berimbang baik pria dan wanita.

Baca Juga :  Besok, Tour de Malindo Dimulai

Tentang vasektomi kata Hadirin, sebenarnya sebagian besar pria sudah banyak yang tahu. Hanya saja, diakui dia, vasektomi belum menjadi pilihan karena bagi sebagian orang untuk memutuskan menggunakan vasektomi mesti dengan keputusan mantap. “Yaitu mereka tidak ingin menambah anak,” kata dia.

Untuk usia pria menggunakan vasektomi, menurut dia, juga harus dibatas 45 tahun dengan minimal memiliki anak dua. “Jika anaknya masih satu, tidak dianjurkan untuk vasektomi,” kata dia.

Salah satu pengguna vasektomi Kepala Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Rusdianto secara pribadi terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mau menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) bagi pria. Sebagai pengguna alkon pria jenis vasektomi, dirinya merasa banyak sekali manfaatnya. Salah satunya mampu menekan angka kelahiran.

“Sebelum menggunakan MKJP jenis vasektomi, saya terlebih dulu mempelajari dan mendengarkan penjelasan dari dokter. Utamanya dampak ketika menggunakan vasektomi. Setelah saya diberi penjelasan, kemudian saya diskusi dengan istri dan disetujui. Akhirnya saya gunakan. Sekarang sudah jalan tiga tahun, dan baik-baik saja,” terang pengguna alkon vasektomi ini.

Baca Juga :  Gelorakan Sadar Wisata Pada Masyarakat Tepian Sungai Kapuas

Ia menjelaskan, setelah memiliki tiga putri, ia pun memutuskan tidak lagi berencana memiliki anak. Oleh karenanya, ia pun memutuskan untuk menggunakan vasektomi.

Memang, kata dia, bagi pria agak asing dengan MKJP jenis vasektomi. Angka pengguna vasektomi di desanya juga terbilang belum begitu banyak. Sambutan masyarakat dengan vasektomi, diakui dia, masih agak ragu. Digambarkan dia bagaimana di antara mereka ada yang takut karena bayangan akan bermasalah dalam urusan kebutuhan seksual. Dirinya yang sudah menggunakan vasektomi selama 3 tahun, nyatanya baik-baik saja. Termasuk urusan seksual, dikatakannya, tidak mengalami keluhan.

Upaya sosialisasi agar masyarakat utamanya pria yang telah memiliki anak dan tidak berkeinginan menambah anak, sudah dilakukannya. Caranya dengan menggandeng tokoh masyarakat lintas agama. “Di sini kita sosialisasikan agar masyarakat mau ikut serta,” ungkapnya.

Selain dirinya, belum lama ini warga setempat juga memasang vasektomi. Dia salah satu kepala dusun di Desa Kepayang. Melalui Kadus tersebut sosialisasi tentang pemasangan vasektomi terus dilakukan. “Informasi ini terus saya sampaikan ke masyarakat. Saya juga kerap menceritakan pengalaman saya menggunakan vasektomi,” tandasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/