alexametrics
28.9 C
Pontianak
Wednesday, August 17, 2022

Aturan Lalu Lintas Sepeda Listrik di Pontianak Segera Dibahas

PONTIANAK – Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan forum lalu lintas. Pertemuan koordinasi tersebut akan membahas merebaknya penggunaan kendaraan sepeda listrik yang kini banyak digunakan masyarakat baik di jalan raya, trotoar humanis dan waterfront tepian Sungai Kapuas.

“Untuk pelarangan sepeda listrik memang belum ada. Tapi dalam waktu dekat kami (Dishub) bersama forum lalu lintas yaitu Dirlantas dan Satlantas akan melakukan rapat bersama membahas hal ini,” ujar Utin Srilena kepada Pontianak Post, kemarin.

Utin melanjutkan jika merunut PM.48/2020, penggunaan sepeda listrik dilarang di jalan raya. Namun kendaraan itu bisa beroperasi di jalur sepeda. Sampai saat inipun, aturan penggunaan sepeda listrik khususnya di Pontianak masih pro kontra.

Baca Juga :  Menuju New Normal, ASN Pemkot Jalani Rapid Test

Sehingga untuk memutuskan boleh tidaknya kendaraan tersebut beroperasi masih akan dikaji melalui rapat bersama forum lalu lintas. Ditanya soal semakin banyak pengguna sepeda listrik di waterfront tepian Sungai Kapuas dan trotoar humanis. Tak jarang kata Utin kendaraan tersebut juga berlalu lalang di jalan besar. Jika semakin ramai, menurutnya akan membahayakan pengendara sepeda listrik dan pengendara lainnya.

Anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali melihat kendaraan sepeda listrik semakin banyak berlalu lalang. Utamanya di trotoar humanis dan waterfront. “Selain itu kadang sepeda listrik ini juga berlalu lalang di jalan raya,” ungkapnya.

Jika keberadaannya semakin padat, tentunya Pemkot Pontianak harus mengatur lalu lalang kendaraan listrik ini. Contohnya saat ini, seperti di waterfront dan trotoar humanis, aktivitas masyarakat menyewa kendaraan listrik semakin banyak. Disatu sisi memang bagi pelaku usaha ini menjadi lahan pendapatan baru.

Baca Juga :  Perluas Basis Pemajakan

Tetapi di sisi lain, keberadaan sepeda listrik juga bercampur dengan lalu lalang pejalan kaki. Kadang ketika pejalan kaki padat ditambah lalu lalang sepeda listrik menurutnya cukup berbahaya. Jika tidak hati-hati pejalan kaki bisa tertabrak. Oleh sebab itu perlu ada aturan lalu Lala sepeda listrik ini. (iza)

PONTIANAK – Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan forum lalu lintas. Pertemuan koordinasi tersebut akan membahas merebaknya penggunaan kendaraan sepeda listrik yang kini banyak digunakan masyarakat baik di jalan raya, trotoar humanis dan waterfront tepian Sungai Kapuas.

“Untuk pelarangan sepeda listrik memang belum ada. Tapi dalam waktu dekat kami (Dishub) bersama forum lalu lintas yaitu Dirlantas dan Satlantas akan melakukan rapat bersama membahas hal ini,” ujar Utin Srilena kepada Pontianak Post, kemarin.

Utin melanjutkan jika merunut PM.48/2020, penggunaan sepeda listrik dilarang di jalan raya. Namun kendaraan itu bisa beroperasi di jalur sepeda. Sampai saat inipun, aturan penggunaan sepeda listrik khususnya di Pontianak masih pro kontra.

Baca Juga :  Penyidikan Dugaan Pemerkosaan oleh Eks Kakanim Entikong Jalan di Tempat

Sehingga untuk memutuskan boleh tidaknya kendaraan tersebut beroperasi masih akan dikaji melalui rapat bersama forum lalu lintas. Ditanya soal semakin banyak pengguna sepeda listrik di waterfront tepian Sungai Kapuas dan trotoar humanis. Tak jarang kata Utin kendaraan tersebut juga berlalu lalang di jalan besar. Jika semakin ramai, menurutnya akan membahayakan pengendara sepeda listrik dan pengendara lainnya.

Anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali melihat kendaraan sepeda listrik semakin banyak berlalu lalang. Utamanya di trotoar humanis dan waterfront. “Selain itu kadang sepeda listrik ini juga berlalu lalang di jalan raya,” ungkapnya.

Jika keberadaannya semakin padat, tentunya Pemkot Pontianak harus mengatur lalu lalang kendaraan listrik ini. Contohnya saat ini, seperti di waterfront dan trotoar humanis, aktivitas masyarakat menyewa kendaraan listrik semakin banyak. Disatu sisi memang bagi pelaku usaha ini menjadi lahan pendapatan baru.

Baca Juga :  Warga Gang Suryadi Tak Lagi Terpinggirkan

Tetapi di sisi lain, keberadaan sepeda listrik juga bercampur dengan lalu lalang pejalan kaki. Kadang ketika pejalan kaki padat ditambah lalu lalang sepeda listrik menurutnya cukup berbahaya. Jika tidak hati-hati pejalan kaki bisa tertabrak. Oleh sebab itu perlu ada aturan lalu Lala sepeda listrik ini. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/