alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Bea Cukai Amankan 440 Ekor Kacer Asal Malaysia 

ENTIKONG – Petugas Bea dan Cukai Entikong berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 440 ekor burung jenis kacer asal Malaysia di Dusun Segumun, Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Rabu (16/10). Sopir kendaraan yang membawa burung tersebut juga ikut ditangkap.

“Burung-burung kacer dikemas dalam 23 kotak plastik. Burung itu akan dibawa ke Pontianak kepada pemesan. Sedangkan orang yang membawa inisial AA, sudah kami jadikan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang cukup,” ungkap Kepala Bea dan Cukai Entikong, Dwi Jogyastara, Jumat (18/10) di Entikong.

Menurutnya, penyelundupan burung sejak beberapa bulan terakhir cenderung mengalami peningkatan. Bahkan pasukan pengaman perbatasan telah berulang kali menggagalkan penyelundupan itu. Hanya saja, ketika dicegat, pelaku yang membawa burung kerap kabur dan meninggalkan barang bawaanya begitu saja di dalam hutan.

Baca Juga :  Selisih Satu Suara, Ramses-Rendra Nakhodai AJI Pontianak

Kali ini, petugas Bea dan Cukai berhasil menangkap pelaku. Petugas dibantu dengan warga Segumun mengamankan 440 ekor burung dari kendaraan roda empat dengan nomor polisi KB 1327 DE yang dikemudikan AA. “Kasus ini kami proses lanjut untuk membuat efek jera bagi pelaku penyelundupan di perbatasan,” tegasnya.

Dari hasil interogasi, kata Dwi, tersangka mengaku sudah lima kali membawa burung melalui perbatasan Indonesia-Malaysia. Modusnya sama yakni dengan memasukkan burung ke dalam kotak plastik. Untuk menghindari petugas, burung diangkut pada malam hari melalui jalan tikus oleh jasa ojek dari Desa Mongkos (Malaysia) menuju Dusun Segumun Sekayam.

Di Kecamatan Sekayam, sedikitnya ada 15 jalan tikus yang mesti diawasi oleh petugas Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, pasukan pengamanan perbatasan serta Polri.(ags)

ENTIKONG – Petugas Bea dan Cukai Entikong berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 440 ekor burung jenis kacer asal Malaysia di Dusun Segumun, Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Rabu (16/10). Sopir kendaraan yang membawa burung tersebut juga ikut ditangkap.

“Burung-burung kacer dikemas dalam 23 kotak plastik. Burung itu akan dibawa ke Pontianak kepada pemesan. Sedangkan orang yang membawa inisial AA, sudah kami jadikan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang cukup,” ungkap Kepala Bea dan Cukai Entikong, Dwi Jogyastara, Jumat (18/10) di Entikong.

Menurutnya, penyelundupan burung sejak beberapa bulan terakhir cenderung mengalami peningkatan. Bahkan pasukan pengaman perbatasan telah berulang kali menggagalkan penyelundupan itu. Hanya saja, ketika dicegat, pelaku yang membawa burung kerap kabur dan meninggalkan barang bawaanya begitu saja di dalam hutan.

Baca Juga :  Kenalkan dan Kembangkan Olaharaga Tradisional

Kali ini, petugas Bea dan Cukai berhasil menangkap pelaku. Petugas dibantu dengan warga Segumun mengamankan 440 ekor burung dari kendaraan roda empat dengan nomor polisi KB 1327 DE yang dikemudikan AA. “Kasus ini kami proses lanjut untuk membuat efek jera bagi pelaku penyelundupan di perbatasan,” tegasnya.

Dari hasil interogasi, kata Dwi, tersangka mengaku sudah lima kali membawa burung melalui perbatasan Indonesia-Malaysia. Modusnya sama yakni dengan memasukkan burung ke dalam kotak plastik. Untuk menghindari petugas, burung diangkut pada malam hari melalui jalan tikus oleh jasa ojek dari Desa Mongkos (Malaysia) menuju Dusun Segumun Sekayam.

Di Kecamatan Sekayam, sedikitnya ada 15 jalan tikus yang mesti diawasi oleh petugas Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, pasukan pengamanan perbatasan serta Polri.(ags)

Most Read

Artikel Terbaru

/