alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Bantuan Pusat Mulai Disalurkan

PONTIANAK – Bantuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari Pemerintah Pusat mulai dikucurkan, Minggu (18/7). Terdiri dari beras melalui Badan Urusan  Logistik (Bulog) Divre Kalbar dan Bantuan Sosial Tunai (BST) melalui Kantor Pos Pontianak.

Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, pemberian bantuan tersebut bertujuan meringankan beban masyarakat yang terdampak PPKM Darurat. Adapun jumlah bantuan yang didistribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah terdaftar dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial RI adalah 190 ton beras dan BST senilai Rp5,4 miliar. Untuk penerima bantuan beras sebanyak 19 ribu KPM dengan masing-masing KPM menerima 10 kilogram beras. Sedangkan BST berjumlah 9 ribu KPM dengan masing-masing KK menerima bantuan senilai Rp600 ribu.

“Mudah-mudahan ini bisa memberi keringanan kepada masyarakat yang terdampak PPKM darurat. Kita berharap semuanya bisa berlalu dan kita bisa beraktivitas kembali,” ujarnya usai menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut sekaligus melepas kendaraan yang akan mendistribusikan bantuan di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Minggu (18/7).

Edi menambahkan, bantuan tersebut akan diserahkan langsung tepat kepada sasaran yang berhak menerimanya sesuai data nama dan alamat KPM atau by name by address. Untuk BST penyalurannya dilaksanakan oleh Kantor Pos sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan. Sementara untuk penyaluran bantuan beras akan disalurkan perkelurahan untuk selanjutnya didistribusikan kepada KPM. Dia meminta penyaluran BST dan bantuan beras tersebut harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Harapan dia, penyaluran tidak menimbulkan kerumunan dalam penyaluran bantuan tersebut untuk menghindari adanya kluster baru penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Akui Data Penerima BST Kacau, Karolin: Segera Perbarui Data Penerima Bantuan

“Hal ini untuk mencegah jangan sampai terjadinya kerumunan,” ungkapnya.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kalbar M. Rizal Mulyawan Latief mengatakan total bantuan beras di Provinsi Kalbar sekitar 2.700 ton. Untuk di Kota Pontianak sebanyak 190 ton diperuntukkan bagi 19 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Satu KPM akan mendapatkan 10 kilogram beras. Penyaluran nantinya akan langsung ke KPM yang sudah terdaftar dalam data yang dirilis Kementerian Sosial,” terangnya.

Menurutnya, bantuan tersebut berdasarkan Instruksi Presiden Joko Widodo untuk membantu masyarakat terdampak PPKM darurat. Dengan bantuan tersebut masyarakat tidak perlu khawatir akan penerapan PPKM darurat. Sehingga bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban masyarakat.

“PPKM darurat tidak bertujuan untuk membatasi kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, ini semata-mata untuk menekan angka penyebaran Covid-19 agar tidak bertambah banyak lagi,” katanya.

Sementara Kepala Kantor Pos Pontianak Zaenal Hamid mengatakan penerima BST di Kota Pontianak mencapai 9.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terbagi di enam kecamatan. Setiap KPM akan menerima sebesar Rp600 ribu untuk masa dua bulan yakni Mei dan Juni.

“Artinya satu bulan per-KPM menerima Rp300 ribu, kita bayarkan sekaligus Rp600 ribu,” imbuhnya.

Ia menambahkan penerima bantuan tersebut berdasarkan data yang diterima dari Pemerintah Pusat. Lalu untuk proses penyaluran, dijelaskan dia, berdasarkan pola sebelumnya melalui aplikasi pos giro tunai. Seluruh KPM penerima wajib difoto mereka, sehingga tidak bisa diwakilkan kecuali oleh keluarga yang masih dalam satu Kartu Keluarga (KK). Dirinya meminta pengawasan dari masyarakat untuk memastikan jumlah yang diterima sesuai yang telah ditentukan. Jika masyarakat menerima kurang dari Rp600 ribu, juga diminta dia untuk melaporkan kejadian tersebut.

Baca Juga :  Bantuan Beras Mulai Disalurkan

“Setiap KPM yang menerima akan di foto dan langsung terkirim ke data base pusat, apabila dilapangan terdapat petugas kami memotong silahkan dilaporkan,” pungkasnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melepas tim penyaluran bantuan PPKM Darurat berupa beras masing-masing lima kilogram yang akan disalurkan kepada warga Kota Pontianak yang terdampak langsung.

“Bantuan beras ini nantinya akan disalurkan kepada mereka yang terdampak langsung seperti juru parkir, pedagang kaki lima dan lainnya,” ujarnya usai melepas tim penyalur bantuan PPKM Darurat di halaman Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Jumat kemarin.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Leo Joko Triwibowo menerangkan, penyaluran bantuan ini merupakan kegiatan Satgas Covid-19 Kota Pontianak bagi masyarakat yang terdampak PPKM darurat. “Bantuan ini akan disalurkan oleh semua lini, seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Pemerintah Kota Pontianak,” ungkapnya.

