alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Kasus Suap PPK dan Panwascam Sungai Raya Tak Jelas Penanganannya, Aparat kok Adem?

PONTIANAK – Pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 telah berlalu. Tetapi kasus dugaan pelanggaran yang terjadi masih menyisakan pertanyaan, sudah sampai dimana proses dan penanganannya.

Seperti kasus dugaan penyuapan yang dilakukan oknum calon legislatif (caleg) kepada anggota panitia pemungutan suara kecamatan (PPK) dan pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) Sungai Raya, Kubu Raya, yang hingga saat ini tak diketahui telah sampai dimana proses hukumnya.

Pontianak Post setidaknya sudah berusaha mengkonfirmasi penanganan kasus tersebut ke Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin. Namun Kapolresta menyatakan, belum mendapat laporan dari Kasat Reskrim.

Sementara itu, ketika di konfirmasi Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri (Kasi Intel Kejari) Mempawah, Ito Azis Wasitomo mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima berkas perkara dugaan suap oknum calon anggota legislatif kepada oknum PPK dan Panwascam Sungai Raya.

Baca Juga :  Industri Berbasis Teknologi dan Digitalisasi Menjadi Engine of Growth Baru

“Baru tahap satu,” kata Ito, ketika dikonfirmasi, Selasa (18/8).

Dia menerangkan, pada tahap pertama itu, penyidikan polisi telah menyerahkan berkas perkaranya. Dimana dari analisa yang dilakukan jaksa, terdapat kekurangan yang perlu dilengkapi kembali oleh penyidik.

“Kalau sudah dilengkapi, kami akan kembali menerima berkas perkaranya untuk dilakukan analisa” ucapnya.

Jika berkas dinyatakan lengkap, lanjut dia, maka tahap selanjutnya adalah tahap dua, yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti.

Sebelumnya, pada Pemilu serantak April 2019, Polresta Pontianak berhasil mengungkap dugaan suap oknum calon anggota legislatif berinisial SI kepada oknum PPK dan Panwascam berinisial BS dan MM.

Kedua oknum penyelenggara pemilu tersebut diduga menerima uang sebesar Rp100 juta, agar dapat meloloskan SI sebagai anggota legislatif.

Kasus suap itu terungkap, lantaran kedua oknum penyelenggara pemilu itu terasa terancam, lantaran perolehan suara SI belum terpenuhi.

Baca Juga :  Fohoway Charity Pontianak, Tebar Manfaat Tebar Cinta

Dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan, polisi menyatakan telah meminta keterangan ahli untuk melengkapi berkas berita acara selain telah memunta keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti berupa uang sebesar Rp100 juta.

Masih dari keterangan polisi pada 29 November 2019, bahwa tiga orang yang diduga terlibat suap tersebut akan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah pemberi uang dan penerimaan uang yakni oknum PPK dan Panwascam Sungai Raya.

Masih dari keterangan polisi, ketiga calon tersangka itu akan dikenakan pasal 5 ayat 1 Undang undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah berdasarkan Undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, diancam dengan pidana paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun. (adg)

PONTIANAK – Pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 telah berlalu. Tetapi kasus dugaan pelanggaran yang terjadi masih menyisakan pertanyaan, sudah sampai dimana proses dan penanganannya.

Seperti kasus dugaan penyuapan yang dilakukan oknum calon legislatif (caleg) kepada anggota panitia pemungutan suara kecamatan (PPK) dan pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) Sungai Raya, Kubu Raya, yang hingga saat ini tak diketahui telah sampai dimana proses hukumnya.

Pontianak Post setidaknya sudah berusaha mengkonfirmasi penanganan kasus tersebut ke Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin. Namun Kapolresta menyatakan, belum mendapat laporan dari Kasat Reskrim.

Sementara itu, ketika di konfirmasi Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri (Kasi Intel Kejari) Mempawah, Ito Azis Wasitomo mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima berkas perkara dugaan suap oknum calon anggota legislatif kepada oknum PPK dan Panwascam Sungai Raya.

Baca Juga :  Hampir Sepekan Banjir Rendam Melawi

“Baru tahap satu,” kata Ito, ketika dikonfirmasi, Selasa (18/8).

Dia menerangkan, pada tahap pertama itu, penyidikan polisi telah menyerahkan berkas perkaranya. Dimana dari analisa yang dilakukan jaksa, terdapat kekurangan yang perlu dilengkapi kembali oleh penyidik.

“Kalau sudah dilengkapi, kami akan kembali menerima berkas perkaranya untuk dilakukan analisa” ucapnya.

Jika berkas dinyatakan lengkap, lanjut dia, maka tahap selanjutnya adalah tahap dua, yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti.

Sebelumnya, pada Pemilu serantak April 2019, Polresta Pontianak berhasil mengungkap dugaan suap oknum calon anggota legislatif berinisial SI kepada oknum PPK dan Panwascam berinisial BS dan MM.

Kedua oknum penyelenggara pemilu tersebut diduga menerima uang sebesar Rp100 juta, agar dapat meloloskan SI sebagai anggota legislatif.

Kasus suap itu terungkap, lantaran kedua oknum penyelenggara pemilu itu terasa terancam, lantaran perolehan suara SI belum terpenuhi.

Baca Juga :  Jaksa: Gidot Minta Uang Rp1 M

Dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan, polisi menyatakan telah meminta keterangan ahli untuk melengkapi berkas berita acara selain telah memunta keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti berupa uang sebesar Rp100 juta.

Masih dari keterangan polisi pada 29 November 2019, bahwa tiga orang yang diduga terlibat suap tersebut akan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah pemberi uang dan penerimaan uang yakni oknum PPK dan Panwascam Sungai Raya.

Masih dari keterangan polisi, ketiga calon tersangka itu akan dikenakan pasal 5 ayat 1 Undang undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah berdasarkan Undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, diancam dengan pidana paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/