alexametrics
25 C
Pontianak
Wednesday, August 17, 2022

Ketua TPPS Kalbar Optimis Capai Target Penurunan Stunting

PONTIANAK-Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan optimis Provinsi Kalbar mampu mencapai target penurunan stunting. Pada 2021 angka stunting Provinsi Kalbar tercatat sebesar 29,8 persen. Untuk 2022 ditargetkan angka stunting Kalbar bisa turun menjadi 25,49 persen.

Lalu pada 2023 angka stunting Kalbar ditargetkan turun menjadi 21,28 persen. Selanjutnya pada 2024 angka stunting Kalbar ditargetkan menjadi 17,07 persen. Namun menurutnya jika bisa diturunkan menjadi 14 persen maka akan lebih baik.

“Penanganan stunting kurang lebih sudah berjalan selama enam bulan sekarang angka penurunannya sudah nampak, kita optimis bisa mencapai target penurunan pada 2024 ,” ucap Ria Norsan saat pembukaan rapat koordinasi teknis TPPS pada Selasa (19/7).

Baca Juga :  Wow! Konsumsi Daun Kelor, Kelurahan Pal V Turunkan Stunting Hingga 50 Persen

Dirinya menyebutkan dalam upaya percepatan penurunan stunting juga dilakukan sinergi dengan beberapa instansi terkait seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah kabupaten kota, kecamatan hingga ke tingkat desa.

“Sejak 2019 ke 2021 angka stunting Kalbar sudah menunjukkan penurunan, kita optimis bisa mencapai target yang telah ditetapkan,” katanya.

Ria Norsan menyebutkan untuk empat kabupaten dengan angka stunting tertinggi seperti Kabupaten Kubu Raya, Sintang, Melawi dan Sambas. Dirinya akan turun langsung untuk melakukan intervensi ke kabupaten-kabupaten tersebut. Hingga saat ini dirinya telah mendatangi Kabupaten Sambas dan Kubu Raya.

“Saya sudah ke Kabupaten Sambas dan Kubu Raya, lalu nanti juga akan ke Sintang dan Melawi,” jelasnya.

Baca Juga :  Wakil Komisi IX DPR RI Ajak Kelompok Milenial Tangani Stunting

Dikatakan Ria Norsan angka stunting yang masih tinggi di Kabupaten Sambas dikarenakan faktor infrastruktur dan fasilitas seperti air bersih serta toilet yang masih belum bagus. Terutama pada daerah yang jauh dari ibukota kabupaten seperti Kecamatan Paloh dan Sajingan.

“Ini bisa disinergikan dengan kementrian lain terutama kementrian kesehatan. Kita optimis 2024 bisa mencapai target,” tutupnya.(iza)

PONTIANAK-Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan optimis Provinsi Kalbar mampu mencapai target penurunan stunting. Pada 2021 angka stunting Provinsi Kalbar tercatat sebesar 29,8 persen. Untuk 2022 ditargetkan angka stunting Kalbar bisa turun menjadi 25,49 persen.

Lalu pada 2023 angka stunting Kalbar ditargetkan turun menjadi 21,28 persen. Selanjutnya pada 2024 angka stunting Kalbar ditargetkan menjadi 17,07 persen. Namun menurutnya jika bisa diturunkan menjadi 14 persen maka akan lebih baik.

“Penanganan stunting kurang lebih sudah berjalan selama enam bulan sekarang angka penurunannya sudah nampak, kita optimis bisa mencapai target penurunan pada 2024 ,” ucap Ria Norsan saat pembukaan rapat koordinasi teknis TPPS pada Selasa (19/7).

Baca Juga :  Siswa Senang Bisa Sekolah Lagi, Pembelajaran Tatap Muka Dimulai

Dirinya menyebutkan dalam upaya percepatan penurunan stunting juga dilakukan sinergi dengan beberapa instansi terkait seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah kabupaten kota, kecamatan hingga ke tingkat desa.

“Sejak 2019 ke 2021 angka stunting Kalbar sudah menunjukkan penurunan, kita optimis bisa mencapai target yang telah ditetapkan,” katanya.

Ria Norsan menyebutkan untuk empat kabupaten dengan angka stunting tertinggi seperti Kabupaten Kubu Raya, Sintang, Melawi dan Sambas. Dirinya akan turun langsung untuk melakukan intervensi ke kabupaten-kabupaten tersebut. Hingga saat ini dirinya telah mendatangi Kabupaten Sambas dan Kubu Raya.

“Saya sudah ke Kabupaten Sambas dan Kubu Raya, lalu nanti juga akan ke Sintang dan Melawi,” jelasnya.

Baca Juga :  BP3TKI Raih Predikat WBK

Dikatakan Ria Norsan angka stunting yang masih tinggi di Kabupaten Sambas dikarenakan faktor infrastruktur dan fasilitas seperti air bersih serta toilet yang masih belum bagus. Terutama pada daerah yang jauh dari ibukota kabupaten seperti Kecamatan Paloh dan Sajingan.

“Ini bisa disinergikan dengan kementrian lain terutama kementrian kesehatan. Kita optimis 2024 bisa mencapai target,” tutupnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/