Ke depan, apabila ada penambahan bantuan dari Pemerintah Pusat, maka pihaknya akan menyalurkan kembali. “Nanti akan kolaborasi pemerintah pusat mendelegasikan kepada pemerintah daerah dan sekarang kita serahkan,” kata Kapolresta. (iza/mse/r)

PONTIANAK – Bantuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari Pemerintah Pusat mulai dikucurkan, Minggu (18/7). Terdiri dari beras melalui Badan Urusan  Logistik (Bulog) Divre Kalbar dan Bantuan Sosial Tunai (BST) melalui Kantor Pos Pontianak.

Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, pemberian bantuan tersebut bertujuan meringankan beban masyarakat yang terdampak PPKM Darurat. Adapun jumlah bantuan yang didistribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah terdaftar dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial RI adalah 190 ton beras dan BST senilai Rp5,4 miliar. Untuk penerima bantuan beras sebanyak 19 ribu KPM dengan masing-masing KPM menerima 10 kilogram beras. Sedangkan BST berjumlah 9 ribu KPM dengan masing-masing KK menerima bantuan senilai Rp600 ribu.

“Mudah-mudahan ini bisa memberi keringanan kepada masyarakat yang terdampak PPKM darurat. Kita berharap semuanya bisa berlalu dan kita bisa beraktivitas kembali,” ujarnya usai menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut sekaligus melepas kendaraan yang akan mendistribusikan bantuan di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Minggu (18/7).

Edi menambahkan, bantuan tersebut akan diserahkan langsung tepat kepada sasaran yang berhak menerimanya sesuai data nama dan alamat KPM atau by name by address. Untuk BST penyalurannya dilaksanakan oleh Kantor Pos sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan. Sementara untuk penyaluran bantuan beras akan disalurkan perkelurahan untuk selanjutnya didistribusikan kepada KPM. Dia meminta penyaluran BST dan bantuan beras tersebut harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Harapan dia, penyaluran tidak menimbulkan kerumunan dalam penyaluran bantuan tersebut untuk menghindari adanya kluster baru penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Komitmen Kurangi Sampah Plastik di HUT Astra International ke-63

“Hal ini untuk mencegah jangan sampai terjadinya kerumunan,” ungkapnya.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kalbar M. Rizal Mulyawan Latief mengatakan total bantuan beras di Provinsi Kalbar sekitar 2.700 ton. Untuk di Kota Pontianak sebanyak 190 ton diperuntukkan bagi 19 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Satu KPM akan mendapatkan 10 kilogram beras. Penyaluran nantinya akan langsung ke KPM yang sudah terdaftar dalam data yang dirilis Kementerian Sosial,” terangnya.

Menurutnya, bantuan tersebut berdasarkan Instruksi Presiden Joko Widodo untuk membantu masyarakat terdampak PPKM darurat. Dengan bantuan tersebut masyarakat tidak perlu khawatir akan penerapan PPKM darurat. Sehingga bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban masyarakat.

“PPKM darurat tidak bertujuan untuk membatasi kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, ini semata-mata untuk menekan angka penyebaran Covid-19 agar tidak bertambah banyak lagi,” katanya.

Sementara Kepala Kantor Pos Pontianak Zaenal Hamid mengatakan penerima BST di Kota Pontianak mencapai 9.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terbagi di enam kecamatan. Setiap KPM akan menerima sebesar Rp600 ribu untuk masa dua bulan yakni Mei dan Juni.

“Artinya satu bulan per-KPM menerima Rp300 ribu, kita bayarkan sekaligus Rp600 ribu,” imbuhnya.

Ia menambahkan penerima bantuan tersebut berdasarkan data yang diterima dari Pemerintah Pusat. Lalu untuk proses penyaluran, dijelaskan dia, berdasarkan pola sebelumnya melalui aplikasi pos giro tunai. Seluruh KPM penerima wajib difoto mereka, sehingga tidak bisa diwakilkan kecuali oleh keluarga yang masih dalam satu Kartu Keluarga (KK). Dirinya meminta pengawasan dari masyarakat untuk memastikan jumlah yang diterima sesuai yang telah ditentukan. Jika masyarakat menerima kurang dari Rp600 ribu, juga diminta dia untuk melaporkan kejadian tersebut.

Baca Juga :  Cuaca Buruk Diperkirakan Hingga Akhir Desember

“Setiap KPM yang menerima akan di foto dan langsung terkirim ke data base pusat, apabila dilapangan terdapat petugas kami memotong silahkan dilaporkan,” pungkasnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melepas tim penyaluran bantuan PPKM Darurat berupa beras masing-masing lima kilogram yang akan disalurkan kepada warga Kota Pontianak yang terdampak langsung.

“Bantuan beras ini nantinya akan disalurkan kepada mereka yang terdampak langsung seperti juru parkir, pedagang kaki lima dan lainnya,” ujarnya usai melepas tim penyalur bantuan PPKM Darurat di halaman Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Jumat kemarin.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Leo Joko Triwibowo menerangkan, penyaluran bantuan ini merupakan kegiatan Satgas Covid-19 Kota Pontianak bagi masyarakat yang terdampak PPKM darurat. “Bantuan ini akan disalurkan oleh semua lini, seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Pemerintah Kota Pontianak,” ungkapnya.

Ke depan, apabila ada penambahan bantuan dari Pemerintah Pusat, maka pihaknya akan menyalurkan kembali. “Nanti akan kolaborasi pemerintah pusat mendelegasikan kepada pemerintah daerah dan sekarang kita serahkan,” kata Kapolresta. (iza/mse/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/