alexametrics
31 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di Perkantoran, Disporapar Sosialisasikan ke Tempat Wisata

Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat (Kalbar) mulai menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk skrining penularan Covid-19 di lingkungan kantor. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan contoh pada lingkungan yang lebih luas termasuk ke tempat-tempat wisata.

——

Kepala Disporapar Kalbar Windy Prihastari menjelaskan kebijakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk dan keluar kantor merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 196 Tahun 2021 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum pelaksanaan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Aplikasi PeduliLindungi sebagai alat skrining dalam penerapan protokol kesehatan di lingkungan Disporapar Kalbar.

“Sebelumnya Disporapar Kalbar juga telah membentuk Satgas Covid-19. Dengan adanya penerapan aplikasi tersebut akan terlihat jika ASN, pegawai kontrak dan tamu yang belum melaksanakan vaksin atau baru satu kali vaksin,” kata Windy saat mendemonstrasikan penggunaan QR code PeduliLindungi di pintu masuk kantor, Kamis (18/11).

Baca Juga :  Junaidi-Sahrani Deklarasi, Beringin Kalbar Masih Menunggu

Ketika seseorang memindai QR code dengan aplikasi PeduliLindungi di telepon pintarnya, maka akan muncul empat kode warna. Mulai dari warna hijau yang artinya seseorang sudah divaksin hingga dosis kedua. Lalu ada pula kode kuning, merah dan hitam. Untuk kode hitam seseorang belum mendapatkan vaksin sama sekali dan dinyatakan positif Covid-19 dari pemeriksaan RT-PCR. “Kemudian dalam aplikasi ini juga ada data check in dan check out sehingga waktu ketika masuk dan keluar Disporapar Kalbar bisa terlihat,” ucapnya.

Windy mengatakan penerapan aplikasi PeduliLindungi di lingkungan kantor bagian dari sosialisasi sekaligus penerapan untuk ASN, pegawai kontrak dan tamu di sana. Ia merasa perlu menjadi contoh di lingkungan terdekat terlebih dahulu. Karena ke depan, penggunaan aplikasi tersebut juga akan diterapkan di seluruh tempat atau destinasi wisata dan pelaksanaan event olahraga yang ada di Kalbar.

Baca Juga :  PeduliLindungi Tambah Fitur Vaksinasi di Luar Negeri, Bisa Diakses WNI dan WNA

“Setelah ini kami harus bersosialisasi tetapi kan harus dicontohkan. Disporapar Kalbar harus mencontohkan terlebih dahulu dan kami harus tahu duluan sebelum mensosialisasikan kepada mereka (masyarakat luas),” pungkasnya.(bar)

 

Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat (Kalbar) mulai menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk skrining penularan Covid-19 di lingkungan kantor. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan contoh pada lingkungan yang lebih luas termasuk ke tempat-tempat wisata.

——

Kepala Disporapar Kalbar Windy Prihastari menjelaskan kebijakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk dan keluar kantor merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 196 Tahun 2021 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum pelaksanaan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Aplikasi PeduliLindungi sebagai alat skrining dalam penerapan protokol kesehatan di lingkungan Disporapar Kalbar.

“Sebelumnya Disporapar Kalbar juga telah membentuk Satgas Covid-19. Dengan adanya penerapan aplikasi tersebut akan terlihat jika ASN, pegawai kontrak dan tamu yang belum melaksanakan vaksin atau baru satu kali vaksin,” kata Windy saat mendemonstrasikan penggunaan QR code PeduliLindungi di pintu masuk kantor, Kamis (18/11).

Baca Juga :  Ramadan 2022, Komoditi Kebutuhan Pokok Jangan Ikut Langka

Ketika seseorang memindai QR code dengan aplikasi PeduliLindungi di telepon pintarnya, maka akan muncul empat kode warna. Mulai dari warna hijau yang artinya seseorang sudah divaksin hingga dosis kedua. Lalu ada pula kode kuning, merah dan hitam. Untuk kode hitam seseorang belum mendapatkan vaksin sama sekali dan dinyatakan positif Covid-19 dari pemeriksaan RT-PCR. “Kemudian dalam aplikasi ini juga ada data check in dan check out sehingga waktu ketika masuk dan keluar Disporapar Kalbar bisa terlihat,” ucapnya.

Windy mengatakan penerapan aplikasi PeduliLindungi di lingkungan kantor bagian dari sosialisasi sekaligus penerapan untuk ASN, pegawai kontrak dan tamu di sana. Ia merasa perlu menjadi contoh di lingkungan terdekat terlebih dahulu. Karena ke depan, penggunaan aplikasi tersebut juga akan diterapkan di seluruh tempat atau destinasi wisata dan pelaksanaan event olahraga yang ada di Kalbar.

Baca Juga :  PeduliLindungi Tambah Fitur Vaksinasi di Luar Negeri, Bisa Diakses WNI dan WNA

“Setelah ini kami harus bersosialisasi tetapi kan harus dicontohkan. Disporapar Kalbar harus mencontohkan terlebih dahulu dan kami harus tahu duluan sebelum mensosialisasikan kepada mereka (masyarakat luas),” pungkasnya.(bar)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/